LAPORAN ZOO STUDY ACTIVITIES KELOMPOK 6A

LAPORAN ZOO STUDY ACTIVITIES KELOMPOK 6A

1.IKAN KAOS KAKI (Leporinus)

a) Sistem Klasifikasinya

Kingdom :Animalia

Filum :Chordata

Kelas :Actinopterygii

Ordo :Characiformes

Famili :Anostomidae

Genus :Leporinus

Spesies :L. fasciatus

Nama Latin/Ilmiah :Leporinus fasciatus

b). Sistem Pernafasan

Ikan Leporinus memiliki sistem pernafasan seperti kebanyakan ikan pada umumnya yaitu menggunakan insang. Untuk cara kerja pernafasan pada ikan leporinus yaitu dengan membuka mulutnya untuk mengambil air yang kaya akan oksigen, kemudian menutup mulut untuk memasukkan air melewati insang dan terjadi adanya pertukaran gas di insang, setelah proses pertukaran gas selesai air dikeluarkan dari tubuh ikan, dan oksigen yang sudah didapatkan dibawa keseluruh tubuh dalam proses metabolisme selular.

c). Sistem Reproduksi

Berkembangbiak dengan cara bertelur (ovipar) dan dalam sekali bertelur dapat menghasilkan ribuan butir. Pemijahan ikan ini tidak bisa dilakukan secara alami, sehingga dilakukan dengan kawin suntik atau dengan rangsangan hormon untuk memicu pematangan organ reproduksi pada induk.

d). Cara Hidupnya/Habitatnya

Ikan Leporinus termasuk kedalam omnivora, makanan mereka mencakup tumbuhan air, serangga, kerang kecil, dan kadang-kadang ikan kecil lainnya. Ikan Leporinus biasanya aktif pada siang hari (diurnal), mereka dikenal sebagai spesies yang agresif dan teritorial, terutama saat musim kawin, cara reproduksi Ikan Leporinus dengan cara meletakkan telur mereka di dasar sungai atau di antara bebatuan. Beberapa spesies diketahui melakukan migrasi untuk bertelur, cara beradaptasi ikan ini yaitu dengan memiliki tubuh yang ramping dan panjang yang memungkinkan mereka berenang dengan cepat melawan arus sungai. Ikan Leporinus biasanya ditemukan di sungai dan danau di hutan hujan Amazon dan Orinoco. Mereka lebih suka daerah dengan arus yang kuat dan dasar berbatu atau berpasir.

2.KATAK POHON BERGARIS (Polypedates Leucomystax)

a). Sistem Klasifikasinya

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Rhacophoridae

Genus : Polypedates Tschudi, 1838

Spesies : P. leucomystax

b). Sistem Pernafasan

Katak pohon bergaris memiliki sistem pernapasan yang unik dan menarik seperti katak pada umumnya. Sistem pernapasan mereka melibatkan tiga organ utama: paru-paru, kulit, dan mulut. Katak memiliki paru-paru yang digunakan untuk pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida, katak mengambil udara melalui hidung mereka ke dalam paru-paru saat mereka mengembang dan mengempiskan tubuh mereka. Katak juga dapat bernapas melalui kulit mereka, yang dikenal sebagai pernapasan kutaneus. Kulit katak harus tetap lembab agar oksigen dapat difusi masuk dan karbon dioksida dapat difusi keluar. Katak juga melakukan pernafasan melalui rongga mulut, lapisan dalam mulut katak menyerap oksigen dari udara yang ditahannya. Sebagian besar katak pohon bergaris berada di atas pohon, tetapi mereka turun ke tanah atau air untuk berkembang biak dan bertelur. Selama tahap kecebong/larva pernapasan mereka lebih mirip ikan dengan menggunakan insang eksternal.

c). Sistem Reproduksi

Pada musim kawin, banyak individu jantan (kadang-kadang hingga sekitar 10 ekor) yang berkumpul dekat kolam, parit atau genangan air lainnya. Katak jantan ini memanjat semak-semak rendah atau pohon kecil di dekat genangan, hingga ketinggian 1 m atau lebih di atas tanah, serta bersuara sahut-menyahut dari tenggerannya itu untuk memikat katak betina. Jika bertemu, pasangan katak pohon ini lalu bergerak mencari posisi daun atau ranting yang menggantung di atas air untuk menempelkan telurnya. Telur-telur itu diletakkan di sebuah sarang busa yang dilekatkan menggantung di atas genangan, pada daun, ranting, tangkai rumput, atau kadang-kadang juga pada dinding saluran air. Gelembung-gelembung busa ini akan melindungi telur dari kekeringan, hingga saatnya menetas dan kecebongnya keluar berjatuhan ke air. Di saat musim kawin ini, beberapa katak jantan menunjukkan sikap agresif terhadap kehadiran cahaya senter dengan menghampiri dan bertengger dekat cahaya, dan lalu bersuara.

d). Cara Hidupnya/Habitatnya

Katak pohon bergaris memangsa berbagai jenis ulat dan serangga di sekitar kolam atau pohon-pohon kecil. Mereka hidup secara individual, tetapi berkumpul dalam kelompok saat musim kawin. katak pohon bergaris hidup di area hutan, rawa-rawa, perkebunan dan semak belukar.

3.LANDAK JAWA (Hystrix Javanica)

a). Sistem Klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Rodentia

Famili: Hystricidae

Genus: Hystrix

Spesies: H. javanica (Landak Jawa)

b). Sistem Pernafasan

Landak Jawa seperti mamalia lainnya, memiliki sistem pernafasan yang melibatkan paru-paru sebagai organ utama untuk pertukaran gas. Cara kerja pernafasannya yaitu dengan menghirup udara melalui hidung atau mulutnya. Udara ini kemudian bergerak melalui trakea (saluran udara) dan masuk ke paru-paru, kemudian terjadi pertukaran udara. Setelah pertukaran udara, udara yang kaya akan karbondioksida dikeluarkan dan udara yang kaya akan oksigen dibawah sel darah merah dan disalurkan keseluruh tubuh.

c). Sistem Reproduksi

Landak jantan dan landak betina memiliki organ reproduksi yang berbeda, Landak jantan memiliki testis di mana sperma diproduksi dan landak betina memiliki dua ovarium, di mana sel telur (atau ovum) diproduksi. Proses perkembangbiakan pada Landak Jawa biasanya melibatkan ritual kawin tertentu, dengan jantan mengejar betina dan sering kali membuat suara khusus. Setelah kopulasi, betina akan mengalami masa gestasi (kehamilan) dan anak landak lahir dengan duri lunak yang akan mengeras dalam beberapa hari setelah lahir. Lama kehamilan kira kira 8 minggu. anak yang dilahirkan oleh seekor induk betina berjumlah 2 -4 ekor

d). Cara Hidupnya/Habitatnya

Cara hidup Landak Jawa yaitu dengan memakan biji bijian, umbi dan akar. Untuk habitatnya berada disemak semak dan dataran kering

4.BUNGLON SURAI (Bronchocela Jubata)

a). Sistem Klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Reptilia

Ordo: Squamata

Famili: Agamidae

Genus: Bronchocela

Spesies: Bronchocela jubata

b). Sistem Pernafasan

Bunglon surai, seperti reptil lainnya, menggunakan paru-paru sebagai alat pernapasannya. Sistem pernafasan pada hewan reptil terdiri dari saluran pernafasan dan organ pernafasan. Udara masuk melalui hidung dan masuk ke paru-paru, tempat oksigen diserap dan karbon dioksida dikeluarkan melalui jalur yang sama. Mekanisme pernapasan pada reptil diawali oleh kontraksi otot-otot di sekitar paru-paru, yang menyebabkan paru-paru mengembang dan udara masuk. Saat otot-otot berelaksasi, paru-paru berkontraksi dan udara dikeluarkan. Berikut ini adalah tahapan sistem pernapasan pada reptil: Udara masuk melalui hidung, udara masuk ke paru-paru, oksigen diserap, dan karbon dioksida dilepaskan melalui jalur yang sama. Kontraksi otot-otot di sekitar paru-paru menyebabkan paru-paru mengembang dan udara masuk. Otot-otot rileks, paru-paru berkontraksi, dan udara dikeluarkan.

c). Sistem Reproduksi

Kebanyakan bunglon lebih memilih untuk hidup sendiri. Bunglon jantan sangat menghargai wilayah mereka atau ia akan melindungi daerah mereka dari gangguan bunglon yang lain. Jantan dan betina saling bertoleransi hanya sebentar selama musim kawin. Pada musim kawin, jantan mencoba untuk menarik perhatian betina untuk dapat berkembangbiak dengan cara menganggukan kepala mereka, menggembungkan tenggorokan mereka dan juga menampilkan warna terang mereka. Betina dapat menerima atau menolak jantan. Sebagian besar spesies bunglon berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Telur tersebut nantinya akan ditempatkan di terowongan atau lubang-lubang di dalam tanah atau di bawah batu atau daun. Telur akan menetas setelah 3-4 bulan.

d). Cara Hidupnya/Habitatnya

Cara hidup Bunglon surai yaitu dengan memakan serangga, ulat, cacing, siput. Untuk habitatnya berada di hutan, perkebunan, emak belukar.

5.BURUNG KAKA TUA AMAZON (Amazona Aestiva)

a).Sistem klasifikasi

Kingdom: Animalia

Filum: Chordate

Kelas: Aves

Ordo: Psittaciformes

Famili: Psittacidae

Genus: Amazona

Spesies: Cacatuidae

Nama Latin: Amazon aestiva

b). Sistem pernafasan

Alat pernapasan pada burung atau aves menggunakan paru-paru. Paru-paru pada burung memiliki ukuran yang relatif kecil jika dibandingkan dengan ukuran tubuhnya namun pada prinsipnya sistem pernapasan pada burung itu mirip dengan hewan mamalia lainnya, hanya saja pada burung terdapat tambahan 9 kantong udara (saccus pneumatikus)

c). Sistem Reproduksi

Burung Kakatua Amazon ini merupakan hewan monogami dan hidup secara berpasang-pasangan. Musim kawin burung ini berlangsung pada bulan Agustus-September dengan menghasilkan rata-rata 2-3 butir telur. Masa inkubasi telur ini berlangsung selama 30 hari. Anakan burung mencapai kematangan secara seksual sekitar 2-4 tahun.

d). Cara hidup/Habitatnya

Kakatua Amazon merupakan burung yang berasal dari Hutan Amazon. Burung ini memiliki panjang sekitar 30-40 cm dengan berat antara 2-5 kg dan masa hidup dari 10-14 tahun. Burung ini merupakan satu-satunya spesies nuri yang mendiami wilayah Amerika Serikat dan merupakan salah satu dari 10 burung paling langka di dunia. Burung ini memiliki tubuh dominan berwarna hijau. Burung kakatua Amazon biasanya berhabitat di hutan, sabana, dan padang rumput.

Disusun Oleh:

Kelompok 6

  • Faizal (22104080002)
  • Malika Diah Ayu Dwide P S (22104080018)
  • Nadiya Rahmawati (22104080032)
  • Nabila Rizki Aulia (22104080052)
  • Eka Nur Annisa (22104080076)
  • Dewi Safitri (22104080092)

(Anisatul Hidayah)