Seminar Pembelajaran Seni dan Budaya KREAVASTYA 2026 Diikuti 270 Peserta
-
Yogyakarta, 1 Juni 2026 - Seminar Pembelajaran Seni dan Budaya bertajuk KREAVASTYA 2026 sukses digelar sebagai salah satu rangkaian kegiatan Ujian Pembelajaran Seni 2026. Kegiatan ini mengangkat tema “Menjadi Guru dengan Karakter Seni” dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian ujian pembelajaran seni semester 4 angkatan 2024 Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Seminar ini diikuti oleh sekitar 270 peserta yang terdiri dari mahasiswa, calon guru, dosen, serta pemerhati pendidikan seni dan budaya.
Seminar tersebut turut dihadiri oleh dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri atau PTKIN, serta dosen dari perguruan tinggi lainnya. Kehadiran para akademisi ini menunjukkan dukungan kuat terhadap penguatan pembelajaran seni sebagai bagian penting dalam membentuk karakter calon pendidik. Dalam kegiatan ini, Alfian Eko Widodo Adi Prasetyo, M.Pd., Dosen Pendidikan Seni UIN Sunan Kalijaga, bertindak sebagai moderator. Sementara itu, Dr. Fajr Subhan Syah Singa, S.Pd., M.A., Dosen Pendidikan Seni UIN SAIZU, hadir sebagai narasumber utama.
Melalui seminar ini, peserta diajak untuk memahami bahwa guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran. Guru juga perlu memiliki kepekaan seni, kreativitas, dan kemampuan menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan. Seni dipandang sebagai bagian penting dalam membangun karakter, rasa percaya diri, kemampuan komunikasi, dan kepekaan sosial peserta didik. Kegiatan ini juga memberi penguatan kepada mahasiswa dan calon guru agar mampu menjadikan seni sebagai pendekatan dalam pembelajaran. Seni tidak hanya dipahami sebagai praktik menggambar, bernyanyi, menari, atau bermain peran. Lebih dari itu, seni menjadi sarana untuk membentuk kepribadian guru yang kreatif, komunikatif, humanis, dan mampu memahami kebutuhan peserta didik.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta memiliki antusiasme tinggi terhadap pembelajaran seni dan budaya. Diskusi berlangsung aktif, terutama terkait peran seni dalam pendidikan dasar dan pembentukan karakter calon guru. Para peserta juga memperoleh pemahaman bahwa pembelajaran seni dapat dikembangkan secara kreatif, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. KREAVASTYA 2026 memberikan pesan penting bahwa calon guru harus mampu membawa nilai seni dalam proses mengajar. Guru dengan karakter seni diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang tidak kaku, tetapi tetap bermakna, terarah, dan membentuk karakter siswa.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran seni memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan. Dengan jumlah peserta mencapai 270 orang, seminar ini tidak hanya menjadi ruang akademik, tetapi juga menjadi wadah penguatan kapasitas mahasiswa dan calon guru dalam menghadapi tantangan pembelajaran di masa depan.