Diikuti 157 Peserta, Guest Lecturer PGMI Tegaskan Pentingnya penguasaan pendagogi, strategi, model, karakter dalam proses mengajar.
Dokumentasi Kegiatan Seminar Pembelajaran Sekolah Dasar.
Yogyakarta — Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Guest Lecturer bertema “Pembelajaran Sekolah Dasar: Model, Strategi, dan Pedagogik Inovatif dalam Pembelajaran Sekolah Dasar” melalui Zoom Meeting, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini diikuti 157 peserta yang terdiri atas dosen PD-PGMI, mahasiswa, dan guru.
Seminar dibuka oleh Wakil Dekan I, Dr. Andi Prastowo, M.Pd., dan menghadirkan Dr. Mohd Azarul bin Mohd Mokhtar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) sebagai narasumber. Paparan yang berbobot dan kaya insight mempertemukan pembahasan pedagogi inovatif dengan persoalan mendasar pendidikan: bagaimana guru membangun pembelajaran sekaligus membentuk manusia.
Dipandu moderator Alfian E.W.A.P., M.Pd., seminar memiliki alur pembahasan yang terarah. Kepiawaiannya menginisiasi alur diskusi membantu menghubungkan gagasan narasumber dengan kebutuhan peserta, sehingga pembicaraan mengenai model, strategi, dan karakter pendidik tersaji secara runtut serta saling menguatkan.
Salah satu pesan utama seminar ialah pentingnya guru memiliki beragam keterampilan dan identitas profesional yang jelas. Penguasaan materi perlu disertai kemampuan pedagogi, ketepatan memilih strategi, serta kecakapan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Inovasi memperoleh maknanya ketika mampu menumbuhkan ketertarikan, keterlibatan, dan keberanian anak untuk belajar.
Materi juga menggarisbawahi bahwa anak tidak sekadar belajar menemukan jawaban. Setiap interaksi pembelajaran turut membentuk ketahanan diri, kemampuan mengambil keputusan, empati, dan kecakapan bekerja bersama. Karena itu, guru perlu menghadirkan dialog, memberikan bantuan belajar secara bertahap, serta menghargai kesalahan sebagai bagian dari proses pertumbuhan.Pemahaman mengenai teori, pendekatan, strategi, dan model pembelajaran menjadi bekal penting bagi guru. Teori menjelaskan bagaimana siswa belajar, sedangkan pendekatan merupakan sudut pandang yang mendasari proses pembelajaran. Strategi adalah rencana tindakan untuk mencapai tujuan belajar, sementara model merupakan kerangka pembelajaran yang memiliki tahapan, pola interaksi, dan pengelolaan kegiatan secara sistematis. Penerapannya perlu didukung keterampilan manajemen kelas, yaitu kemampuan menata lingkungan, waktu, aturan, serta interaksi agar pembelajaran berlangsung aman, tertib, dan menarik. Seluruhnya perlu berjalan seiring dengan pendidikan karakter melalui keteladanan, pembiasaan adab, tanggung jawab, empati, dan penghargaan terhadap sesama, sehingga siswa berkembang dalam pengetahuan sekaligus kepribadian.
Kesehatan mental guru menjadi perhatian yang tidak terpisahkan dari kualitas pendidikan. Kemampuan mengenali dan mengelola emosi mendukung terciptanya relasi pembelajaran yang aman serta menghargai martabat siswa. Guru juga perlu memiliki karakter dan adab yang baik karena perilakunya menjadi contoh sekaligus pedoman yang diamati dalam keseharian anak.Pilihan menjadi guru harus berangkat dari niat dan kesungguhan untuk memuliakan pendidikan. Tanggung jawab tersebut diwujudkan melalui kesediaan terus belajar, menjaga integritas, dan memanusiakan manusia dalam setiap keputusan pedagogis. Keteladanan membutuhkan keselarasan antara pengetahuan, perkataan, dan tindakan.
Melalui pertemuan ini, penguatan kompetensi profesional ditempatkan sejalan dengan pembentukan pribadi pendidik. Seminar menghadirkan pesan bahwa kualitas pembelajaran bertumpu pada guru yang terampil, berkarakter, sehat secara mental, serta sungguh-sungguh mendampingi tumbuh kembang siswa. Pendidikan pun menjadi ruang bertumbuh bersama, tempat pengetahuan, kepedulian, dan penghormatan terhadap manusia dipraktikkan setiap hari.