PGMI UIN Sunan Kalijaga Perkuat Jejaring Akademik Internasional melalui ISAE 2026 di UPSI Malaysia

TANJUNG MALIM, MALAYSIA — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali menegaskan orientasi internasionalisasi pendidikan melalui program International Student Academic Experience (ISAE) 2026. Pada Selasa, 6Oktober 2026, delegasi PGMI melaksanakan kunjungan akademik ke Pusat Pedagogi, Penyelidikan dan Inovasi atau Centre of Pedagogical Research and Innovation (CPRI), Fakulti Pembangunan Manusia, Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang perjumpaan akademik lintas negara yang mempertemukan mahasiswa, dosen, gagasan penelitian, serta ekspresi kebudayaan Indonesia dan Malaysia.

Kunjungan tersebut memperoleh persetujuan resmi dari CPRI, Fakulti Pembangunan Manusia UPSI melalui surat tertanggal 15 September 2026. Dalam surat itu, UPSI menyatakan menerima dan mengalu-alukan kunjungan akademik PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga dalam rangka ISAE. Bagi PGMI UIN Sunan Kalijaga, ISAE tidak ditempatkan sekadar sebagai perjalanan akademik ke luar negeri. Program ini menjadi wahana pembelajaran autentik yang memberi mahasiswa pengalaman berinteraksi dalam ekosistem pendidikan internasional. Mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengomunikasikan gagasan ilmiah dalam bahasa akademik, menerima perspektif baru, membangun kepercayaan diri, serta memahami bahwa calon guru madrasah ibtidaiyah perlu memiliki wawasan global tanpa kehilangan akar keislaman, keindonesiaan, dan kepekaan budaya.

Salah satu agenda utama adalah International Paper Presentation. Andhika Yahya Putra sebagai keynote mengawali dengan tema:Innovation andCollaborationin Education: ShaappingFuture-Reaady Leaners.Enam kelompok mahasiswa PGMI mempresentasikan kajian bertema pendidikan dasar dan perkembangan peserta didik. Lutfia Soraya Arrosida dan Salwa Azzatul Isma mengangkat peran keterlibatan orang tua dalam mengatasi kesulitan membaca awal pada siswa kelas satu. Rahma Avisa Apsarini dan In'ammuzam Wafda Hanum membahas perilaku pemalu serta ketergantungan keluarga dalam interaksi sosial siswa kelas empat. Dewi Atma Junira dan Siti Uswatun Khasanah mengkaji pengaruh perilaku emosional dan disiplin belajar terhadap capaian matematika siswa sekolah dasar.

Presentasi berikutnya disampaikan Viona Zulfa Salsabila dan Ala Mudin Haqi mengenai pengaruh disiplin siswa dan lingkungan keluarga terhadap pemahaman hak dan tanggung jawab. Asa Salima dan Aminadrian Mustafa memaparkan dinamika pembentukan karakter religius melalui pengamatan tahapan perilaku moral siswa. Sementara itu, Aulia Albirra dan Nur Ainiyah Khoirunnisa mengangkat dampak kondisi pengasuhan terhadap perkembangan sosial-emosional dan perilaku anak. Keragaman tema tersebut memperlihatkan perhatian mahasiswa PGMI pada isu-isu yang dekat dengan realitas pendidikan dasar: literasi awal, relasi keluarga, disiplin belajar, karakter, hak dan tanggung jawab, serta perkembangan sosial-emosional anak.

Dimensi internasional ISAE juga diperkuat melalui Cross-Cultural Performance. Mahasiswa PGMI menampilkan seni tari sebagai medium diplomasi budaya dan komunikasi antarmahasiswa. Materi kegiatan mencantumkan penampilan Tari Caping Ayu oleh Ganis Triska, Alfu Amalia, Windi Astriana, Itsnaini Halimatussa'diyah, Milkha Nadhifatuzzahroh, dan Shaka Tsabita Faza. Penampilan Tari Sigulempong melibatkan Diniarti, Apra Yuni Amania, Loka Dewi Kalila, Ifo Faujiyah, dan Luthfi Nur Arifah. Melalui panggung budaya ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai duta muda yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia dalam suasana akademik internasional.

Rangkaian acara dirancang untuk mempertemukan akademik dan kebudayaan dalam satu pengalaman yang utuh. Rundown kegiatan memuat kedatangan delegasi, lagu kebangsaan dan doa, sambutan dari Fakulti Pembangunan Manusia UPSI, persembahan atau pertukaran budaya, paper presentation, penyampaian cenderamata, dan sesi foto bersama. Format tersebut mencerminkan semangat ISAE sebagai experiential learning: mahasiswa belajar melalui keterlibatan langsung, dialog, presentasi, kerja tim, dan interaksi lintas budaya.

Kunjungan ke UPSI menjadi capaian penting bagi penguatan atmosfer akademik PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga. Pengalaman ini membuka ruang bagi mahasiswa untuk melihat pendidikan guru dalam perspektif regional Asia Tenggara sekaligus memperluas jejaring yang berpotensi dikembangkan pada kegiatan akademik berikutnya. Hal ini sejalan dengan harapan CPRI UPSI agar kunjungan memberikan manfaat bagi mahasiswa dan warga akademik serta membuka peluang pengembangan kerja sama yang lebih luas pada masa mendatang.

Melalui ISAE 2026, PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga menunjukkan bahwa internasionalisasi dapat dibangun dari pengalaman mahasiswa yang konkret: meneliti persoalan pendidikan dasar, menyusun karya ilmiah, mempresentasikan temuan di forum internasional, berinteraksi dengan komunitas akademik negara lain, serta membawa identitas budaya Indonesia dengan percaya diri. Dari Yogyakarta ke Tanjung Malim, mahasiswa PGMI hadir membawa semangat keilmuan, kolaborasi, dan kebudayaan—sebuah langkah yang memperkuat reputasi program studi sekaligus menyiapkan calon pendidik madrasah ibtidaiyah yang berwawasan global, adaptif, dan mampu berkontribusi dalam percakapan pendidikan lintas bangsa.