Eksplorasi Keanekaragaman Vertebrata di Gembira Loka Zoo

Mahasiswa semester 4 dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, melaksanakan kunjungan observasi lapangan di Gembira Loka Zoo pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari pendalaman mata kuliah Konsep Dasar IPA di bawah bimbingan dosen pengampu oleh Ibu Dr. Fitri Yuliawati S.Pd.Si., M.Pd.Si. Laporan ini disusun oleh kelompok 1A yang beranggotakan Alya Raihan Fadilla (24104080015), Ifo Faujiah (24104080022), Nurfah Zain Suyuti (24104080026), Nur Kholidah (24104080029) dan Adi Suryadi (24104080032).Selama kunjungan, kelompok melakukan pengamatan langsung terhadap keanekaragaman hayati untuk memperkuat pemahaman mengenai klasifikasi makhluk hidup, khususnya kelompok vertebrata. Berikut adalah hasil pengamatan terhadap beberapa spesies hewan.

1. Arwana Perak

Sistem Klasifikasi

  • Kingdom: Animalia

  • Filum: Chordata

  • Kelas: Actinopterygii

  • Ordo: Osteoglossiformes

  • Famili: Osteoglossidae

  • Genus: Osteoglossum

  • Spesies: O. bicirrhossum

  • Nama Ilmiah: Osteoglossum bicirrhosm

  1. Sistem Pernapasan

Arwana perak bernapas menggunakan insang. Insang berfungsi mengambil oksigen terlarut dari air dan mengeluarkan karbon dioksida.

  1. Sistem Reproduksi

Berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) sekitar 50-250 butir dan biasanya bertelur di bulan Desember dan Janari. Selama 6 minggu, Jantan membawa telur, laeva, dan anakan muda di dalam mulutnya. Dan akan berkembang biak satu tahun sekali.

  1. Cara Hidup/Habitat

Arwana perak hidup di air tawar, terutama di sungai, danau, rawa, serta daerah banjir di wilayah Amazon, Amerika Selatan. Ikan ini hidup dekat permukaan air dan bersifat predator, memakan ikan kecil, serangga, udang, dan hewan kecil lainnya.

  1. Fakta Unik

Dapat melompat keluar dari air untuk menangkap serangga, ikan, atau burung. Sehingga memiliki julukan “monyet air”.

2. Kodok Bangkong Banyu

  1. Sistem Klasifikasi

  • Kingdom: Animalia

  • Filum: Chordata

  • Kelas: Amphibia

  • Ordo: Anura ( Katak dan kodok)

  • Famili:Bufonidae

  • Genus: Pseudobufo (monospesifik)

  • Spesies: P. subasper

  • Nama Ilmiah: Pseudobufo subasfer

  1. Sistem Pernapasan

Bangkong banyu bernafas menggunakan paru paru dan kulit yang kaya akan pembuluh darah. sebagai amfibi akuatik, ia mengandalkan pernapasan kutaneus untuk menyerap oksigen langsung dari air saat menyelam, serta melakukan pernapasan buccopharyngeal melalui selaput lendir di rongga mulut. saat berada di permukaan, ia menghirup udara ke paru paru dengan gerakan memompa otot dasar mulut karena tidak memiliki diafragma.

  1. Sistem Reproduksi

Hewan ini bereproduksi secara ovipar (bertelur) dengan proses pembuahan eksternal yang terjadi sepenuhnya di perairan rawa gambut. Kodok jantan menarik perhatian betina melalui suara panggilan yang khas di malam hari untuk kemudian melakukan amfiplexus, yaitu perilaku pejantan memeluk erat punggung betina demi memastikan sperma membuahi telur telur yang dikeluarkan langsung ke air. Telur telur tersebut nantinya menetas menjadi berudu ( kecobong) yang bersifat sepenuhnya akuatik sebelum akhirnya bermetamorfosis menjadi kodok dewasa.

  1. Cara Hidup/Habita

Kodok Bangkong Banyu (Pseudobufo subasper) adalah amfibi unik asal rawa gambut Sumatera dan Kalimantan yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di dalam air. Berbeda dengan kodok darat pada umumnya, spesies raksasa ini memiliki kaki berselaput penuh untuk berenang dan kulit kasar yang membantu adaptasi di lingkungan perairan hutan yang lembap. Sayangnya, keberadaan mereka kini terancam akibat menyusutnya luas hutan rawa dan kerusakan ekosistem gambut.


  1. Fakta Unik

Kodok Bangkong Banyu (Pseudobufo subasper) adalah spesies unik yang memegang predikat sebagai satu-satunya anggota di genusnya sekaligus salah satu kodok akuatik terbesar di dunia, dengan betina yang ukurannya bisa mencapai 15 cm. Meskipun termasuk keluarga kodok sejati, ia dijuluki "kodok palsu" karena fisiknya yang lebih mirip katak air dengan kaki berselaput penuh untuk berenang di rawa gambut. Ciri khas lainnya adalah mata coklat keemasan yang menonjol serta warna kemerahan di sisi tubuhnya, menjadikannya ikon amfibi yang sangat bergantung pada kelestarian hutan rawa Sumatera dan Kalimantan.


3. Iguana Albino (Iguana Iguana)

  1. Sistem Klasifikasi

  • Kingdom : Animalia

  • Filum : Chordata

  • Kelas : Reptilia

  • Ordo : Squamata

  • Famili : Iguanidae

  • Genus : Iguana

  • Spesies : Iguana iguana

  • Nama Ilmiah: Iguana iguana

  1. Sistem Pernapasan

Iguana memiliki sistem paru-paru yang unik dengan struktur satu arah yang secara fungsional mirip dengan burung. Paru-paru ini memiliki cabang-cabang kecil yang memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara efisien melalui kantung udara kecil (alveoli). Meskipun bernapas dengan paru-paru dan hidup di darat, iguana (khususnya iguana laut) memiliki kemampuan luar biasa untuk menahan napas di bawah air dalam waktu lama—beberapa spesies dapat bertahan hingga 45 menit atau lebih untuk menghindari predator atau mencari makan. Jika iguana albino stres atau mengalami infeksi pernapasan, mereka mungkin bernapas lebih berat atau sering membuka mulut.

  1. Sistem Reproduksi

Iguana umumnya berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar), dan beberapa sumber menyebutkan cara bertelur-beranak (ovovivipar) dengan masa inkubasi sekitar 90-100 hari. Iguana betina dapat menghasilkan telur dalam jumlah banyak, antara 20-70 butir per tahun.

  1. Cara Hidup/Habitat

Iguana albino hidup bertengger di dahan pohon dan di dekat air untuk melarikan diri jika terancam. Karena warna tubuh yang mencolok dan tidak tersamarkan, iguana albino rentan menjadi target predator seperti burung pemangsa, ular, dan mamalia. Mereka cenderung tenang, jarang bergerak cepat dan lebih banyak menghabiskan waktu di satu tempat untuk menghemat energi. Mereka merupakan hewan herbivora yang memakan daun, buah, bunga, dan sayuran. Namun karena penglihatan yang buruk, mereka cenderung kesulitan mencari makanan di alam liar dibandingkan iguana normal. Iguana albino memiliki mata merah yang kekurangan pigmen, menyebabkan mereka sulit melihat dengan jelas, terutama saat terkena cahaya matahari secara langsung.

  1. Fakta Unik

Iguana Albino merupakan variasi langka dari iguana hijau (Iguana iguana) yang memiliki kelainan pigmen sehingga tubuhnya berwarna kuning pucat, krem, atau putih. Warna matanya biasanya kemerahan atau merah muda karena kurangnya melanin pada tubuhnya.

Meskipun disebut albino, iguana ini tetap termasuk spesies yang sama dengan iguana hijau biasa, hanya berbeda pada faktor genetik pewarnaan kulit. Karena tidak memiliki pigmen pelindung yang cukup, Iguana Albino lebih sensitif terhadap cahaya matahari langsung dibandingkan iguana normal.

Keunikan lainnya adalah penampilannya yang sangat mencolok dan eksotis, sehingga sering menjadi daya tarik di kebun binatang maupun koleksi reptil. Selain itu, iguana ini memiliki kemampuan memanjat yang baik, ekor panjang sebagai alat pertahanan, serta dewlap (lipatan kulit di bawah leher) yang digunakan untuk komunikasi dan pengaturan suhu tubuh.

4. Nuri Abu-Abu Afrika (African Gray)

  1. Sistem Klasifikasi

  • Kingdom: Animalia

  • Filum: Chordata

  • Kelas: Aves

  • Ordo: Psittaciformes

  • Famili: Psittacidae

  • Genus: Psittacus

  • Spesies: Psittacus erithacus

  • Nama Ilmiah: African Gray

  1. Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan African Gray sama seperti aves pada umumnya, yaitu menggunakan paru-paru yang dibantu oleh kantung udara (air sacs). Udara masuk melalui lubang hidung yang terletak di pangkal paruh, kemudian melewati trakea menuju paru-paru. Setelah itu udara disimpan sementara di kantung udara yang tersebar di beberapa bagian tubuh.

Mekanisme ini memungkinkan aliran udara satu arah sehingga pertukaran oksigen berlangsung lebih efisien. Sistem tersebut sangat mendukung kebutuhan energi tinggi saat burung terbang, bergerak aktif, dan menjaga suhu tubuh tetap stabil.

  1. Sistem Reproduksi

Perkembang-biakan African Grey dimulai saat psangan burung memilih pohon pilihannya. Merupakan satwa monogami (hanya memiliki 1 pasangan) African grey siap kawin di usia 3-5 tahun. Berkembang biak dengan cara bertelur, African gray betina dapat menghasilkan 9-12 butir dan telur akan menetas setelah 30 hari.

  1. Cara Hidup/Habitat

Habitat asli African Gray berada di hutan hujan tropis, hutan sekunder, daerah savana berhutan, serta kawasan perkebunan di Afrika Barat dan Afrika Tengah. Burung ini cenderung hidup berkelompok dan aktif pada siang hari (diurnal).

Makanan utamanya berupa biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, bunga, dan tunas muda tumbuhan. Paruhnya yang kuat digunakan untuk memecah biji keras dan membantu memanjat dahan pohon.

  1. Fakta Unik

African Gray dikenal sebagai salah satu burung paling cerdas di dunia. Burung ini mampu meniru suara manusia dengan pelafalan yang jelas serta dapat mengingat banyak kosakata. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa African Gray mampu mengenali bentuk, warna, jumlah sederhana, dan memecahkan masalah tertentu.

Selain itu, burung ini memiliki ikatan sosial yang kuat dengan kelompoknya dan dapat hidup cukup lama, bahkan mencapai usia lebih dari 40 tahun dalam perawatan yang baik. Karena kecerdasannya, African Gray membutuhkan stimulasi mental yang cukup agar tetap sehat dan aktif.

5. Alpaka

  1. Sistem Klasifikasi

  • Kingdom: Animalia

  • Filum: Chordata

  • Kelas: Mammalia

  • Ordo: Artiodactyla

  • Famili: Camelidae

  • Genus: Vicugna

  • Spesies: Vicugna pacos

  • Nama Ilmiah: Vicugna pacos

  1. Sistem Pernapasan

Sebagai anggota kelas Mammalia, Alpaka bernapas menggunakan paru-paru. Mereka memiliki sistem pernapasan yang efisien untuk beradaptasi dengan lingkungan dataran tinggi yang kadar oksigennya rendah.

  1. Sistem Reproduksi

Masa Kehamilan: Berlangsung selama 242 – 345 hari.

Jumlah Anak: Biasanya hanya melahirkan 1 ekor anak dalam satu kali kelahiran.

Masa Sapih: Anak alpaka akan disapih setelah berusia 6 – 8 bulan.

  1. Cara Hidup/Habitat

Habitat: Hidup di wilayah gunung, padang rumput, dan sabana.

Asal Geografis: Berasal dari Amerika Selatan, tepatnya di negara Peru, Bolivia, Chili, dan Argentina.

Makanan (Pakan): Merupakan hewan herbivora yang memakan rumput, jerami, dan daun.

  1. Fakta Unik

Keluarga Unta Terkecil: Alpaka termasuk ke dalam keluarga unta (Camelidae) dan memiliki ukuran tubuh yang paling kecil di antara anggota keluarga unta lainnya.

Rentang Hidup: Dapat hidup selama 15 – 20 tahun.

Dimensi Tubuh: Memiliki berat sekitar 55 – 90 kg dengan panjang tubuh mencapai 120 – 225 cm.