KALIJAGA MUDA PGMI JUARA HADROH SE-DIY

Melalui Festival Hadroh, Majelis Sholawat Nabi dan Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (17/11) sore di Masjid Al-Hikmah Desa Gubukrubuh Kabupaten Gunung Kidul, kalijaga muda menampakan taringnya di hadapan para dewan juri yang menilai mereka pada saat itu. Dalam perhelatan kejuaraan hadroh se-DIY ini mempertemukan sedikitnya 14 kelompok hadroh dari berbagai kampus yang ada di Yogyakarta dalam bersaing secara kreatif dengan tujuan merebut podium tertinggi.

Al-Ibtidaiyah merupakan grup hadroh bentukan PGMI UIN SUKA dengan jumlah total sebanyak kurang lebih 50 mahasiswa yang terbagi dalam beberapa angkatan mulai tahun 2014-2019. Pada kompetisi kali ini PGMI UIN Sunan Kalijaga mengutus sepuluh mahasiswa pilihan terbaik untuk meununjukkan kebolehannya di panggung bergengsi se DIY ini. Sepuluh mahasiswa aktif tersebut berasal dari berbagai angkatan diantaranya angkatan 2017, 2018 serta 2019. Komposisi grup hadroh ini terdiri dari vokal yang diisi oleh: Alifa Sepriana, Nur Wahyuni, Fani Saputri serta Winda. Sedangkan pada alat musik diisi oleh: Alvin, Khusnul, Murad, Zaky serta Yusuf.Mereka-mereka ini adalah utusan yang dinilai mampu mempersembahkan tropi terbaik kepada Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Melalui perantara brosure yang didapatkan oleh salah satu anggota hadroh Al-Ibtidaiyah, akhirnya grup ini memantapkan diri dengan penuh semangat mengikuti perlombaan hadroh yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai strategi serta latihan yang keras terus mereka lakukan meskipun tugas perkuliahan yang kian menumpuk. Menurut mereka itu sudah menjadi konsekuensi harus melakukan keduanya mengingat tujuan utama adalah kuliah serta komitmen dan konsisten terhadap ekskul yang mereka pilih. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh salah satu anggota grup yang dikonfirmasi melalui whatsapp ia menuturkan bahwa “kalau dibilang sibuk tugas kuliah ya pasti sibuk mba, apalagi ini kan menjelang akhir semester juga kan, pastinya tugas-tugas itu pastilah banyak. Tapi itu semua ya sesuai dengan ikrar kami di awal bahwa ketika sudah bergabung di grup ini yang harus komitmen juga terhadap ekskul ini meskipun kuliah juga adalah yang terpenting. Tapi intinya adalah pinter-pinter bagi waktu aja deh mba. Insya Allah semua akan berjalan dengan sesuai.”

Selain itu pula, untuk menyiasati diantara jadwal latihan dan tugas kuliah yang padat, mereka membagi waktu latihan di malam hari ba’da magrib. Ketua hadroh PGMI UIN Sunan Kalijaga Ahmad Alvian menuturkan “menurut waktu luangnya teman-teman,kadang gak setiap hari, persiapan satu minggu dengan jam malam ba’da maghrib, di halaman Sport Venue” ujar ketua grup yang sering disapa Alvian.

Sebelum bertanding mereka faham untuk menjadi juara setidaknya mereka harus menyingkirkan 13 grup lain yang juga sudah terdaftar pada kompetisi kali ini. Semangat juang para mahasiswa yang ikut bergabung dalam grup hadroh ini sangat membanggakan. Malam perhelatan hadroh se-DIY telah berlangsung dan saatnya pembacaan daftar pemenang oleh pembawa acara. Tepat pukul 22.30 nama Al-Ibtidaiyah menggema di langit Yogyakarta dan dinobatkan sebagai juara satu hadroh se-DIY. Rasa syukur dan haru seketika mengalir dalam nadi mereka. Mereka tak mengira bahwa akan pulang dengan tropi terbaik tersebut, pasalnya mereka hanya latihan dalam waktu satu minggu. Dengan rasa bangga akhirnya mereka pulang membawa persembahan terbaik kepada Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga. Malam itu pula diumumkan bahwa Juara dua diraih oleh grup Zulfikar dari Sewon Bantul, sedangkan juara 3 tiga diperoleh grup Sabilal Huda Junior dari Dlingo Bantul.

Pelajaran berharga dari perolehan ini adalah kuantitas belum tentu menentukan hasil terbaik. Hal ini terbukti meskipun proses latihan hanya dilakukan satu minggu tetapi mampu memperoleh hasil yang memuaskan. Itu semua diperoleh berkat kesungguhan kualitas latihan yang dilakukan oleh semua tim. Selain itu pula, perolehan ini membuktikan bahwa mahasiswa PGMI UIN Sunan Kalijaga bukan hanya memiliki kompetensi dibidang akademik saja melainkan memiliki kemampuan lain yang nantinya akan bermanfaat untuk mahasiswa di kemudian hari khususnya setelah selesai menempuh masa studi dan berbaur di lingkungan masyarat luas.

Redaktur : Yuli Widi Hastuti

Editor : Ridho Agung Juwantara