Wonderful! Usulan Pertama Al-Bidayah Tembus Sinta 3

Publikasi ilmiah beberapa tahun belakangan memperoleh perhatian yang serius dari pemerintah. Pemerintah dalam hal ini Menteri Riset dan Teknologi Direktorat Tinggi (MENRISTEK-DIKTI) terus menggalakkan kepada seluruh para akademisi untuk terus meningkatkan karya-karya ilmiah. Hal ini dikarenakan untuk tingkat penulisan serta publikasi ilmiah Indonesia menempati posisi yang bisa dikatakan cukup “memprihatinkan”. Wadah-wadah yang menampung karya ilmiah juga mendapatkan perhatian dari pemerintah. Grade indeks dalam sebuah karya ilmiah terus ditingkatkan. Dalam hal ini SINTA merupakan acuan tentang pengukuran kinerja ilmu pengetahuan dan teknoogi yang meliputi kinerja peneliti, penulis, kinerja jurnal serta kinerja institusi.

Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam merupakan wadah yang menampung artikel ilmiah bidang pendidikan dasar islam di bawah naungan prodi PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Seperti halnya lembaga institusi yang senantiasa mendapat penilaian dari pemerintah (akrediatsi), jurnal ilmiah juga demikian. Namun yang membedakan adalah setiap lembaga jurnal berhak langsung mengajukan akrediatasi kepada lembaga yang berwenang yakni Dikti tanpa harus menunggu 4-5 tahun lamanya dengan sayarat untuk untuk jurnal baru wajib memiliki 4 issu yang dibahas, atau sekurangnya 2 tahun dan selanjutnya lembaga jurnal tersebut dapat kembali mengajukan reakrediatsi setelah memiliki 2 edisi terbaru atau 1 tahun berikutnya.

Tepat 12 November 2019 Al-bidayah memperoleh prestasi yang cukup membanggakan. Sinta 3 sukses diperoleh oleh Al-Bidayah meskipun baru tahap pertama proses pengajuan (usulan pertama). Kabar ini tentunya cukup membanggakan bagi seluruh civitas akademika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terkhusus Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan terlebih para tim inti Al-Bidayah yang tergabung dalam grup Whatsapp “New Spirit Al-Bidayah”.

Jika ditarik ulur ke belakang, 2009 merupakan langkah awal lahirnya Al-Bidayah sebagai Jurnal Pendidikan Dasar Islam. Pada masa awal terbentuk, Al-Bidayah masih cenderung dipandang sebelah mata. Seiring berjalannya waktu, Al-Bidayah terus melakukan pembenanahan. Hingga pada akhirnya pada tahun 2017 Al-Bidayah coba keluar dari “zona nyaman”. Al-Bidayah coba mengajukan akreditasi kepada Dikti untuk yang pertama kalinya Juni 2019 lalu. Tepat pada 12 November 2019 hasil penilaian Dikti diumumkan dan menobatkan Al-bidayah berhak mendapatkan peringkat 3 dibawah indeks Sinta.

Kabar ini tentunya menjadi kabar yang membahagiakan terkhusus kepada para tim Al-Bidayah. Editor in chief Al-Bidayah Dr. Andi Prastowo, S. Pd. I., M. Pd.I, ketika ditemui beberapa waktu lalu menuturkan bahwa “pencapaian ini membuat kita semua senang, haru sekaligus bangga. Sinta 3 merupakan pencapaian yang luarbiasa. Kerja keras tim yang selama ini lakukan membuahkan hasil yang cukup memuaskan. Tanpa kekompakan sebuah tim tentunya hal ini akan sulit diraih. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman serta mau berfikir gila” serta “aneh” dan diimbangi dengan usaha yang maksimal mampu membuat kita tersenyum puas hari ini.

Selain itu, aparesiasi lebih juga beliau sampaikan melalui OJS Al-Bidayah. “Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam didirikan sebagai Jurnal terakreditasi Sinta 3 mulai Volume 9 Nomor 1, 2019. Semoga kita dapat terus meningkatkan pengelolaan jurnal Al-Bidayah sehingga pada tahun 2020, Sinta 2 dapat terakreditasi dan Scopus diindeks. Untuk mencapai target ini, Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam mulai Volume 11 Nomor 2, 2019 akan diterbitkan dengan 10 artikel dalam bahasa Inggris. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta cq Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Prof. Dr. Phil. Al-Makin, MA), Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M.Pd., kemudian pelatih kami Rama Kertamukti dan Sayyidat Aslam, serta semua Tim Manajemen Jurnal Al-Bidayah yang kompak dan keren: Andi Prastowo sebagai Pemimpin Redaksi, Fitri Yuliawati, Siwi Aminah Pengestu, Muhammad Shaleh Assingkily, Izzatin Kamala, Endang Sulistyowati, Luluk Maulu 'ah, Nur Hidayat, Asnafiyah, Sigit Prasetyo, M. Agung Rokhimawan, dan Sedyo Santosa.

Rasa senang dan haru juga disampaikan oleh bendahara Al-Bidayah yakni Fitri Yuliawati, M.Pd.Si., “Pencapaian ini pastinya membuat kita semua senang sekaligus haru. Kerja keras selama ini terbayar sudah. Kita semua berharap kedepannya Al-Bidayah bisa terus maju dan bisa terakreditasi Scopus. Pastinya ini juga harus diimbangi dengan kerja tim yang lebih optimal lagi.

Jelas dalam Qur’an surah Ar-Rad ayat 11 dalam potongan ayatnya menjelaskan bawa “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum jika kaum itu sendiri tak mau berubah”. Pencapaian Al-Bidayah ini merupakan bukti nyata atas Firman Tuhan tersebut, betapa usaha Al-Bidayah selama ini dengan ber-azam bisa, diusahakan, dan tawakkal menjadi kunci penting atas pencapaian Al-Bidayah saat ini. Sebagai penutup, kita semua berharap pencapaian ini tak hanya berhenti disini saja. Rasa puas saat ini jangan menjadi alasan untuk tidak bekerja lebih keras lagi.

Sukses Al-Bidayah! Sukses Kita bersama!

Redaktur : Nur Rohman

Editor : Nur Rohman

Berita Terkait