Webinar Inklusi (Dunia Tuli dan Bahasa Isyarat)

Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan webinar inklusi bertajuk “Dunia Tuli dan Bahasa Isyarat” pada Rabu, 26 Mei 2021 pukul 09.00-11.30 WIB.

Kegitan ini menghadirkan ibu Dr. Hj. Maemonah, M.Ag selaku Kaprodi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, ibu Izzatin Kamala, M.Pd Dosen Pendidikan Inklusi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, mbak Dhomas Erika Ratnasari (Mahasiswa Tuli) S2 Studi Disabilitas dan Pendidikan Inklusif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta serta hadirnya juru bicara bahasa isyarat.

Diangkatnya tema “Dunia Tuli dan Bahasa Isyarat” dilatar belakangi untuk memberikan informasi dan membagikan pengalaman kaum Tuli dan pentingnya akan penggunaan bahasa isyarat serta menjelaskan perbedaan bahasa isyarat SIBI (lama) dan bisindo (baru). Hal ini berkaitan dengan data kemenkes, dimana difabel rungu jumlahnya 7.03% dari keseluruhan penyandang difabel.

angka ini cukup banyak, tapi sayangnya masih banyak jg dari masyarakat yg belum kenal dunia tuli. trus masih sedikit juga kan webinar2 yg mengangkat tema inklusi, makanya tema dunia tuli dan bahasa isyarat dirasa penting untuk kita angkat terbukti tema kita ini penting, terlihat dr antusiasme masyarakat. acara kita banyak yg datang, karena memang menarik dan jarang jarang diselenggarain webinar inklusi. terlebih lagi tersedia juru bahasa isyarat”. Ujar Audry Shafia Dwinandita salah satu panitia webinar.

Hal ini juga diungkapkan oleh salah satu peserta webinar.

bagus bangettt acaranyaa, kan karena ngga pernah ikut seminar2 yang melibatkan orang2 berkebutuhan khusus, ini pertama kalinya ikut, jadi ngerasa seru gitu, kaya jadi bisa melihat kalau sebenarnya orang2 berkebutuhan khusus juga bisa kuliah, bisa jadi pembicara seminar, bisa iku2 organisasi dsb. intinya jadi belajar banyak gitu sii”. Ujar Eriska Witantri Budiarti, peserta webinar.

webinar ini diharapkan mampu menjadi wadah untuk berbagi ilmu dan pengalaman serta diharapkan mampu memberi kesadaran akan masyarakat akan dunia tuli dan bahasa isyarat. Sebagaimana harapan mbak domas setelah pelaksanaan webinar.

Harapannya masyarakat memiliki kesadaran sendiri dan tertarik utk belajr bahasa isyarat, karena bahasa isyarat merupakan jembatan komunikasi antara Tuli dengan orang dengar. Dengan banyaknya orang dengar menjadi JBI mendukung dan membangun Indonesia semakin inklusif”. Ujar mbak Dhomas Erika Ratnasari selaku narasumber. (Zulfi Idayanti)