MENJADI SARJANA PENUH KARYA (Penutupan Rangkaian Kegiatan Mentoring Pembuatan Akun Google Scholar dan Submit Artikel dari PGMI untuk PGMI)

foto bersama setelah rangkaian selesai dengan Kaprodi dan dosen PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Sebagai mahasiswa tentu Tri Dharma Perguruan Tinggi menjadi sebuah acuan dalam setiap kegiatan pengabdian. Bentuk pengabdian yang akan digunakan ketika akan terjun di masyarakat. Beragam problem kemasyarakatan tentu menjadi acuan para sarjana dalam menemukan pemecahan masalah (problem solving) yang akan mereka sampaikan dalam beragam bentuk, salah satunya melalui tulisan.
Era global sudah menuntut beragam pihak untuk ikut andil dalam produk kemajuan zaman yang ada, percepatan arus informasi yang semakin tidak terhindarkan juga harus diimbangi dengan kualitas filter terhadap informasi yang baik dan benar. Apalagi seorang sarjana, sebagai pihak yang menyandang gelar inteletual dan ilmuwan, mahasiswa bukan hanya harus cerdas tapi juga mempunyai ntegritas yang bisa diandalkan dalam mengarungi kancah dunia global saat ini. Era yang serba kecerdasan buatan (AI) dan hadirnya kepungan informasi di media sosial membuat problem kebenaran dan faktualitas informasi menjadi kabur. Beragam problema menyertai perkembangan arus informasi yang ada, kecepatan produksi informasi tidak diimbangi ketepatan informasi. Sehingga banyak masalah yang hadiR ditengah masyarakat, seperti berita bohong (hoax).
Mahasiswa sebagai agent dari sebuah harapan besar perubahan, tentu harus peka terhadap beragam masalah yang hadir belakangan ini. Maka, melihat problem seperti diatas secara sadar kita sebagai mahasiswa ikut terlibat dalam memecahkan beragam masalah tersebut. Melihat kekosongan tersebut, mahasiswa Pascasarjana PGMI UIN Sunan Kalijaga menghadirkan sebuah acara dalam menghadirkan beragam masalah perihal kondisi kekinian dalam bentuk workshop yang bertema “How To Make A Google Schoolar” yang dilakukan pada tanggal Kamis, 14 November 2019 di Ruang Teatrikal UIN Suka.
Dalam kegiatan tersebut, beragam latar belakang keilmuwan para narasumber memaparkan informasi berkaitan dengan keilmuwan masing-masing. Seperti yang kita ketahui, kita memasuki era Revolusi Industri 4.0 dimana berbagai elemen lembaga mempersiapkan sejak dini agar bisa survive terhadap pekermbangan saat ini. Era Revolusi Industri 4.0 hadir dengan membawa sebuah kebaharuan dalam bidang kecerdasan buatan (AI), otomatisasi beragam bentuk pekerjaan yang bisa secara efisien dilakukan oleh penggunaan teknologi. Maka dari itu, kecerdasan tersebut telah merambah ke dalam dunia informasi. Sehingga dapat mempermudah beragam kalangan dalam mengakses informasi secara cepat, begitupun dalam dunia peserta didik, menurut Ibu Anin “ Bahwa dalam Revolusi Industri 4.0 anak akan semakin mudah mencari informasi hanya sekali click digenggaman”.
Kondisi ini harus bisa disadari oleh para sajrana PGMI, anak tidak lagi dipandang dengan cara pandang tradisional seperti guru dahulu mengajar. Banyak hal baru terkhusus masuknya peran teknologi dalam dunia anak di era modern seperti sekarang. Sebagai sarjana PGMI, kualitas serjananya bukan hanya dalam hal belajar mengajar. Tapi, memanfaatkan era baru derasnya informasi bisa dijadikan motivasi dalam berbagi. Terkhusus menulis, sarjana PGMI bisa secara aktif melakukan pengkajian dengan tulisan untuk proses pencerdasan orangtua yang sudah ikut menggunakan teknologi.
Ibu Izzatin Kamala dalam paparanya “Bahwa motivasi menulis sangat dikedepankan di era cepatnya informasi seperti sekarang”. Maka bukan hal yang sulit untuk melakukan sharing informasi di era yang serba cepat saat ini. Para sarjana PGMI harus ikut andil melalui tulisan untuk melakukan pencerahan terhadap publik tentang dunia anak di internet.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan karya dan pengabdian”. Sarjana sebagai salah satu intelektual harus menjadikan budaya tulis menulis sebagai pengabdian ilmu terhadap masyarakat. Seperti yang disampaikan Ibu Fitri sebagai inisiator kegiatan “Para sarjana PGMI harus sejak awal saat semester 1 membiasakan menulis”.Sudah barang tentu, era modernitas seperti saat ini juga diimbangi dengan kesadaran bersama terhadap masalah yang timbul. Kecepatan informasi juga harus seimbang dengan ketepatan dalam menerima kebenaran informasi yang ada.
Redaktur : Ahmad Tarmidzi Hasibuan
Editor : Nur Rohman