Peningkatan Loyalitas-Kreatifitas Prodi PGMI melalui Workshop Penguatan Kapasitas Inovasi
Dalam rangka memperkuat budaya inovasi di lingkungan akademik, Pusat Inovasi, Kekayaan Intelektual, dan Hilirisasi LPPM UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penguatan Kapasitas Inovasi yang ditujukan kepada para Ketua Program Studi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, pukul 08.30–12.00 WIB, bertempat di Gedung Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (PAU) Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga. Workshop menghadirkan dua narasumber nasional, yaitu Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si (Dekan FMIPA UGM) dan Prof. dr. Nur Atik, M.Kes., Ph.D (Direktur Direktorat Riset, Hilirisasi dan Pengabdian kepada Masyarakat UNPAD), dengan moderator Priyagung Dhemi Widiakongko, M.Sc.
Dalam pidato pengantar, Ketua LPPM UIN Sunan Kalijaga menegaskan bahwa UIN Sunan Kalijaga terus bertransformasi sebagai universitas dengan struktur yang mendukung penguatan riset, inovasi, dan pengembangan. Kampus tidak lagi hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai motor penggerak solusi atas berbagai persoalan masyarakat. Oleh karena itu, peran program studi menjadi sangat strategis dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan dan berdampak. Ketua LPPM juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kolaborasi lintas bidang serta mengoptimalkan hilirisasi hasil riset agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam sesi materi, Prof. Kuwat Triyana memberikan gambaran bagaimana transformasi cara berpikir baru agar menjadi pribadi maupun institusi yang lebih INOVATIF. Pada sesi tanya jawab, Kaprodi PGMI ibu Luluk Mauluah menanyakan: bagaimana ide-ide penelitian inovatif dapat dikolaborasikan, bagaimana cara menjaring teman kolaborasi. Dalam hal ini , narasumber mengiyakan bahwa inovasi tidak dapat berjalan secara individual, melainkan harus dibangun melalui kolaborasi yang kuat antardisiplin dan institusi. Ia juga menggarisbawahi pentingnya perubahan pola pikir dosen dan institusi menjadi problem solver, bukan sekadar pengamat yang mengkritik tanpa solusi. Selain itu, sensitivitas terhadap berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, teknologi, dan hukum menjadi kunci agar inovasi yang dihasilkan benar-benar relevan. Sementara itu, Prof. Nur Atik memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana Universitas Padjadjaran membangun kebijakan inovasi secara holistik, mulai dari tata kelola, ekosistem riset, hingga strategi hilirisasi, sehingga mampu menjadi kampus yang unggul dalam inovasi, SDM nya penuh loyalitas dan kreatifitas dan mempunyai banyak produk inovasi yang berdampak luas.