“Mengkaji Problematika Kesulitan Konsentrasi Belajar & Berhitung Peserta Didik SD/MI”

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah kembali mengadakan Sarasehan Pendidikan pada Selasa, 10 Mei 2022. Adapun tema yang diangkat dalam sarasehan ini yaitu “Mengkaji Problematika Kesulitan Konsentrasi Belajar & Berhitung Peserta Didik SD/MI” dengan menghadirkan 2 orang narasumber , yakni Ibu Rosa Virginia Kartikarini, M.Psi., (Psikolog Pendidikan) dan Ibu Herlina Nursiamti, S.Pd. SD (Trainer Guru Pendamping Kesulitan Belajar). Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui problematika kesulitan konsentrasi belajar dan berhitung pada peserta didik SD/MI, dan juga solusi atau penyelesaian masalah yang sesuai dengan tema. Sarasehan dimulai pukul 09.00 dengan dibuka oleh MC dan dilanjut penyampaian sambutan oleh Kaprodi PGMI (Ibu Maemunah), Dosen pengampu Mata Kuliah Perkembangan Pes-dik (Ibu Fitri Yuliawati, M.Pd. Si), serta ketua panitia sarasehan. Acara kemudian dilanjut dengan dipandu oleh Moderator (Husain Al-Qodri), dan pemaparan materi sarasehan oleh narasumber. Dari Narasumber yang dihadirkan, disampaikan bahwasanya problematika dalam menghadapi peserta didik sangatlah kompleks, terkhusus pada jenjang MI/SD. Peserta didik dalam rentan usia 6-12 tahun memungkinkan memiliki problematika yang berbeda-beda dalam belajar. Ada yang mengalami kesulitan dalam hal membaca, menulis, konsentrasi belajar, berhitung, dan lain lain. Namun, sebagai calon pendidik kita perlu memahami kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik nantinya, jangan sampai seorang pendidik melabeli (Men-judge) siswanya bermasalah hanya dengan satu fenomena belajar. Banyak solusi yang ditawarkan atau dapat diterapkan oleh pendidik dalam menghadapi anak-anak yang memiliki kesulitan untuk konsentrasi dalam belajar dan berhitung. Langkah awal yang dapat diketahui harus memahami faktor-faktor yang menjadikan peserta didik tersebut mengalami kesulitan, baik faktor internal maupun eksternal. Pendidik perlu menggali kembali informasi tentang peserta didik yang diampunya, memberikan pembelajaran terbaik dengan berbagai model dan metode pembelajaran, dan menggunakan misi pembelajaran sesuai dengan modalitas yang nyata. Begitulah kesimpulan yang dapat ditangkap dari pemaparan ke-2 narasumber baik dari penyampaian materi maupun saat diskusi dan Tanya jawab. Kemudian, dengan dipandu oleh Master Of Ceremony, acara ditutup dengan dokumentasi dan doa penutup. Harapannya, kegiatan sarasehan pendidikan ini tidak hanya berhenti pada saat acara usai, namun ilmu dan pengalaman yang diberikan dapat diterapkan dan dikembangkan oleh kita yang nantinya akan menjadi seorang pendidik dan menghadapi para siswa yang kemampuan belajarnya beragam. Salam semangat ! (Nurul Fauziah Agustin)