BELAJAR MENGENAL LEBIH DEKAT DENGAN BERBAGAI HEWAN DI GEMBIRA LOKA ZOO

Kegiatan pembelajaran berbasis lapangan, Mahasiswa semester 4 dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Kelompok 2B yang beranggotakan Salisa Nur Muyasaroh (24104080042), Muhammad Hasbi (24104080053), Najwa Nabila Ashar (24104080054), Kuni rosyidah (24104080059), dan Ina Distiana (24104080060) melaksanakan observasi di kebun Binatang Gembira Loka Zoo pada Kamis, 9 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan dengan didampingi langsung oleh dosen pembimbing, Ibu Dr. Fitri Yuliawati, S.Pd.Si., M.Pd.Si., guna memastikan proses pengamatan berjalan dengan baik dan terarah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai klasifikasi dan karakteristik hewan secara langsung.Dalam kegiatan ini, mahasiswa melakukan pengamatan terhadap berbagai jenis satwa yang termasuk dalam lima kelompok utama, yaitu Pisces (ikan), Amphibia (hewan dua alam), Reptil (hewan melata), Aves (burung), dan Mamalia (hewan menyusui). Observasi dilakukan secara langsung di area kandang masing-masing hewan, sehingga mahasiswa dapat melihat karakteristik, perilaku, serta habitat setiap spesies secara nyata.

Proses pembelajaran di luar kelas ini memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa untuk mengaitkan teori dengan kondisi di lapangan. Dengan melihat langsung, mahasiswa dapat mengamati ciri-ciri khusus setiap kelompok hewan, seperti cara bergerak, cara berkembang biak, hingga adaptasi terhadap lingkungannya.Kegiatan observasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian hewan dan lingkungan. Selain itu, observasi ini juga menjadi langkah awal dalam membangun kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.Dengan terlaksananya kegiatan ini, Kelompok 2B berhasil memperoleh wawasan baru serta pengalaman berharga dalam mempelajari dunia hewan secara nyata di kebun binatang. Berikut adalah deskripsi mendalam mengenai karakteristik dan keunikan dari masing-masing spesies yang menjadi fokus pengamatan Kelompok 2B:

  • Pisces: Giant Arapaima

  • Amphibi: Axolotl

  • Reptil: Kura kura leher panjang

  • Aves: Beluk ketupa

  • Mamalia: Common squirrel monkey

1. Giant Arapaima (Arapaima gigas)

Sistem Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Pisces (Actinopterygii)
Ordo: Osteoglossiformes
Famili: Arapaimidae
Genus: Arapaima
Spesies: Arapaima gigas

Sistem Pernapasan

Arapaima memiliki sistem pernapasan yang unik, yaitu menggunakan insang dan memiliki organ mirip paru-paru, cenderung berada di dekat permukaan air sebelum naik untuk bernapas dan harus muncul ke permukaan setiap 10-20 menit untuk mengambil udara langsung. Ia menggunakan sebuah kantung udara atau swim bladder yang termodifikasi dan bertindak sebagai paru-paru. Adaptasi ini memungkinkan Arapaima hidup di perairan dengan kadar oksigen rendah.

Sistem Reproduksi

Arapaima berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Biasanya terjadi saat musim air surut di Amazon. Induk biasanya membuat sarang atau menggali di dasar perairan yang berarus tenang sebagai tempat penyimpanan telur, lubang digali oleh induk Jantan kemudian kedua induk bergantian menjaga telur-telur mereka hingga menetas, telur arapaima akan menetas sekitar 3 bulan dan setelah telur menetas, induk akan menjaga anak-anaknya dari ancaman predator. Anak arapaima akan berkerumun di sekitar kepala induk Jantan sebagai perlindungan.

Cara Hidup/Habitat

Arapaima tersebar luas di Sungai Amazon, Amerika Selatan. Ikan ini hidup di perairan tawar seperti sungai, rawa, dan danau dengan kondisi air tenang, dangkal, serta rendah oksigen. Sebagai predator, Arapaima berburu mangsa di sekitar permukaan air. Makanannya meliputi ikan kecil, udang, kepiting, serangga, hingga burung kecil dan hewan lain yang berada di permukaan air. Selain itu, arapaima juga diketahui mengonsumsi buah-buahan dan biji-bijian sebagai bagian dari pola makannya.

Fakta Unik

Giant Arapaima atau Arapaima gigas dikenal oleh Masyarakat lokal di sepanjang Sungai Amazon dengan sebutan Pirarucu, yang berarti “ikan merah”. Nama ini merujuk pada pancaran kemerahan pada sisiknya serta warna merah-oranye dari pada dagingnya.

Giant Arapaima merupakan salah satu ikan air tawar terbesar di dunia, yang dapat tumbuh hingga sekitar 4,5 meter dengan berat mencapai 200 kg. Arapaima memiliki metode berburu khas yang disebut “gulp”, yaitu menyedot mangsa di dekat permukaan air menggunakan mulutnya yang lebar dan kuat.

Mulut Arapaima dilengkapi dengan gigi yang keras, tajam, dan bertulang, sehingga mampu menelan mangsa berukuran relatif besar, seperti ikan lain, burung, bahkan hewan kecil lainnya. Selain itu, sisiknya sangat kuat dan berfungsi sebagai perlindungan dari gigitan predator seperti piranha. Arapaima juga memiliki kemampuan bertahan hidup hingga sekitar 24 jam dalam kondisi minim air, menunjukkan tingkat adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya.

Secara morfologi, Arapaima memiliki kepala runcing berwarna hijau tembaga, mulut menghadap ke atas, serta tubuh yang panjang, bersisik, dan ramping. Warna tubuhnya cenderung gelap dengan beberapa bagian keputihan, serta sirip punggung yang memanjang hingga ekor. Karena bentuk tubuhnya yang telah ada sejak zaman dahulu dan relatif tidak banyak berubah, arapaima sering dijuluki sebagai “ikan purba”

2. Axolotl

Sistem Klasifikasinya

Nama Ilmiah : Ambystoma mexicanum
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Urodela (Caudata)
Famili : Ambystomatidae
Genus : Ambystoma
Asal : Meksiko
Pakan : Cacing, serangga air, ikan kecil, larva
Panjang : 15–45 cm
Berat : ±60–200 gram
Masa Hidup : 10–15 tahun

Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan axolotl cukup unik karena dapat menggunakan beberapa cara bernapas sekaligus.

  • Insang Eksternal: Axolotl memiliki insang luar yang terlihat seperti “rumbai-rumbai” di kedua sisi kepalanya. Insang ini berfungsi menyerap oksigen langsung dari air.

  • Paru-paru: Selain insang, axolotl juga memiliki paru-paru sederhana yang memungkinkan mereka mengambil udara dari permukaan air.

  • Kulit: Axolotl juga dapat bernafas melalui kulitnya (respirasi kutaneus), di mana oksigen diserap langsung melalui permukaan tubuh yang lembab.

  • Fleksibilitas Pernapasan: Kemampuan menggunakan tiga cara bernapas ini membuat axolotl sangat adaptif terhadap kondisi lingkungan yang berbeda, terutama kadar oksigen dalam air.

Sistem Reproduksi

Axolotl berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Proses pembuahan terjadi secara eksternal melalui spermatofor yang diletakkan oleh jantan dan diambil oleh betina.

Betina dapat menghasilkan ratusan telur dalam sekali reproduksi. Telur biasanya menempel pada tanaman air dan akan menetas dalam waktu sekitar 2–3 minggu.

Cara Hidup / Habitat

Axolotl merupakan hewan akuatik yang hidup sepenuhnya di air tawar. Mereka berasal dari danau dan kanal di wilayah Meksiko, terutama Danau Xochimilco.

Axolotl cenderung hidup soliter (sendiri) dan aktif pada malam hari (nokturnal). Mereka lebih menyukai air yang tenang dengan banyak tanaman air sebagai tempat berlindung.

Ciri-ciri :

  • Memiliki insang luar berbentuk seperti bulu di kepala

  • Tubuh mirip salamander dengan ekor panjang

  • Dapat meregenerasi (menumbuhkan kembali) bagian tubuh yang hilang

  • Kulit halus dengan warna bervariasi (putih, coklat, hitam, atau albino)

Status Konservasi

Axolotl (Ambystoma mexicanum) saat ini berstatus Kritis (Critically Endangered) menurut organisasi International Union for Conservation of Nature dalam daftar IUCN Red List.

Artinya, spesies ini berada pada risiko sangat tinggi untuk punah di alam liar.


3. Kura-Kura Leher Panjang (Northern Snak-necked Turtle/Chelodina siebenrocki)

Sistem Klasifikasi

Kura-kura berleher panjang, adalah genus kura-kura berleher panjang dan beragam dengan sejarah nomenclatural yang rumit. Meskipun di masa lalu Macrochelodina dan Macrodiremys telah dianggap sebagai genera yang terpisah dan sebelum itu semua sama, mereka sekarang dianggap sebagai subgenera Chelodina.

  • Kingdom: Animalia

  • Filum: Chordata

  • Kelas: Reptilia

  • Ordo: Testudines (hewan bercangkang)

  • Famili: Chelidae

  • Genus: Chelodina

  • Contoh spesies: Chelodina longicollis

Sistem Pernapasan

Kura-kura berleher Panjang bernapas dengan menggunakan paru-paru. Lehernya yang Panjang berfungsi sebagai “Snorkel”. Mereka cukup menjulurkan helernya ke permukaan air untuk mengambil udara tanpa harus menggerakan seluruh tubuhnya, sehingga dapat menghemat energinya dan bersembunyi dari predator.

Sistem Reproduksi

Kura-kura berleher Panjang bereproduksi dengan cara ovipar (bertelur) di daratan, biasanya akan menetas setelah 3-4 bulan. Pada saat akan bertelur, betina naik ke darat biasanya setelah hujan saat kondisi tanah masih lunak untuk menggali lubang dan menyimpan telurnya sekitar 10-15 butir telur. Menetasnya telur bergantung pada kondisi suhu lingkungan.

Cara Hidup/Habitatnya

Habitat kura-kura berleher Panjang biasanya ada di Sungai, danau, dan rawa-rawa di hutan terbuka yang lembab. Kura-kura ini memiliki leher Panjang yang bisa membantu mereka mencapai makanan di permukaan air dan daratan. Mereka juga dapat hidup di dalam air yang cukup dalam dan menghabiskan Sebagian waktunya untuk berenang. Populasi kura-kura berleher Panjang terancam punah karena hilangnya habitat alami mereka akibat pembabatan hutan dan Pembangunan perkotaan. Mereka Adalah predator penyergap, makanannya terdiri dari ikan kecil, kecebong, udang, dan serangga air. Ketika mereka berburu, mereka menggunakan lehernya seperti pegas, ketika mangsa mendekat, kuar-kura ini akan menjulurkan kepalanya dengan kecepatan tinggi untuk menangkap targetnya.

Fakta Unik

  • Kura-kura ini tidak seperti kura-kura pada umumnya, kura-kura berleher Panjang tidak mampu menarik masuk kepalanya hingga ke dalam tempurung.

  • Mereka disebut dengan sebutan “Snacke-necked Tutrle” karena Gerakan lehernya yang luwes seperti ular.

  • Tempurungnya cenderung lebih datar dan ringan dibandingkan kura-kura darat, yang membantu mereka bergerak lebih lincah di dalam air.

  • Bisa mengeluarkan bau tidak sedap saat merasa terancam

4. Beluk ketupa

Sistem Klasifikasi

  • Kingdom : Animalia

  • Filum : Chordata

  • Kelas : Aves

  • Ordo : Strigiformes

  • Famili : Strigidae

  • Genus : Ketupa

  • Spesies : Ketupa ketupu

  • Nama Latin/Ilmiah : Ketupa ketupu

Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan pada beluk ketupa (Ketupa ketupu) memiliki struktur yang khas seperti burung pada umumnya. Sistem pernapasan pada Ketupa ketupu sebagai burung (aves) menggunakan paru-paru yang dibantu oleh pundi-pundi udara (air sacs). Udara yang masuk melalui saluran pernapasan akan mengalir secara satu arah melalui paru-paru, sehingga proses pertukaran oksigen berlangsung lebih efisien dibandingkan pada manusia. Pundi-pundi udara ini juga berfungsi sebagai cadangan udara yang membantu menjaga ketersediaan oksigen, terutama saat burung terbang atau beraktivitas aktif di malam hari. Sistem pernapasan ini merupakan ciri khas pada burung yang mendukung aktivitas metabolisme tinggi.

Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi beluk ketupa (Ketupa ketupu) berlangsung secara ovipar (bertelur) seperti burung pada umumnya. Pembuahan terjadi secara internal setelah proses perkawinan. Betina kemudian akan bertelur, biasanya di sarang alami seperti lubang pohon atau tempat tersembunyi di dekat perairan. Jumlah telur umumnya sedikit, dan telur akan dierami oleh induk betina hingga menetas. Setelah menetas, anak burung dirawat oleh kedua induknya. Induk jantan biasanya bertugas mencari makanan, sementara betina menjaga dan melindungi anak. Sistem reproduksi ini mendukung kelangsungan hidup anak hingga cukup kuat untuk mandiri.

Cara Hidup/Habitat

Beluk ketupa (Ketupa ketupu) hidup di habitat yang dekat dengan perairan, seperti sungai, danau, rawa, serta hutan mangrove. Burung ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, karena lingkungan tersebut menyediakan sumber makanan yang melimpah. Cara hidupnya bersifat nokturnal (aktif pada malam hari). Saat malam, beluk ketupa berburu mangsa seperti ikan, katak, dan hewan air kecil lainnya dengan cara terbang rendah atau bertengger di dahan dekat air lalu menyambar mangsanya. Burung ini cenderung hidup soliter atau berpasangan, terutama saat musim berkembang biak. Pada siang hari, mereka biasanya beristirahat di tempat yang teduh dan tersembunyi untuk menghindari gangguan.

Fakta unik

Beluk ketupa (Ketupa ketupu) memiliki sejumlah keunikan yang membedakannya dari burung hantu lain. Salah satu ciri khasnya adalah kemampuannya berburu ikan. Tidak seperti kebanyakan burung hantu yang memangsa hewan darat, beluk ketupa sering mencari makan di sekitar perairan dan mampu menyambar ikan atau hewan air langsung dari permukaan.

Sebagai hewan nokturnal, burung ini aktif pada malam hari dengan dukungan penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam. Matanya yang besar memungkinkan ia melihat dengan baik dalam kondisi minim cahaya, sementara bulunya yang bercorak coklat berfungsi sebagai kamuflase alami agar sulit terlihat saat bertengger di pepohonan.

Selain itu, beluk ketupa memiliki postur tubuh yang cukup besar dan terlihat gagah. Seperti burung hantu pada umumnya, lehernya juga sangat fleksibel dan dapat diputar hingga sekitar 270 derajat. Kemampuan ini membantunya mengamati lingkungan sekitar tanpa harus banyak bergerak, sehingga lebih efektif saat berburu maupun menghindari ancaman.


5. Common squirrel monkey (Saimiri sciureus)

Sistem klasifikasi

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia

Ordo : Primata

Famili: Cebidae

Genus: Saimiri

Spesies: Saimiri sciureus

Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan pada common squirrel monkey Saimiri sciureus berlangsung seperti pada mamalia umumnya, yaitu udara masuk melalui hidung, kemudian disaring, dilembapkan, dan dihangatkan di rongga hidung sebelum melewati faring, laring, dan trakea menuju bronkus dan bronkiolus hingga mencapai alveolus di paru-paru; pada alveolus terjadi pertukaran gas, di mana oksigen diserap ke dalam darah dan karbon dioksida dikeluarkan untuk dihembuskan, dengan proses inspirasi dan ekspirasi dibantu oleh kerja diafragma yang mengatur mengembang dan mengempisnya paru-paru (Campbell Biology; Principles of Anatomy and Physiology).

Sistem Reproduksi

Squirrel monkey siap kawin di usia 2-4 tahun dengan musim kawin terjadi di bulan September- November di musim penghujan. Masa bunting berlangsung selama 5-6 bulan dan akan melahirkan 1 anak yang akan diasuh oleh induknya sampai mandiri.

Cara Hidup

Cara hidup common squirrel monkey Saimiri sciureus bersifat sosial dan aktif di siang hari (diurnal), hidup berkelompok besar yang bisa terdiri dari puluhan hingga ratusan individu untuk mencari makan dan melindungi diri dari predator; mereka umumnya hidup di pepohonan hutan tropis (arboreal), bergerak lincah di antara cabang-cabang, serta berkomunikasi menggunakan suara dan gerakan tubuh, dengan pola makan omnivora yang meliputi buah-buahan, serangga, nektar, dan hewan kecil, sehingga menunjukkan perilaku adaptif dalam mencari sumber makanan di lingkungannya (Mammalogy: Adaptation, Diversity, Ecology).

Fakta Unik

Satu kawanan squirrel monkey bisa terdiri hingga 30-40 individu yang memiliki tugas dan peran masing masing.