Pelepasan Mengusung Tema: "ISAE 2026 dari Keunggulan Akademik Menuju Dampak Global"

International Student Academic Experience (ISAE) merupakan salah satu program strategis internasionalisasi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Program ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar lintas negara melalui keterlibatan mahasiswa dalam lingkungan perguruan tinggi, sekolah dasar, dan masyarakat di negara tujuan. Bagi mahasiswa PGMI, ISAE menjadi ruang untuk melihat pendidikan dari perspektif yang lebih luas sekaligus merefleksikan praktik pendidikan Indonesia dalam konteks global. Selasa, 29 September 2026 bertempat di gedung Amin Abdullah (Multi Purpose) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dihadiri oleh Dekan: Prof. Dr. Sigit Purnama, Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I. Wakil Dekan Bidang Keuangaan, Prof. Dr. Ibrahim, M.P, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaaan dan Kerjasama, Dr. Winarti, M.Pd.Si, Ketua Program Studi PGMI: Dr.Luluk Mauluah, M.Si, M.Pd berlangsung lancar dan penuh semangat.

Pelaksanaan ISAE mengintegrasikan enam pengalaman utama, yaitu Praktik Kerja Lapangan (PKL), Paper Presentation, Cross Culture, Bridging Class, International Community Service, dan Experiential Learning. Rangkaian tersebut mempertemukan dimensi akademik, profesional, sosial, dan budaya dalam satu pengalaman belajar. Melalui PKL, mahasiswa diarahkan mengkaji manajemen sekolah atau madrasah melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, mencakup aspek akademik, sumber daya manusia, sarana-prasarana, keuangan, hingga sistem informasi.

Pendampingan dosen selama kegiatan diarahkan agar setiap pengalaman mahasiswa menjadi bahan refleksi akademik. Mahasiswa tidak sekadar melihat dan mengikuti agenda, tetapi didorong untuk bertanya: praktik baik apa yang dapat dipelajari, nilai apa yang dapat diadaptasi, dan bagaimana pengalaman tersebut dapat memperkuat kompetensi mereka sebagai calon pendidik. Pendekatan ini penting agar mobilitas internasional memiliki dampak akademik yang terukur dan membentuk kemampuan mahasiswa dalam menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan realitas sosial dan pendidikan yang ditemui di lapangan.

ISAE juga menjadi sarana membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk tampil dalam ruang akademik internasional. Komponen academic presentation memberi kesempatan untuk melatih penyampaian gagasan secara sistematis, sementara cross-culture performance menjadi medium untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Indonesia. Di sisi lain, experiential learning dan kegiatan pengabdian membuka ruang bagi mahasiswa untuk belajar melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial. Kombinasi tersebut memperkuat kemampuan bekerja sama, komunikasi interpersonal, kreativitas, kepemimpinan, serta sensitivitas terhadap keberagaman.

Pelaksanaan kegiatan internasional ini sekaligus memperkuat orientasi internasionalisasi Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pengalaman belajar di luar negeri diharapkan dapat memperkaya atmosfer akademik ketika mahasiswa kembali ke kampus. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada mahasiswa lain melalui diskusi, presentasi, laporan reflektif, maupun pengembangan kegiatan akademik lanjutan. Dengan demikian, manfaat ISAE tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi berpotensi memberi efek pengganda bagi lingkungan program studi.

Melalui ISAE, mahasiswa diharapkan semakin memahami bahwa menjadi calon guru pada era global membutuhkan kesiapan belajar sepanjang hayat. Guru masa depan perlu terbuka terhadap perkembangan pendidikan, teknologi, budaya, dan perubahan sosial, tetapi tetap memiliki identitas, nilai, serta tanggung jawab profesional yang kuat. Pengalaman di Singapura menjadi salah satu proses untuk membentuk perspektif tersebut melalui situasi nyata yang menuntut mahasiswa belajar secara aktif.

Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga berharap rangkaian International Student Academic Experience dapat terus menjadi wahana penguatan kompetensi mahasiswa sekaligus memperluas jejaring dan pengalaman akademik internasional. Melalui pendampingan yang terarah, setiap perjalanan diharapkan menjadi proses pembelajaran bermakna yang melahirkan calon pendidik madrasah ibtidaiyah yang adaptif, percaya diri, berwawasan global, mampu bekerja dalam lingkungan multikultural, serta tetap membawa nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam kiprahnya.