MENJELAJAH KEHIDUPAN SATWA DI GEMBIRA LOKA ZOO
Pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan ke kebun binatang merupakan sarana penting untuk menjembatani teori yang didapat di bangku perkuliahan dengan realitas di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat melakukan observasi langsung terhadap perilaku hewan, pengelolaan habitat, dan lain sebagainya.Praktikum lapangan ke Gembira Loka Zoo pada 9 April 2026 ini merupakan bagian dari mata kuliah Konsep Dasar IPA MI/SD. Kegiatan ini bertujuan agar mahasiswa dapat mengamati langsung keanekaragaman hayati dan perilaku satwa di lingkungan konservasi.Melalui laporan ini, hasil observasi diharapkan dapat menjadi referensi materi ajar yang menarik sekaligus wawasan ilmiah dalam memahami pelestarian satwa.
Informasi Umum
Asal : Afrika Senegal
Pakan : Moluska, Kerang, Udang, Kepiting, Siput
Panjang : 43cm
Berat : 1 kg
Masa hidup : 12 tahun
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Tetraodontiformes
Famili : Tetraodontidae
Genus : Tetraodon
Spesies : T. lineatus
Sistem Pernapasan
Ikan buntal fahaka memiliki sisstem pernapasan utama dengan insang. Air yang masuk kedalam mulut, kemudian dialirkan melewati lembaran insang. Di insang terjadi pertukaran gas, yaitu oksigen dari air diserap ke dalam darah dan karbon dioksida dikeluarkkan ke air. Setelah itu, air keluar melalui celah insang. Proses ini memungkinkan ikan buntal fahaka bernapas dengan baik di lingkungan perairan tawar.
Sistem Reproduksi
Reproduksi dan perkembangbiakan ikan ini berlangsung melalui proses pemijahan. Pemijahan terjadi secara alami pada induk yang telah matang gonad. Induk yang siap memijah dapat dikenali dari bentuk tubuhnya yang tampak lebih membulat. Pola pemijahan bersifat parsial, yaitu dalam satu priode sepasang ikan mampu memijah hingga empat kali dengan interval sekitar 14-18 hari. Jumlah telur yang dihasilkan berkisar lebih dari 1.000 hingga 1.900 butir.
Cara Hidup/Habitat Buntal Fahaka
Ikan buntal fahaka (Tetraodon lineatus) hidup di perairan tawar tropis, seperti sungai, danau, rawa, serta perairan berarus tenang. Ikan ini bersifat demersal, yaitu lebih banyak berada di dasar perairan dengan substrat pasir atau lumpur. Buntal fahaka ikan solitaire dan teritorial, serta aktif mencari makanan seperti siput, kerang, dan hewan kecil lainnya. Habitat yang sesuai memiliki suhu 24–26°C dan pH netral.
Fakta Unik
Ikan buntal fahaka merupakan salah satu spesies ikan buntal air tawar yang berasal dari Afrika dan banyak ditemukan di sungai Nil serta beberapa danau besar di kawasan tersebut. Spesies ini memiliki kemampuan unik untuk mengembangkan tubuhnya ketika merasa terancam. Tubuh akan mengembang dengan cara menelan air atau udara sehingga ukuran tubuh tampak lebih besar dan menyulitkan predator untuk memangsanya.
Selain itu, ikan buntal fahaka memiliki gigi yang menyatu membentuk struktur menyerupai paruh. Struktur gigi tersebut digunakan untuk memecahkan cangkang siput, kerang, dan hewan becangkang keras lainnya. Karena pertumbuhan giginya tidak terlalu panjang.
Fakta unik lainnya adalah ikan buntal fahaka di kenal sebagai ikan yang cerdas dan mampu mengenali pemiliknya ketika dipelihara di akuarium. Ikan ini juga bersifat teritorial sehingga cenderung agresif terhadap ikan lain yang berada dalam satu ruang pemeliharaan.
Sebagian besar spesies ikan buntak, termasuk keluarga Tetraodontidae, diketahui memiliki racun tetrodotoksin yang berbahaya. Oleh karena itu, ikan buntal perlu ditangani dengan hati-hati.
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Ceratophryidae
Genus : Ceratophrys
Species : Ceratophrys ornata
Informasi Umum
Asal : Argentina, Uruguay, Brazil
Pakan : serangga, ikan, anak tikus
Panjang : 11-20 cm
Berat : 500-600g
Masa hidup : 6-12 tahun
Sistem pernapasan
Katak memiliki dua fase dalam hidupnya, yaitu sebagai berudu yang hidup di air dan sebagai katak dewasa yang hidup di darat. Pada fase berudu ia bernapas menggunakan insang, pada tahap ini katak hanya mengandalkan insang untuk memperoleh oksigen. Namun setelah dewasa, katak bernapas menggunakan paru-paru meskipun ia bisa mengambil oksigen melalui kulit. Paru-paru pada katak berfungsi untuk menyerap oksigen dari udara, sedangkan kulit mereka yang lembab dapat menyerap oksigen langsung ke dalam darah atau yang disebut dengan pernapasan kulit. Hal ini merupakan keunikan pada sistem pernapasan katak, karena memungkinkan katak untuk beradaptasi dengan dua habitat yang berbeda yaitu air dan darat
Sistem reproduksi
Pada Katak terjadi pembuahan eksternal yakni dilakukan dengan cara jantan dan betina sama-sama melakukan proses pelepasan sel sperma dan sel telur ke lingkungan. Cara katak berkembang biak adalah dengan bertelur, biasanya bisa mencapai jumlah 2000 butir, yang akan menetas setelah 2 minggu dibuahi.
Cara hidup/habitat :
Katak Pacman adalah endemik Amerika Selatan, dengan delapan spesies yang dikenal sebagai "Katak Pac-Man", kebanyakan berlokasi di Brasil di Cekungan Amazon. Katak jenis ini juga sering disebut dengan Katak Argentina.
Informasi Umum
Nama Hewan: Ayam Batik
Nama Latin: Sebright Chicken (Gallus gallus domesticus)
Kelas: Aves
Habitat: Ladang, lahan pertanian
Pakan: Jagung, Padi, Dedak, Bekatul
Asal: Inggris
Berat : 500- 600 g
Panjang: 20 cm
Masa Hidup: 7-8 Tahun
Ciri Khusus: Bulu memiliki warna yang unik mirip dengan pola batik
Klasifikasi Berdasarkan Taksonomi
Kingdom: Animalia (Hewan)
Filum: Chordata (bertulang belakang)
Kelas: Aves (burung/ unggas)
Ordo: galliformes (unggas darat)
Famili: phasianidae (keluarga ayam)
Genus: Gallus
Spesies: Gallus gallus domesticus
Klasifikasi Berdasarkan Habitat
Habitat: Ladang, lahan pertanian
Alasan dan ciri habitat:
1. sumber makanan alami melimpah (serangga, biji- bijian, serta sisa tanaman)
2. ruang gerak luas (tempat luas untuk berjalan, mengais tanah, dan beraktivitas lain)
3. lingkungan lebih alami (mendorong perilaku alami ayam misalnya mencari makan sendiri)
4. minim stres (lingkungan yang terbuka membuat ayam lebih sehat dan tidak mudah stres.
Klasifikasi Berasarkan Jenis Makanan
Jenis Makanan: omnivora
Penjelasan Pola makan: memakan Jagung, Padi, Dedak, Bekatul merupakan pakan utama atau dasar serta umum diberikan untuk ayam batik. Digolongkan sebagai omnivora karena ketika ayam dilepaskan pada habitat asli yaitu ladang dan lahan pertanian maka akan muncullah insting alami dari ayam tersebut, mereka akan secara aktif mencari makan sendiri seperti memakan cacing, semut, belalang, atau serangga serangga yang ada.
Informasi umum
Nama hewan : Monyet Yaki
Nama Latin: Macaca nigra
Kelas : Mamalia
Habitat : Hutan dan kawasan pesisir Tanjung Pulisan, Sulawesi Utara
Pakan : Buah-buahan, biji-bijian, daun, serangga
Asal : Sulawesi Utara, Indonesia
Ciri khusus: Berwarna hitam, berjambul dikepala, ekor sangat pendek
Klasifikasi Berdasarkan Taksonomi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Primata
Famili : Cercopithecidae
Genus : Macaca
Spesies : Macaca nigra
Klasifikasi Berdasarkan Habitat
Habitat : Hutan dan kawasan Tanjung Pulisan, Sulawesi Utara
Keterangan : Hidup di daerah berhutan yang menyediakan pohon untuk berlindung serta sumber makanan alami.
Klasifikasi Berdasarkan Jenis Makanan
Jenis Makanan : Omivora
Keterangan : Memakan buah, biji, daun, serta serangga kecil yang tersedia sihabitat alaminya
Informasi Umum
Nama Hewan: Ular Sanca Hijau
Nama Latin: Morelia viridis (Morelia viridis)
Kelas: Reptilia
Habitat: Hutan hujan, rumpun bambu, semak belukar
Pakan: Kadal, burung, tikus, tokek
Asal: Papua, Papua Nugini
Berat: 1,1–1,6 kg
Panjang: 150–200 cm
Masa Hidup: 12–20 tahun
Ciri Khusus: Tubuh berwarna hijau cerah, hidup di pohon, anakannya memiliki warna bervariasi seperti kuning neon hingga merah bata
Klasifikasi Berdasarkan Taksonomi
Kingdom: Animalia (Hewan)
Filum: Chordata (bertulang belakang)
Kelas: Reptilia (hewan melata)
Ordo: Squamata (reptil bersisik)
Famili: Pythonidae (keluarga sanca)
Genus: Morelia
Spesies: Morelia viridis
Klasifikasi Berdasarkan Habitat
Habitat: Hutan hujan, rumpun bambu, semak belukar
Alasan dan ciri habitat:
Banyak tempat bertengger (ranting dan pohon sebagai tempat hidup)
Ketersediaan mangsa (banyak hewan kecil di lingkungan hutan)
Lingkungan lembap (sesuai dengan kebutuhan reptil)
Kamuflase alami (warna hijau menyatu dengan daun)
Klasifikasi Berdasarkan Jenis Makanan
Jenis Makanan: Karnivora
Penjelasan Pola Makan:
Ular sanca hijau memakan hewan seperti kadal, burung, tikus, dan tokek. Ular ini berburu dengan cara mengintai mangsa dari atas pohon, lalu melilit mangsa hingga tidak bergerak sebelum menelannya.
Reproduksi
Cara berkembang biak: Bertelur
Penjelasan: Dalam sekali bertelur dapat menghasilkan 10–30 butir telur dan akan menetas setelah sekitar 50 hari.