Komitmen PGMI untuk Pemenuhan Syarat Perlu Unggul Mengacu IAPS LAMDIK 3.0

Perkumpulan Dosen (PD) PGMI Indonesia menyelenggarakan workshop strategis bertajuk “Penyusunan Laporan Evaluasi CPL Prodi untuk Pemenuhan Syarat Perlu Unggul Mengacu IAPS LAMDIK 3.0” sebagai penguatan kesiapan program studi menuju peringkat unggul berbasis standar LAMDIK. Kegiatan ini diikuti oleh berbagai utusan Prodi PGMI maupun non PGMI dari PTKIN dan PTKIS di seluruh Indonesia, antara lain dari Aceh, Padang, Lampung, Gorontalo, Jawa Barat, Yogyakarta, Majenang, Malang, Magetan, Ngawi, dan daerah lainnya. Termasuk Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga di dalamnya yang diwakili oleh Dr. Luluk Mauluah. Partisipasi luas ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun tata kelola kurikulum dan sistem evaluasi pembelajaran yang terstandar dan berkelanjutan.

Workshop membahas lima pokok materi utama yang aplikatif dan terstruktur, yakni: (1) gambaran umum Kurikulum OBE dalam Permendiktisaintek No. 39 Tahun 2025 dalam konteks IAPS 3.0; (2) review relasi CPL, CPMK, dan Sub-CPMK program studi; (3) penyusunan matriks penilaian, kisi-kisi, serta instrumen penilaian capaian pembelajaran; (4) template dan komponen laporan evaluasi CPL program studi; serta (5) penyusunan draft deskripsi kualitatif dan kuantitatif dalam laporan evaluasi CPL. Kelima materi tersebut dirancang untuk memastikan keterukuran, keterlacakan, dan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pembelajaran berbasis Outcome Based Education (OBE).

Peserta secara langsung menyusun draft Laporan Evaluasi CPL dengan pendampingan intensif dari Tim Pengembangan Kurikulum Pengurus Pusat PD-PGMI Indonesia yang terdiri atas Dr. Andi Prastowo, Dr. Ahwy Oktradiksa, dan Dr. Fitri Yuliawati. Ketiga narasumber memberikan arahan teknis sekaligus pendalaman substansi agar laporan yang disusun tidak hanya memenuhi format administratif, tetapi juga mencerminkan analisis mutu yang komprehensif. Melalui workshop ini, diharapkan Prodi PGMI semakin siap memenuhi syarat perlu unggul dan membangun budaya evaluasi akademik yang reflektif, berbasis data, serta berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan.