Kunjungan Gembira Loka dalam Rangka Observasi Pisces, Amphibi, Reptil. Aves dan Mamalia
Yogyakarta, 9 April 2026 — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) angkatan 2024 melaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Gembira Loka Zoo sebagai bagian dari observasi lapangan dalam mata kuliah Konsep IPA Dasar MI/SD. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep sains dasar melalui pengamatan langsung terhadap makhluk hidup dan lingkungannya.
Didampingi oleh dosen pengampu, Fitri Yuliawati, para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan observasi secara lebih terarah. Salah satu kelompok yang turut berpartisipasi adalah kelas C kelompok 3, yang beranggotakan Salma Abela Rudiyaputri, Nuri Fitriani, Apra Yuni Amania, Siti Aisyah, dan Rafa Adonia Tabina Wibowowati.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap berbagai jenis hewan, meliputi aves (burung), mamalia, reptil, amphibi, dan pisces (ikan). Melalui observasi tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengidentifikasi ciri-ciri, habitat, serta cara berkembang biak masing-masing kelompok hewan sebagai bekal dalam pembelajaran IPA di tingkat MI/SD.
BERUANG MADU
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Carnivora
Famili: Ursidae
Subfamili: Ursinae
Genus: Helarctos
Spesies: H. malayanus
Profil Biologis & Habitat
-
Pernapasan:
Sebagai mamalia, mereka bernapas menggunakan paru-paru yang mengandalkan otot diafragma untuk mengembangkan dan mengempiskan rongga dada saat inspirasi dan ekspirasi.
-
Reproduksi:
Berkembangbiak dengan cara beranak, masa bunting selama 59 hari. Mampu melahirkan 1 ekor anak.
-
Habitat/Cara hidup:
Beruang madu (Helarctos malayanus) adalah beruang terkecil di dunia yang hidup soliter di hutan hujan tropis Asia Tenggara, termasuk Sumatra dan Kalimantan. Mereka adalah nokturnal (aktif malam) dan pemanjat ulung yang tidur di pohon, memakan madu, buah, serta serangga, serta ĺmmemainkan peran vital sebagai penyebar biji hutan.
-
Fakta Unik:
Memiliki lidah yang sangat panjang, lebih dari 25 cm dan dapat dipanjangkan sesuai dengan kondisi alam untuk mencari madu dari sarang lebah di pepohonan
KURA-KURA SULCATA
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Testudines
Famili: Testudinidae
Genus: Centrochelys
Spesies: C. sulcata (Centrochelys sulcata)
Profil Biologis & Habitat
-
Pernapasan:
Sebagai reptil, kura-kura sulcata bernapas menggunakan paru-paru. Mereka tidak memiliki diafragma seperti mamalia, sehingga proses pernapasan dibantu oleh gerakan otot di sekitar tubuh dan kaki.
-
Reproduksi:
Berkembangbiak dengan cara bertelur (ovipar). Induk betina dapat bertelur puluhan butir dalam satu kali bertelur, kemudian telur akan menetas setelah beberapa bulan tergantung kondisi suhu lingkungan.
-
Habitat/Cara hidup:
Kura-kura sulcata hidup di daerah padang rumput kering dan gurun di Afrika. Mereka aktif pada siang hari (diurnal), tetapi saat cuaca sangat panas, mereka akan bersembunyi di dalam liang untuk menjaga suhu tubuh. Makanannya berupa rumput, daun, bunga, dan tanaman kering.
-
Fakta Unik:
Kura-kura sulcata merupakan salah satu kura-kura terbesar di dunia (peringkat ketiga). Mereka bisa hidup sangat lama, sekitar 50–150 tahun, dan dikenal suka menggali lubang besar untuk tempat tinggalnya agar tetap sejuk.
SIDAT KEMBANG
Sistem Klasifikasi:
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Synbranchiformes
Famili: Mastacembelidae
Genus: Mastacembelus / Macrognathus
Profil Biologis & Habitat
-
Pernapasan:
Sidat kembang bernapas menggunakan insang seperti ikan pada umumnya. Insang berfungsi untuk mengambil oksigen terlarut dari air. Pada kondisi tertentu, terutama saat kadar oksigen rendah, beberapa spesies juga mampu mengambil oksigen tambahan dari udara melalui permukaan tubuh atau rongga mulut.
-
Reproduksi:
Berkembangbiak dengan cara bertelur. Setelah telur menetas, sidat muda akan hanyut dalam arus laut selama berbulan-bulan untuk kemudian bermigrasi ke perairan air tawar. Setelah berumur 8-20 tahun, sidat akan kembali ke laut untuk bereproduksi dan bertelur.
-
Habitat / Cara Hidup:
Sidat kembang umumnya hidup di perairan tawar seperti sungai, danau, dan rawa, meskipun beberapa spesies juga dapat ditemukan di perairan payau. Ikan ini bersifat nokturnal (aktif pada malam hari) dan cenderung bersembunyi di dalam lumpur, pasir, atau celah-celah batu saat siang hari. Sidat kembang termasuk hewan karnivora yang memakan cacing, larva serangga, dan ikan kecil.
-
Fakta Unik:
Sidat kembang memiliki tubuh panjang menyerupai belut, tetapi secara ilmiah bukan termasuk belut sejati. Ciri khasnya adalah adanya duri-duri kecil di bagian punggung yang menjadi asal nama “spiny eel”. Ikan ini juga memiliki kemampuan menggali dan bersembunyi di dalam lumpur untuk menghindari predator maupun saat beristirahat. Selain itu, sidat kembang cukup tahan terhadap kondisi lingkungan yang kurang baik, sehingga dapat bertahan di perairan dengan kadar oksigen rendah.
KALKUN ROYAL PALM
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Meleagris
Spesies: Meleagris gallopavo
Profil Biologis & Habitat
-
Pernapasan:Menggunakan paru-paru yang dibantu oleh pundi-pundi udara (air sacs). Sistem ini sangat efisien untuk membantu mereka mendapatkan oksigen yang cukup, baik saat beraktivitas di darat maupun saat melakukan penerbangan pendek.
-
Reproduksi:Bereproduksi secara ovipar (bertelur). Kalkun Royal Palm betina biasanya menghasilkan sekitar 10–12 butir telur per musim. Masa inkubasi atau pengeraman telur berlangsung selama kurang lebih 28 hari.
-
Habitat/Cara Hidup:Berbeda dengan kalkun industri yang dipelihara di kandang tertutup, Royal Palm lebih menyukai habitat terbuka atau semi-intensif. Mereka adalah hewan yang senang mencari makan di padang rumput (foraging). Mereka bersifat teritorial dan hidup dalam kelompok kecil, serta memiliki kemampuan terbang yang lebih baik dibandingkan jenis kalkun pedaging yang lebih berat.
-
Fakta Unik
-
Bukan Kalkun Pedaging Utama: Royal Palm dikategorikan sebagai ornamental breed (ras hias). Meskipun bisa dimakan, mereka lebih sering dipelihara untuk pameran atau pengendalian hama karena ukurannya yang lebih kecil dan ramping.
-
Pola Warna yang Khas: Mereka memiliki pola warna "Pied" yang sangat kontras—dasar putih bersih dengan garis-garis hitam metalik pada ujung bulu ekor dan sayap.
-
Pengendali Hama Alami: Mereka sangat aktif dan efisien dalam memburu serangga, belalang, hingga ulat di area perkebunan atau halaman rumah.
-
Sifat yang Agresif: Dibandingkan dengan beberapa jenis kalkun lain, varietas Royal Palm cenderung lebih waspada dan terkadang menunjukkan sifat agresif (terutama pejantan) saat menjaga wilayahnya.
-
Kemampuan Terbang: Karena tubuhnya yang ringan (pejantan hanya sekitar 7–10 kg), mereka mampu terbang ke dahan pohon yang cukup tinggi untuk menghindari predator di malam hari.
GREATER SIREN
Klasifikasi Ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Carnivora
Famili : Ursidae
Subfamili : Ursinae
Genus : Helarctos
Spesies : Helarctos malayanus
Profil Biologis & Habitat
-
Pernapasan: Greater Siren bernapas menggunakan insang eksternal (seperti ikan) dan juga memiliki paru-paru sederhana. Mereka bisa mengambil oksigen dari air maupun udara, terutama saat kondisi air kekurangan oksigen.
-
Reproduksi: Bereproduksi secara ovipar (bertelur). Betina akan meletakkan telur di lingkungan air seperti rawa atau kolam. Telur biasanya menetas setelah beberapa minggu, dan larvanya sudah mirip bentuk dewasa (tidak mengalami metamorfosis ekstrem seperti katak).
-
Habitat/Cara Hidup: Greater Siren hidup di perairan tawar seperti rawa, kolam, dan danau dangkal. Mereka aktif pada malam hari (nokturnal) dan sering bersembunyi di lumpur atau vegetasi air. Saat musim kering, mereka dapat melakukan estivasi (tidur dalam lumpur untuk bertahan hidup).
-
Fakta Unik:
-
Tidak Memiliki Kaki Belakang: Hanya memiliki dua kaki depan kecil, sehingga tubuhnya mirip belut panjang.
-
Bisa “Bernyanyi”: Mereka dapat mengeluarkan suara seperti siulan atau dengungan, terutama saat terganggu.
-
Karnivora: Memakan serangga air, cacing, udang kecil, dan hewan air lainnya.
-
Regenerasi: Memiliki kemampuan memperbaiki bagian tubuh yang terluka, meskipun tidak sekuat salamander lain.
-
Aktif di Malam Hari: Lebih sering berburu dalam kondisi gelap untuk menghindari predator.