Transformasi Pendidikan Karakter dari Proses Pembelajaran Tradisional ke Pembelajaran Daring

Webinar Nasional Kolaborasi HMPS PGMI dengan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ikatan Alumni PGMI serta PD-PGMI Jateng dan DIY memasuki sesi ke-6, dengan tema “Transformasi Pendidikan Karakter dari Proses Pembelajaran Tradisional ke Pembelajaran Daring” yang dilaksanakan pada Senin, 3 Agustus 2020 pukul 09.00-12.00 WIB via Zoom.

Webinar sesi 6 ini menghadirkan 4 narasumber: Laelatul Badriah, S.Pd.I., M.Pd dari Universitas Alma Ata Yogyakarta sebagai narasumber pertama, Ana Dwi Wahyuni, M.Pd.I dari STAI Yogyakarta sebagai narasumber kedua, Ahmad Syafi’i, M.Pd.I dari STPI Bina Insan Mulia Yogyakarta sebagai narasumber ketiga, dan Alfian Eko Rochmawan, M.Pd.I dari Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum Surakarta sebagai narasumber keempat.

Seluruh dunia saat ini sedang dilanda pandemi Covid-19, termasuk Indonesia. Hal tersebut mengakibatkan dampak negatif dalam berbagai bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Situasi saat ini tidak memungkinkan sekolah/madrasah untuk melakukan pembelajaran tatap muka, sehingga terdapat perubahan proses pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka atau tradisional berubah menjadi pembelajaran daring. Proses pembelajaran secara daring memunculkan beberapa tantangan bagi semua pihak, mulai dari pendidik, peserta didik, hingga orangtua peserta didik.

“Tantangan-tantangan yang muncul bisa kita lihat dari kondisi misalnya kondisi yang masih lockdown dan PSBB, bagi orang tua yang kerjanya serabutan tidak memiliki penghasilan tetap akan menjadi masalah karena tidak cukup biaya terutama untuk membeli kuota. Kemudian dari segi cara pembelajarannya, pembelajaran daring ini memunculkan tantangan tersendiri, bagi siswa/mahasiswa yang tinggal di daerah yang susah sinyal. Lalu, dari segi sarana terdapat tantangan yaitu siswa atau mahasiswa tidak memiliki smartphone, laptop, dan seterusnya. Dan yang terakhir dari sisi keterampilan, siswa/ mahasiswa/ guru/ dosen/ orang tua yang masih minim IT itu bisa jadi sangat kaget dengan pola-pola yang terjadi saat pandemi ini,” ujar Ahmad Syafi’i, M.Pd.I, sebagai pembicara ketiga.

Pendidikan karakter menjadi hal yang sangat penting bagi pendidik atau calon pendidik untuk bisa membentuk anak generasi bangsa seperti tujuan pendidikan nasional. Mengamati kondisi tersebut, terdapat transformasi pendidikan karakter dari proses pembelajaran tradisional ke pembelajaran daring. Adapun upaya yang dapat dilakukan, salah satunya dengan internalisasi karakter.

“Internalisasi adalah menghayati, mendalami bahwa pendidikan karakter bisa tersampaikan, kita tanamkan ke peserta didik. Penanaman nilai karakter peserta didik dalam pembelajaran daring, yang mendominasi adalah berupa tulisan dan gambar. Bapak/ibu guru memanfaatkan fasilitas dari aplikasi Whatsapp dengan memberikan arahan proses pembelajaran secara umum dan penanaman karakter melalui tulisan, kalimat yang disampaikan pada narasi pembelajaran”, ungkap Laelatul Badriah, S.Pd.I., M.Pd sebagai narasumber pertama dalam webinar nasional kolaborasi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sesi 6.

Ana Dwi Wahyuni, M.Pd.I sebagai narasumber kedua menjelaskan bahwa teknis pendidikan karakter juga dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari waktu daring dan penguatan materi. Pendidikan karakter yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik, tidak akan efektif jika tanpa bimbingan orang tua peserta didik. Peran orang tua juga sangat penting dalam pembentukan karakter sang anak, karena orang tua dapat menjadi contoh baik bagi anak-anaknya.

“Tentu menekankan dalam transfer penanaman karakter adalah keteladanan. Dimana orang tua dapat menjadi teladan bagi putra-putrinya, bagaimana orang tua menjadi contoh (role model) bagi putra-putrinya di rumah, sehingga proses transfer karakter dapat berjalan dengan baik”, ujar Alfian Eko Rochmawan, M.Pd.I sebagai narasumber keempat. Semoga Webinar sesi 6 yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta ini penuh berkah dan manfaat.(Tsaqifa Taqiyya Ulfah)