MENTORING TEMBUS STUDI LANJUT

Pada hari Kamis, 9 Januari 2025, Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) telah menyelenggarakan kegiatan mentoring untuk tembus beasiswa studi lanjut yang bertempat di ruang Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa dosen PGMI, mahasiswa, dan alumni. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memberikan wawasan dan motivasi kepada peserta agar dapat menlanjutkan studi, baik pada jenjang magister maupun doktoral, melalui jalur beasiswa khususnya LPDP (Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan).
Materi mentoring ini disampaikan langsung oleh Wildan Nuril Ahmad Fauzi, M.Pd., yang juga merupakan alumni S1 dan S2 Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga. Beliau berhasil menempuh seluruh pendidikannya melalui jalur full beasiswa. Dalam mentoring ini, beliau memberikan informasi yang komprehensif mengenai program beasiswa LPDP, persyaratannya, jenis-jenis jalur beasiswa LPDP, serta tips dan trik dalam proses pendaftaran. Saat ini, beliau masih berstatus menjadi awardee LPDP, melanjutkan studi doktoralnya, sehingga memiliki pengalaman yang luas mengenai proses seleksi beasiswa tersebut.
Kegiatan sharing session berlangsung lancar dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh informasi berharga mengenai Beasiswa LPDP, mulai dari persyaratan umum, dokumen yang diperlukan, tips dalam menyusun esai, CV, proposal penelitian, hingga di akhir sesi, peserta langsung praktik membuat akun pendaftaran beasiswa LPDP. Para peserta juga diberi tugas untuk menulis esai. Pada sesi tanya jawab, peserta mengajukan berbagai pertanyaan yang kemudian dijawab oleh narasumber, sehingga momen ini menjadi sangat bermanfaat bagi mereka yang selama ini belum mendapat jawaban. Narasumber menekankan bahwa mendaftar beasiswa LPDP sebenarnya tidaklah sulit. Yang terpenting adalah komitmen dan kesabaran dalam menjalani setiap tahapan seleksinya. Oleh karena itu, mentoring seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar prosesnya tidak terasa berat dan peserta dapat lebih mudah memahami setiap langkahnya. Dengan demikian, beasiswa LPDP tidak lagi menjadi momok yang menegangkan atau menakutkan seperti yang sering digambarkan di media sosial. Setiap orang memiliki kesempatan dan peluang untuk melanjutkan studi dengan beasiswa LPDP. Semoga tujuan dari mentoring ini benar-benar tercapai seperti yang telah diharapkan. (ervi)