Eksplorasi Edukatif Dunia Satwa di Gembira Loka

Meninggalkan rutinitas pembelajaran di dalam kelas untuk sementara waktu, mahasiswa PGMI mengikuti kegiatan Zoo Study sebagai bentuk pembelajaran langsung di lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, dengan tujuan memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam memahami dunia satwa dan lingkungan.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengamati berbagai jenis hewan secara langsung, tetapi juga mempelajari karakteristik, habitat, serta peran penting masing-masing satwa dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dari hewan mamalia hingga berbagai jenis burung dan reptil, seluruh pengamatan memberikan wawasan baru yang tidak didapatkan hanya melalui teori di kelas.

Lebih dari sekadar kegiatan observasi, Zoo Study ini menjadi sarana pembelajaran yang menghubungkan antara teori dan praktik. Interaksi langsung dengan lingkungan sekitar membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan bermakna. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam.

Dengan adanya pengalaman belajar secara langsung ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami pentingnya peran manusia dalam menjaga keberlangsungan hidup satwa dan lingkungannya. Berikut merupakan beberapa spesies hewan yang diamati oleh kelompok 6C:

1.Piranha Perut Merah (Red-bellied piranha)

Sistem Klasifikasi

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Actinopterygii (ikan bersirip kipas)

Ordo: Characiformes

Famili: Serrasalmidae

Genus: Pygocentrus

Spesies: Pygocentrus nattereri

Sistem Pernapasan

Piranha perut merah bernapas menggunakan insang.

Air masuk melalui mulut

Air melewati lembaran insang

Oksigen (O₂) diserap oleh pembuluh darah di insang

Karbon dioksida (CO₂) dikeluarkan

Air keluar melalui celah insang (operkulum

Sistem Reproduksi

Piranha perut merah berkembang biak dengan cara ovipar (bertelur) dan pembuahan terjadi secara eksternal.

Prosesnya:

Induk betina mengeluarkan telur di air

Induk jantan mengeluarkan sperma untuk membuahi telur

Telur menetas menjadi larva

Larva tumbuh menjadi anak ikan

Habitatnya

Habitat piranha perut merah berada di perairan tawar.

Biasanya ditemukan di:

Sungai besar

Danau

Rawa-rawa

Anak sungai yang tenang

Wilayah penyebaran utamanya:

Amerika Selatan, terutama daerah Amazon, Orinoco, dan sekitarnya.

Cara Hidup

Piranha perut merah hidup secara berkelompok (bergerombol).

Ciri cara hidupnya:

Termasuk ikan karnivora (pemakan daging)

Memakan ikan kecil, udang, serangga air, dan bangkai

Bergerombol untuk melindungi diri dari predator

Memiliki gigi tajam untuk merobek makanan

2.Katak Pacman Albino (Ceratophrys cranwelli)

Sistem Klasifikasi

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Amphibia

Ordo: Anura

Famili: Ceratophryidae

Genus: Ceratophrys

Spesies: _Ceratophrys cranwelli_

Sistem Pernapasan

Katak ini menggunakan sistem pompa bukal (menelan udara ke paru-paru) karena tidak memiliki tulang rusuk. Selain itu, mereka melakukan pernapasan kutaneus (menyerap oksigen melalui kulit). Itulah alasan kulit mereka harus selalu lembap agar proses pertukaran gas tidak terhenti.

Sistem Reproduksi

Bersifat Ovipar (bertelur) dengan fertilisasi eksternal melalui proses Amplexus (jantan memeluk betina di air). Seekor betina bisa menghasilkan ratusan telur. Uniknya, larva atau berudunya sudah bersifat karnivora dan sangat agresif sejak menetas.

Habitat & Cara Hidup

Berasal dari wilayah Gran Chaco, Amerika Selatan. Mereka adalah katak terestrial (darat) yang hidup di lantai hutan lembap. Cara hidupnya adalah Ambush Predator; mereka mengubur diri di tanah dan hanya menyisakan mata untuk mengintai mangsa yang lewat.

Fakta Unik

  • Mulut Raksasa: Lebar mulutnya bisa mencapai 60% dari total panjang tubuhnya.
  • Odontoids: Memiliki tonjolan tulang menyerupai gigi di rahang atas untuk mencengkeram mangsa agar tidak lepas.
  • Estivasi: Dalam kondisi kekeringan, mereka bisa membuat lapisan kulit pelindung (kokon) dan "tidur" di dalam tanah sampai hujan tiba.

3.Ular Blue Insularis

Sistem Klasifikasi

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Reptilia (Reptil)

Ordo: Squamata

Famili: Viperidae

Genus: Trimeresurus

Spesies: Trimeresurus insularis

Sistem Pernapasan

Ular Blue Insularis bernapas menggunakan paru-paru, namun umumnya hanya paru-paru kanan yang berkembang dengan baik. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi di dalam paru-paru. Sistem pernapasan ini cukup efisien untuk mendukung aktivitasnya sebagai predator penyergap (ambush predator) yang tidak banyak bergerak tetapi membutuhkan energi cepat saat menyerang mangsa.

Sistem Reproduksi

Ular Blue Insularis termasuk hewan ovovivipar, yaitu telur berkembang di dalam tubuh induk dan menetas sebelum atau saat dilahirkan. Betina melahirkan anak hidup dengan jumlah sekitar 5–20 ekor. Setelah lahir, anak ular langsung mandiri tanpa perawatan induk.

Habitat dan Cara Hidup

Habitatnya berada di wilayah Indonesia, terutama di pulau-pulau seperti Nusa Tenggara. Ular ini hidup di hutan tropis, semak belukar, dan daerah pepohonan. Blue Insularis bersifat arboreal (hidup di pohon) dan juga nokturnal (aktif pada malam hari). Makanannya berupa kadal, burung kecil, dan hewan kecil lainnya.

Fakta Unik

Ular Blue Insularis dikenal karena warna biru cerah yang mencolok, meskipun tidak semua individu berwarna biru (ada juga yang hijau atau kuning). Ular ini memiliki bisa yang cukup berbahaya untuk melumpuhkan mangsa. Selain itu, ia termasuk ular yang mengandalkan kamuflase dan kesabaran saat berburu, menunggu mangsa lewat sebelum menyerang dengan cepat.

4.Mambruk Victoria

Sistem Klasifikasi

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Aves (Burung)

Ordo: Columbiformes

Famili: Columbidae

Genus: Goura

Spesies: Goura victoria

Sistem Pernapasan

Mambruk Victoria bernapas menggunakan paru-paru yang dibantu oleh pundi-pundi udara (air sacs). Sistem ini memungkinkan aliran udara satu arah sehingga pertukaran oksigen lebih efisien dibandingkan mamalia. Hal ini membantu menjaga stamina tubuh, meskipun mambruk lebih sering berjalan di tanah daripada terbang.

Sistem Reproduksi

Mambruk Victoria adalah hewan ovipar (berkembang biak dengan bertelur). Biasanya hanya menghasilkan 1 butir telur dalam satu kali reproduksi. Telur dierami oleh induk jantan dan betina secara bergantian. Setelah menetas, anak dirawat bersama hingga mampu mandiri.

Habitat dan Cara Hidup

Habitat mambruk Victoria berada di hutan dataran rendah Papua dan pulau sekitarnya. Mereka lebih sering hidup di tanah dan jarang terbang jauh. Mambruk bersifat diurnal (aktif pada siang hari) dan biasanya hidup berpasangan atau dalam kelompok kecil. Makanannya berupa buah-buahan, biji-bijian, dan serangga kecil.

Fakta Unik

Mambruk Victoria dikenal sebagai merpati terbesar di dunia dan memiliki jambul indah menyerupai mahkota di kepalanya. Suaranya khas dan dalam, sering terdengar seperti bunyi “boom”. Selain itu, burung ini termasuk hewan yang dilindungi karena populasinya mulai berkurang akibat perburuan dan kerusakan habitat.

5.Karakal

Sistem Klasifikasi

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mammalia (Mamalia)

Ordo: Carnivora (Karnivora)

Famili: Felidae

Subfamili: Felinae

Genus: Caracal

Spesies: Caracal caracal

Sistem Pernapasan

Karakal bernapas menggunakan paru-paru yang didukung oleh alveoli (kantong udara kecil tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida). Sistem ini sangat efisien untuk mendukung metabolisme tinggi mereka saat melakukan serangan kilat. Sebagai hewan predator aktif, pernapasan yang kuat memungkinkan mereka melompat vertikal hingga 3 meter tanpa cepat lelah.

Sistem Reproduksi

Karakal adalah hewan vivipar (berkembang biak dengan melahirkan) yang mencapai kematangan seksual (siap kawin) pada usia satu tahun. Masa buntingnya berkisar antara 68–81 hari dengan jumlah anak 1–6 ekor. Pola hidup mereka bersifat soliter, artinya mereka hidup sendiri dan hanya bertemu lawan jenis saat musim kawin tiba.

Habitat dan Cara Hidup

Habitat utamanya adalah wilayah semi-arid (daerah kering seperti sabana dan semak belukar) di Afrika dan Asia. Karakal bersifat nokturnal, yaitu lebih aktif berburu pada malam hari untuk menghindari panas matahari. Mereka sangat teritorial, artinya mereka memiliki wilayah kekuasaan tertentu yang ditandai dan dijaga dari karakal lainnya.

Fakta Unik

Karakal memiliki kemampuan adaptasi hidrasi yang hebat, di mana mereka bisa bertahan hidup lama tanpa minum dengan cara menyerap cairan dari tubuh mangsanya.

Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan lebih kontekstual. Harapannya, hasil dari kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai laporan, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.