PGMI UIN Sunan Kalijaga Perkuat Pengalaman Akademik Global Mahasiswa melalui ISAE 2026 di IIUM Malaysia

Malaysia – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melaksanakan kegiatan International Student Academic Experience (ISAE) 2026 di International Islamic University Malaysia (IIUM), Selasa, 6 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi pendidikan dan perluasan pengalaman akademik mahasiswa melalui perjumpaan langsung dengan lingkungan perguruan tinggi di luar negeri.

Program kunjungan akademik tersebut dirancang sebagai ruang belajar lintas negara yang mempertemukan mahasiswa PGMI UIN Sunan Kalijaga dengan sivitas akademika IIUM. Berdasarkan surat resmi Program Studi PGMI, agenda kunjungan dijadwalkan berlangsung di Kampus IIUM Malaysia dan diikuti oleh mahasiswa bersama dosen pendamping serta asisten. Salah satu agenda utamanya adalah seminar bersama mahasiswa IIUM Malaysia dan mahasiswa PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan kehadiran rombongan UIN Sunan Kalijaga di IIUM pada pukul 08.30. Acara dilanjutkan dengan lagu kebangsaan, pembacaan doa, dan sambutan dari pihak IIUM yaitu Asosiasi. Prof.Dr.Suhailah Hussien, Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Islam Internasional Malaysia. Susunan kegiatan tersebut memberi ruang bagi kedua institusi untuk membangun suasana akademik yang terbuka sekaligus memperkuat hubungan kelembagaan melalui interaksi antarmahasiswa dan dosen.

Salah satu bagian menarik dalam ISAE 2026 adalah pertukaran budaya. Mahasiswa PGMI menampilkan sejumlah seni budaya Indonesia, antara lain Tari Kreasi Nusantara Timur, Tari Dayak, serta Tari Sinanggartulo. Penampilan budaya menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkenalkan keragaman tradisi Nusantara sekaligus membangun komunikasi lintas budaya. Dalam konteks pengalaman internasional, aktivitas ini penting karena mahasiswa tidak hanya membawa identitas akademik, tetapi juga berperan sebagai duta budaya Indonesia di ruang global.

Selain pertukaran budaya, agenda akademik utama adalah paper presentation. Mahasiswa mempresentasikan karya ilmiah dalam bahasa dan forum akademik internasional dengan topik-topik yang relevan dengan pendidikan dasar. Materi presentasi yang tercantum dalam dokumen kegiatan antara lain membahas pemahaman bangun datar dan disposisi matematis, peran psikoedukasi usia dini dalam perkembangan sosial-emosional anak sekolah dasar, keterampilan motorik kinestetik siswa kelas II, perkembangan kognitif siswa dengan kemampuan di atas rata-rata, regulasi emosi siswa sekolah dasar dalam kaitannya dengan ketergantungan gawai dan pengalaman perundungan, serta distraksi sosial dan persistensi tugas pada siswa kelas rendah.

Mahasiswa yang tampil dalam sesi International Paper Presentation terdiri atas enam pasangan presenter, yaitu Okta Vitriani dan Hayati Azizah; Siti Fatimah Azzahro dan Alya Raihan; Nashhatu Karimah Alfya dan Laili Umu Hamidah; Adi Suryadi dan Galuh Kaninahapsari; Najwa Nabila Ashar dan Salisa Nur Muyasaroh; serta Hanifatul Munawaroh dan Magfiratunnafisa. Kehadiran para presenter ini memperlihatkan keterlibatan aktif mahasiswa PGMI dalam membawa hasil kajian dan isu-isu pendidikan dasar ke forum akademik internasional.

Paper presentation tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan komunikasi akademik, keterampilan menyusun argumentasi ilmiah, dan kesiapan menerima tanggapan dari lingkungan akademik yang berbeda. Bagi mahasiswa calon guru MI/SD, pengalaman ini juga memperluas perspektif mengenai persoalan pendidikan dasar yang dapat dikaji melalui penelitian, baik pada aspek pembelajaran, perkembangan anak, matematika, psikologi pendidikan, maupun dinamika sosial peserta didik.

Kegiatan ISAE di IIUM juga menunjukkan bahwa proses pendidikan calon guru tidak cukup hanya berlangsung di dalam kelas. Pengalaman langsung dalam forum internasional membantu mahasiswa memahami bahwa kompetensi pendidik masa depan membutuhkan wawasan global, kemampuan beradaptasi, komunikasi lintas budaya, literasi akademik, serta kemampuan membangun jejaring. Interaksi dengan mahasiswa dan akademisi dari institusi luar negeri menjadi kesempatan untuk membandingkan pengalaman belajar sekaligus mengenali beragam praktik pendidikan dalam konteks yang lebih luas.

Dua dosen PGMI UIN Sunan Kalijaga, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I. dan Dr. Endang Sulistyowati, M.Pd.I., tercantum sebagai dosen pendamping dalam rangkaian kegiatan. Kehadiran dosen pendamping memiliki peran penting dalam memastikan aktivitas mahasiswa tetap terarah sebagai pengalaman akademik, sekaligus mendampingi mahasiswa dalam membangun komunikasi dan interaksi selama program berlangsung.

Pada bagian akhir kegiatan, peserta kembali berkumpul di auditorium untuk penyampaian cenderamata dan sesi foto bersama. Momen tersebut menandai berakhirnya rangkaian kunjungan sekaligus menjadi simbol persahabatan akademik antara PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga dan IIUM. Pertemuan ini diharapkan menjadi pijakan bagi tumbuhnya komunikasi akademik yang semakin luas, khususnya dalam pengembangan pengalaman belajar mahasiswa pada tingkat internasional.

Melalui ISAE 2026, Prodi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada pengalaman nyata mahasiswa di lingkungan global. Program seperti ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik, kepercayaan diri, kemampuan kolaborasi, sensitivitas budaya, dan kesiapan mahasiswa untuk menjadi calon pendidik madrasah ibtidaiyah yang mampu berkiprah di tengah perkembangan pendidikan yang semakin terbuka dan terhubung secara internasional.