Workshop Review RPS PGMI Semester Genap TA 2020/2021

PENGEMBANGAN RPS BERBASIS OBE
PRODI PGMI MELAKSANAKAN WORKSHOP REVIEW RPS BERBASIS OBE
Untuk menyambut semester genap Tahun Akademik 2020/2021, Jumat, 19 Februari 2021 di Ruang B212 Prodi PGMI menyelenggarakan Workshop Review RPS Berbasis OBE (Outcame Based Education) dengan narasumber Dr. Andi Prastowo. M.Pd.I, dosen S2 PGMI UIN Sunan Kalijaga. Sebanyak 14 dosen PGMI mengikuti workshop ini. Dengan RPS berbasis OBE diharapkan dapat berfungsi untuk memberi arah bagi dosen dan mahasiswa dalam pelaksanaan pembelajaran, agar system perkuliahan berjalan secara aligments antara level matakuliah, materi, strategi pembelajaran, dan asesmennya.
Dalam mengembangkan RPS berbasis OBE, selain konten materi yang dapat mensuport, terdapat 4 hal lain yang harus diperhatikan, yaitu: Dasar Acuan, Komponen Dasar, prosedur Pengembangan dan Komponen RTM. Setelah memahami empat hal ini, pemahaman RPS berbasis OBEdapat dilakukan melalui proses penyusunan Outcame Based Education terlebih dahulu.
Model Learning Outcame Based Education yang ditawarkan Dr. Andi Prastowo. M.Pd.I mengacu pada sikronisasi pencapaian dari proses dan hasil pembelajaran. Memahami basic sampai tercapai ketercapaian level materi rendah sampai materi midle. Strategi ini terdapat 3 elemen yang harus sinkron yaitu CPL, Mata Kuliah, Strategi, Asesment. Dimensi ini harus menyesuaikan level dari masing-masing tingkatan.
Mengenal CPL Prodi yang di harapkan dapat menghasilkan kemampuan akhir mahasiswa pada tiap pembelajaran. Tahapan perancangan pembelajaran juga diharapkan untuk menyesuaikan indikator dan ketercapaian pembelajaran. Disampaikan secara detail bahwa RPS harus mempunyai detail yang disesuaikan dengan proses di lapangan saat pembelajaran. Jika ketercapaian RPS ini dapat diterapkan langsung pada pengalaman belajar diharapkan dapat memudahkan peserta dalam memahami materi secara praktikal.
Berkenaan dengan masa pandemi ini, Dr. Andi Prastowo. M.Pd.I menyampaikan, penyusunan RPS luring dan daring tidak berbeda secara signifikan. “Penekanan paling penting adalah untuk memperhatikan perkembangan RPS sesuai dengan CPL yang sesuai dengan kondisi saat ini. Sebagai salah satu tips, penilaian dalam pembelajaran daring harus sesuai dengan bukti ketercapaian nilai CPL dan bobotnya. Apa yang tertera dalam RPS harus sesuai dengan kondisi lapangan luring atau daring.
Dalam sambutannya Wadek I< Dr. Abdul Munip, menyampaikan terima kasih kepada para peserta yang masih antusias untuk mengikuti acara workshop RPS dan pengembangannya. “RPS adalah sesuatu yang penting dalam kurikulum kampus merdeka sesuai dengan arahan Medikbud yang harus terimplementasi dalam waktu dekat dalam kerangka meningkatkan kualitas, mutu pendidikan di Indonesia.
Dr. Andi Prastowo. M.Pd.I menegaskan penguatan dan penguasaan dalam pengisisan RPS utamanya di capaian pembelajaran dan proses pembelajaran yang diterapkan pada mahasiswa. Harapan ini untuk. meningkatkan materi penguasaan pada dosen dalam membuat administrasi yang terstruktur dan dapat menjadi manfaat bagi para peserta, dalam pengembaangan di lembaga, dan institusi bagi perkembangan dunia Pendidikan.