Mahasiswa PGMI UIN Sunan Kalijaga Belajar Sejarah Secara Langsung di Museum Benteng Vredeburg

Yogyakarta, 9 Juni 2026 – Sebanyak 95 mahasiswa Semester 2 Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengikuti kegiatan perkuliahan di luar kampus pada mata kuliah Konsep Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang diampu oleh Inggit Dyaning Wijayanti, M.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Museum Benteng Vredeburg, salah satu museum sejarah nasional yang berada di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dan berfungsi sebagai pusat edukasi sejarah perjuangan bangsa.

Kegiatan perkuliahan lapangan ini diselenggarakan sebagai implementasi pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa. Melalui kunjungan ke museum, mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep-konsep IPS secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga mengamati berbagai koleksi, diorama, serta sumber sejarah yang menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Dalam arahannya, Inggit Dyaning Wijayanti, M.Pd. menyampaikan bahwa pembelajaran IPS akan menjadi lebih bermakna apabila mahasiswa dapat menghubungkan teori dengan realitas di lapangan. Museum merupakan salah satu sumber belajar yang kaya akan nilai sejarah, sosial, budaya, serta nasionalisme yang sangat relevan untuk calon guru madrasah ibtidaiyah.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa pembelajaran IPS tidak hanya diperoleh dari buku teks, tetapi juga melalui pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Museum menjadi laboratorium pembelajaran yang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, historis, dan reflektif," ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti sesi observasi terhadap berbagai koleksi dan diorama perjuangan bangsa, mendokumentasikan hasil pengamatan, serta berdiskusi mengenai keterkaitan materi yang dipelajari dengan capaian pembelajaran mata kuliah Konsep Dasar IPS. Selain itu, mahasiswa diberikan tugas untuk menganalisis nilai-nilai sosial, budaya, dan sejarah yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran IPS di jenjang Madrasah Ibtidaiyah.

Kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya pelestarian warisan sejarah sebagai bagian dari identitas bangsa. Museum Benteng Vredeburg, yang dulunya merupakan benteng pertahanan pada masa kolonial dan kini menjadi museum sejarah perjuangan nasional, menyediakan berbagai media edukatif yang mendukung proses pembelajaran sejarah secara interaktif.

Para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti rangkaian kegiatan. Mereka aktif mengamati koleksi museum, mengajukan pertanyaan kepada pemandu, serta berdiskusi mengenai berbagai peristiwa sejarah yang dipresentasikan melalui diorama dan koleksi museum.

Melalui kegiatan perkuliahan di luar kampus ini, Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terus mendorong pelaksanaan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengalaman nyata. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang pembelajaran IPS yang menarik, bermakna, dan relevan bagi peserta didik di Madrasah Ibtidaiyah.