Dosen PGMI UIN Sunan Kalijaga Dampingi Keluarga di Penggung dalam Edukasi Gizi untuk Pencegahan Stunting

Kulon Progo — Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Efi Tri Astuti, M.Pd., melaksanakan kegiatan hilirisasi hasil riset melalui program pendampingan masyarakat bertajuk “Penguatan Peran Keluarga sebagai Madrasah Pertama dalam Edukasi Gizi untuk Pencegahan Stunting.” Kegiatan pendampingan dilaksanakan pada 11 Juli 2026 di Padukuhan Penggung, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kabupaten Kulon Progo.

Program ini diarahkan untuk memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak, khususnya dalam membangun pemahaman dan kebiasaan hidup sehat. Kegiatan melibatkan keluarga yang memiliki anak balita dan kader Posyandu, dengan dukungan dari Pemerintah Kalurahan Hargorejo dan Puskesmas.

Kegiatan diawali dengan identifikasi kondisi dan kebutuhan masyarakat melalui observasi kegiatan Posyandu serta komunikasi dengan kepala dukuh, kader Posyandu, dan keluarga yang memiliki balita. Tahap ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai pemahaman keluarga tentang gizi serta kebutuhan edukasi yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi gizi berbasis keluarga. Materi pendampingan mencakup gizi seimbang, pencegahan stunting, pola asuh sehat, serta pentingnya keterlibatan keluarga dalam membangun kebiasaan hidup sehat pada anak.

Pendampingan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui praktik penyusunan menu makanan sehat dan bergizi. Peserta diajak menyusun menu dengan mengacu pada konsep Pedoman Isi Piringku. Melalui kegiatan tersebut, keluarga memperoleh pengalaman langsung dalam memilih dan menyiapkan makanan yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak.

Selain edukasi mengenai makanan bergizi, peserta juga mendapatkan pendampingan dalam praktik enam langkah mencuci tangan sesuai standar WHO. Praktik ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Untuk mendukung proses pendampingan, digunakan media edukasi “Menuju Penggung Bebas Stunting” berupa infografis dan modul edukasi. Media tersebut dirancang untuk membantu keluarga memahami informasi mengenai gizi dan pencegahan stunting secara sederhana dan kontekstual. Media edukasi selanjutnya diserahkan kepada mitra dan ditempatkan di Posyandu agar dapat digunakan kembali dalam kegiatan edukasi masyarakat.

Kader Posyandu turut dilibatkan dalam kegiatan sebagai mitra pendamping keluarga. Keterlibatan kader diharapkan dapat membantu keberlanjutan edukasi dan penerapan praktik gizi di tingkat keluarga. Pemerintah Kalurahan Hargorejo dan Puskesmas juga mendukung kegiatan melalui fasilitasi dan penguatan layanan kesehatan masyarakat.

“Pendampingan ini berupaya menempatkan keluarga sebagai pihak yang memiliki peran utama dalam membangun kebiasaan hidup sehat anak. Karena itu, edukasi tidak hanya diberikan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui praktik agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Efi Tri Astuti.

Kegiatan hilirisasi ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan hasil riset menjadi program yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Ke depan, materi dan media edukasi yang telah dikembangkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan Posyandu, kelas ibu dan balita, penyuluhan kesehatan, maupun program pemberdayaan keluarga di Padukuhan Penggung.

Melalui pendampingan tersebut, perguruan tinggi bersama masyarakat, kader Posyandu, pemerintah kalurahan, dan Puskesmas membangun kolaborasi untuk memperkuat peran keluarga dalam edukasi gizi dan pencegahan stunting sejak dari lingkungan terdekat anak.