Belajar IPA Lebih Dekat dengan Alam: Kunjungan ke Kebun Binatang

Pada tanggal 9 April 2026 mahasiswa PGMI semester 4, khususnya kelompok 6A yang terdiri dari Akram, Alfu, Hani, Dilla dan Milkha melakukan kunjungan studi lapangan di Zoo Gembira Loka Yogyakarta. Kegiatan ini didampingi oleh dosen pembimbing, Ibu Fitri Yuliawati, S Pd.Si. Dalam kegiatan ini mereka melakukan observasi langsung berbagai jenis hewan dari lima kelompok yaitu: pisces, amphibi, reptil, aves dan mamalia.

Pada bagian Pisces, mahasiswa belajar mengenali jenis-jenis ikan dan cara mereka beradaptasi dalam ekosistem perairan. Sedangkan pada bagian amphibi mahasiswa mengamati perbedaan anatara amphibi yang hidup di air dan di darat serta siklus hidupnya yang unik. Sedangkan pada bagian reptil mahasiswa mengamati hewan-hewan reptil seperti ular, kura-kura, dan buaya dengan mencatat ciri khas yang dimiliki hewan tersebut. Kemudian ketika pada bagian aves mahasiswa mengamati berbagai macam hewan seperti burung kakaktua, flamingo dan berbagai macam burung lainya dengan keindahan warna bulunya. Terakhir pada bagian mamalia mahasiswa mengamati hewan mamalia seperti gajah dan belajar bagaiman cara perawatan hewan tersebut.

Dengan adanya studi lapangan ini, kelompok 6A mendapatkan pengetahuan dan pengalaman langsung tentang dunia satwa. Dalam observasi ini juga dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap alam dan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Berikut spesies hewan yang diamati oleh kelompok 6A antara lain:

  1. Ikan Peacock Bass Mono

Sistem Klasifikasinya

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Actinopterygii

Ordo : Cichliformes

Famili : Cichlidae

Nama Ilmiah : Cichla monoculus

Ikan Peacock Bass Mono adalah ikan pemangsa (predator) air tawar yang sangat disukai karena warna tubuhnya yang cantik dan tenaganya yang kuat saat dipancing. Ikan ini berasal dari wilayah Amerika Selatan, khususnya di lembah sungai amazon di Amerika Selatan.

Sistem pernafasan

Sama seperti ikan pada umumnya, Peacock Bass Mono bernapas menggunakan insang. Caranya, ikan akan menghirup air melalui mulutnya, lalu air tersebut dialirkan ke lembaran-lembaran insang sebelum dikeluarkan lagi melalui celah di samping kepalanya. Di dalam insang inilah oksigen yang ada di air diserap ke dalam darah dan gas sisa (karbon dioksida) dibuang. Karena bentuk insangnya yang sangat efisien, ikan ini bisa mendapatkan oksigen dengan maksimal untuk mendukung tubuhnya yang aktif bergerak dan berburu.

Sistem Reproduksi

Ikan ini berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar).Uniknya, mereka termasuk ikan yang setia pada satu pasangan selama musim kawin dan akan menjaga sarang bersama-sama. Biasanya, saat musim hujan tiba, ikan betina akan mengeluarkan ribuan telur pada permukaan keras seperti batu atau kayu di dasar air. Setelah telur-telur itu menetas, ayah dan ibu ikan akan menjaga anak-anak mereka dengan sangat ketat selama beberapa minggu sampai anak-anak ikan tersebut bisa mencari makan sendiri. Sifat menjaga anak ini adalah ciri khas yang sangat kuat dari keluarga ikan ini.

Cara Hidup dan Habitat

Di alam liar, Peacock Bass Mono suka tinggal di sungai yang arusnya tenang, danau, atau waduk yang airnya jernih dan hangat. Mereka adalah hewan yang aktif di siang hari untuk mencari makan dan suka bersembunyi di sela-sela kayu atau tanaman air agar tidak terlihat mangsa. Sebagai ikan pemakan daging (karnivora), mereka sangat rakus dan suka memangsa ikan-ikan kecil, udang, hingga serangga air.

Fakta Unik

Ada banyak hal unik dari ikan ini, salah satunya adalah "mata palsu" di ekornya yang berguna untuk menipu musuh agar salah menyerang bagian tubuh. Selain itu, ikan jantan biasanya memiliki benjolan di kepalanya saat musim kawin sebagai tanda bahwa dia adalah jantan yang kuat. Ikan ini tumbuh sangat cepat dan bisa hidup sampai lebih dari 10 tahun. Karena mudah beradaptasi, sekarang ikan ini sudah banyak ditemukan di luar Amerika Selatan, termasuk di Indonesia. Namun, karena sifatnya yang rakus bisa mengancam keberadaan ikan-ikan asli di perairan setempat.

  1. Katak Pacman Argentina

Sistem klasifikasi

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Ceratophryidae

Genus : Ceratophrys

Nama Ilmiah : Ceratophrys ornata

Hewan ini dikenal sebagai katak Pacman karena bentuk tubuhnya yang bulat dengan mulut sangat besar menyerupai karakter Pac-Man. Katak ini berasal dari wilayah Amerika Selatan, terutama di Argentina, serta dapat ditemukan juga di Uruguay dan Brazil. Habitat alaminya meliputi daerah padang rumput, hutan lembap, dan rawa-rawa yang memiliki kelembapan tinggi.

Sistem pernafasan

Sebagai hewan amfibi, katak Pacman memiliki sistem pernapasan yang unik karena dapat bernapas melalui beberapa cara. Saat masih dalam fase larva (berudu), katak ini bernapas menggunakan insang. Setelah mengalami metamorfosis menjadi katak dewasa, sistem pernapasannya berubah menjadi menggunakan paru-paru dan juga melalui kulit (respirasi kutaneus). Pernapasan melalui kulit sangat penting karena kulit katak harus selalu dalam kondisi lembap agar dapat menyerap oksigen dengan baik.

Sistem Reproduksi

Dalam hal reproduksi, katak Pacman berkembang biak secara ovipar atau bertelur dengan pembuahan eksternal. Proses ini biasanya terjadi di air, di mana betina akan meletakkan telur-telurnya di lingkungan yang lembap seperti kolam atau genangan air. Telur tersebut kemudian menetas menjadi berudu, lalu mengalami proses metamorfosis hingga menjadi katak dewasa. Siklus hidup ini merupakan ciri khas dari kelompok amfibi.

Cara Hidup dan Habitat

Dari segi cara hidup, katak Pacman dikenal sebagai predator penyergap (ambush predator). Hewan ini cenderung tidak aktif bergerak dan lebih sering berdiam diri dengan mengubur sebagian tubuhnya di dalam tanah, hanya menyisakan mata dan mulutnya di permukaan. Ketika mangsa mendekat, katak ini akan langsung menyergap dengan sangat cepat. Makanannya sangat beragam, mulai dari serangga, hewan kecil seperti tikus, hingga sesama katak. Sifatnya yang agresif dan nafsu makan yang besar membuatnya menjadi predator yang cukup ditakuti di lingkungannya.

Fakta Unik

Selain itu, katak Pacman memiliki beberapa fakta unik yang menarik. Salah satunya adalah ukuran mulutnya yang sangat besar dibandingkan tubuhnya, serta gigitan yang cukup kuat untuk ukuran amfibi. Warna tubuhnya yang cerah seperti hijau, kuning, dan cokelat berfungsi sebagai kamuflase di lingkungan sekitarnya. Katak ini juga dapat mengeluarkan suara keras sebagai bentuk pertahanan diri ketika merasa terancam. Keunikan-keunikan tersebut menjadikan katak Pacman sebagai salah satu jenis katak yang paling menarik untuk dipelajari dalam dunia biologi.

  1. Kura-Kura Ambon

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Reptilia

Ordo : Testudines

Famili : Geoemydidae

Nama Ilmiah : Cuora amboinensis

Sistem pernapasan:
Kura-kura Ambon merupakan hewan reptil yang bernapas menggunakan paru-paru. Udara masuk melalui hidung, kemudian melewati saluran pernapasan menuju paru-paru, tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Walaupun hidup di air, kura-kura ini tetap harus naik ke permukaan untuk mengambil udara.

Sistem reproduksi:
Dalam hal reproduksi, kura-kura Ambon berkembang biak secara ovipar atau bertelur. Betina biasanya bertelur sekitar 1 hingga 5 butir dalam satu kali masa reproduksi. Telur diletakkan di daratan, dan setelah menetas, anak kura-kura langsung hidup mandiri tanpa perawatan induknya.

Cara Hidup/Habitat:

Kura- kura Ambon hidup di daerah perairan tawar seperti rawa sungai kecil, dan sawah di kawasan Asia Tenggara. Hewan ini bersifat semi-akuatik, yaitu hidup di air dan juga di darat. Mereka aktif mencari makan dengan pola makan omnivora, seperti tumbuhan air, buah-buahan, serangga, cacing, dan ikan kecil.

Fakta unik:
Kura-kura Ambon memiliki kemampuan unik yaitu plastron (bagian bawah cangkang) yang dapat menutup rapat seperti kotak untuk melindungi diri dari predator. Selain itu, kura-kura ini cukup adaptif terhadap lingkungan, namun populasinya di alam semakin berkurang karena perburuan dan perdagangan.

  1. Burung Kakatua Raja

Sistem klasifikasi

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Psittaciformes

Famili : Cacatuidae

Genus : Probosciger

Spesies : Probosciger aterrimus

Burung kakatua merupakan salah satu jenis burung yang termasuk dalam kelompok burung paruh bengkok dengan tingkat kecerdasan tinggi. Salah satu spesies yang terkenal adalah kakatua raja (Probosciger aterrimus) yang berasal dari wilayah Papua. Ciri utama burung ini adalah memiliki paruh yang besar dan kuat, jambul yang dapat ditegakkan sebagai bentuk ekspresi, serta kemampuan meniru suara. Kakatua juga dikenal sebagai burung sosial yang memiliki hubungan kuat dengan kelompoknya.

Sistem pernapasan

Sistem pernapasan burung kakatua sama seperti burung lainnya, yaitu menggunakan paru-paru yang dibantu oleh kantung udara. Udara masuk melalui lubang hidung, kemudian melewati trakea menuju paru-paru dan disimpan sementara di kantung udara. Sistem ini memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen secara lebih efisien karena udara mengalir dua kali melalui paru-paru, yaitu saat masuk dan keluar. Keberadaan kantung udara membuat burung tetap mendapatkan suplai oksigen secara terus-menerus, bahkan saat sedang terbang. Hal ini menjadikan sistem pernapasan burung jauh lebih efektif dibandingkan dengan mamalia.

Sistem reproduksi

Burung kakatua berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) dan umumnya bersifat monogami, yaitu setia pada satu pasangan dalam jangka waktu lama. Musim kawin biasanya terjadi antara bulan Agustus hingga Januari. Dalam satu periode reproduksi, kakatua biasanya hanya menghasilkan satu butir telur yang dierami selama sekitar 30 hingga 33 hari. Setelah menetas, anak kakatua akan dirawat oleh kedua induknya dan membutuhkan waktu sekitar 100 hingga 110 hari untuk menjadi mandiri. Sistem reproduksi ini menunjukkan bahwa kakatua memiliki tingkat perawatan anak yang tinggi meskipun jumlah telurnya sedikit.

Cara hidup dan Habitat

Burung kakatua hidup di berbagai jenis habitat seperti hutan tropis, savana, dan padang rumput yang tersebar di wilayah Papua, Papua Nugini, dan Australia bagian utara. Burung ini bersifat diurnal, yaitu aktif pada siang hari untuk mencari makan dan beraktivitas, kemudian kembali ke sarang pada malam hari. Kakatua biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil dan sering ditemukan bertengger di pepohonan dekat sumber makanan atau air. Dalam hal makanan, kakatua termasuk omnivora yang mengonsumsi biji-bijian, buah-buahan, daun, serta serangga dan larva.

Fakta unik

Burung kakatua memiliki berbagai keunikan yang menjadikannya berbeda dari burung lain. Kakatua dikenal sebagai burung yang sangat cerdas karena mampu meniru suara manusia dan memecahkan masalah sederhana. Selain itu, kakatua raja termasuk salah satu burung yang mampu menggunakan alat, seperti ranting untuk menghasilkan suara sebagai bentuk komunikasi. Jambul di kepala kakatua juga berfungsi sebagai alat ekspresi untuk menunjukkan emosi. Paruhnya yang kuat memungkinkan kakatua membuka biji keras dengan mudah. Burung ini juga memiliki umur yang relatif panjang, yaitu bisa mencapai lebih dari 40 tahun. Namun, keberadaannya saat ini mulai terancam akibat kerusakan habitat dan perdagangan ilegal.

  1. Monyet Capuchin

Sistem klasifikasi

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Mammalia

Ordo : Primata

Famili : Cebidae

Genus : Cebus dan Sapajus

Sistem pernapasan

Monyet capuchin merupakan hewan mamalia yang memiliki sistem pernapasan menggunakan paru-paru, sebagaimana anggota kelas Mamalia lainnya. Udara masuk melalui hidung, kemudian melewati saluran pernapasan seperti faring, laring, dan trakea sebelum sampai ke paru-paru. Di dalam paru-paru terjadi pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida yang sangat penting untuk metabolisme tubuh. Sistem pernapasan ini sangat efisien dan mendukung aktivitas capuchin yang aktif bergerak dan melompat di antara pepohonan sepanjang hari.

Sistem reproduksi

Dalam hal reproduksi, monyet capuchin berkembang biak secara vivipar atau melahirkan. Betina biasanya mengalami masa kehamilan sekitar 5 hingga 6 bulan dan umumnya melahirkan satu bayi. Anak capuchin akan bergantung penuh pada induknya, terutama dalam hal perlindungan dan pemberian makanan. Ikatan antara induk dan anak sangat kuat, bahkan anak akan dibawa ke mana pun induknya pergi hingga cukup mandiri. Sistem reproduksi ini mendukung kelangsungan hidup spesies di alam liar yang penuh tantangan.

Cara hidup dan Habitat

Dari segi cara hidup dan habitat, monyet capuchin hidup di hutan tropis yang lebat di kawasan Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Mereka termasuk hewan arboreal, yang berarti sebagian besar hidupnya dihabiskan di atas pohon. Capuchin hidup dalam kelompok sosial yang terdiri dari beberapa individu, dipimpin oleh satu pejantan dominan. Mereka aktif pada siang hari (diurnal) dan memiliki pola makan omnivora, seperti buah-buahan, biji-bijian, serangga, telur, bahkan hewan kecil. Kehidupan berkelompok membantu mereka dalam mencari makanan dan melindungi diri dari predator.

Fakta unik

Fakta unik dari monyet capuchin adalah tingkat kecerdasannya yang tinggi dibandingkan banyak primata lainnya. Mereka dikenal mampu menggunakan alat, seperti batu untuk memecah kacang atau ranting untuk mengambil serangga dari lubang. Kemampuan ini menunjukkan adanya pemecahan masalah dan pembelajaran sosial yang baik. Selain itu, capuchin juga memiliki ekspresi wajah yang beragam dan kemampuan komunikasi yang kompleks. Karena kecerdasannya, beberapa capuchin bahkan dilatih untuk membantu manusia, misalnya membantu penyandang disabilitas dalam aktivitas sehari-hari.