Dari Dekat dengan Predator: Observasi Ikan Piranha dan Reptil di Kebun Binatang

Mahasiswa PGMI baru saja menggelar studytour ke kebun binatang Gembira Loka pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga kesempatan langka untuk belajar langsung tentang satwa liar dan ekosistemnya. Sejak pagi, para mahasiswa sudah berkumpul dengan penuh semangat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) sebagai titik kumpul sebelum keberangkatan, mahasiswa siap menjelajahi setiap sudut kebun binatang yang menjadi rumah bagi ratusan spesies dari berbagai belahan dunia. Kunjungan ini adalah bagian dari program pembelajaran luar kelas pada mata kuliah IPA Dasar MI, di mana mahasiswa diajak untuk melihat langsung konsep-konsep yang sebelumnya hanya mereka pahami melalui buku dan ruang kelas.

Sesampainya di lokasi, mahasiswa terlebih dahulu diberi arahan oleh ibu Fitri Yuliawati, S.Pd.Si.,M.Pd.Si tentang apa saja yang akan dilakukan selama kegiatan observasi berlangsung. Sebelumnya para mahasiswa sudah dibagi menjadi beberapa kelompok kecil salah satunya kelompok 2A yang terdiri dari Annisa Husna Yuniar, Aika Sofie Rettiana, Lili Febriani, Elvia Nisa Utami dan Ahmad Widi Hardiansyah yang dimana mereka akan dipandu oleh seorang mahasiswa field study yaitu Muhammad Nizar Al Bashir, S.Pd untuk memandu proses observasi mahasiswa agar sesuai dengan tugas yang telah diberikan.

Adapun hasil observasi dari kelompok 2A yaitu:

  1. IKAN PIRANHA PERUT MERAH (Pygocentrus nattereri)

Ikan piranha perut merah, atau dalam bahasa ilmiahnya Pygocentrus nattereri, adalah salah satu spesies piranha yang paling terkenal dan sering dijumpai. Ikan ini berasal dari Amerika selatan terutama di Paraguay. Ikan piranha perut merah adalah salah satu predator air tawar yang paling terkenal. Meskipun memiliki reputasi yang buruk, ikan ini adalah bagian penting dari ekosistem tempat mereka hidup.


  1. Sistem Klasifikasinya

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Actino pterygii

Ordo : Characi formes

Famili : Serrasalmidae

Genus : Pygocentrus

Spesies : Pygocentrus nattereri


  1. Sistem Pernapasan

Ikan piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) bernapas melalui insang yang terletak di sisi tubuhnya. Sistem pernapasannya tidak memiliki tutup insang (operkulum), sehingga proses masuk dan keluarnya air terjadi melalui rongga mulut. Saat dasar mulut bergerak turun, volume rongga mulut meningkat, menciptakan tekanan rendah yang menarik air masuk. Sebaliknya, saat dasar mulut bergerak naik, volume mengecil, meningkatkan tekanan dan mendorong air keluar melalui insang, memungkinkan pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.

  1. System Reproduksi

Ikan piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) memiliki sistem reproduksi yang khas. Merupakan satwa yang berkembangbiak dengan ovipar (bertelur). Piranha jantan dan betina akan membuat sarang bersama, dan meletakkan telurnya di dalam sarang untuk dijaga bersama. Setelah 3-10 hari, telur tersebut akan menetas menjadi anakan piranha. Betina dapat bertelur hingga 5.000 telur dalam satu siklus reproduksi, sementara jantan bertugas membuahi dan melindungi telur tersebut. Selama fase reproduksi, piranha akan berkumpul dalam kelompok, dengan jantan menjaga telur di tengah gerombolan untuk melindungi dari predator. Musim pemijahan biasanya terjadi saat kondisi lingkungan mendukung, seperti saat musim hujan di habitatnya.

  1. Cara Hidup/Habitat

Ikan piranha perut merah (Pygocentrus nattereri) biasanya ditemukan di habitat perairan tawar seperti Sungai Amazon, Orinoco, dan beberapa danau di Amerika Selatan. Berat ikan piranha itu sekitar 1,8-3,9kg, panjangnya itu bisa 15-50cm. Mereka hidup dalam kelompok besar, yang membantu mereka saat berburu mangsa dan melindungi diri dari predator. Piranha ini lebih aktif di siang hari dan menghabiskan waktu mencari makanan, termasuk ikan kecil dan hewan air lainnya. Makanan nya biasanya itu seperti serangga,cacingdanikan.

  1. Fakta Unik

Memiliki rahang kuat dan gigi tajam, yang dapat mengakibatkan luka gigitan yang serius jika menggigit. Meskipun ganas, piranha perut merah juga menjadi mangsa bagi predator lain seperti caiman dan kura-kura sungai.

  1. KATAK POHON BERGARIS (Polypedates Leucomystax)



  1. Sistem Klasifikasinya

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Amphibia

Ordo : Anura

Famili : Rhacophoridae

Genus : Polypedates Tschudi, 1838

Spesies : P. leucomystax

  1. Sistem Pernapasan

Katak pohon bergaris (Polypedates Leucomystax) memiliki sistem pernapasan yang unik dan menarik seperti katak pada umumnya. Sistem pernapasan mereka melibatkan tiga organ utama: paru-paru, kulit, dan mulut. Katak memiliki paru-paru yang digunakan untuk pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida, katak mengambil udara melalui hidung mereka ke dalam paru-paru saat mereka mengembang dan mengempiskan tubuh mereka. Katak juga dapat bernapas melalui kulit mereka, yang dikenal sebagai pernapasan kutaneus. Kulit katak harus tetap lembab agar oksigen dapat difusi masuk dan karbon dioksida dapat difusi keluar. Katak juga melakukan pernafasan melalui rongga mulut, lapisan dalam mulut katak menyerap oksigen dari udara yang ditahannya. Sebagian besar katak pohon bergaris berada di atas pohon, tetapi mereka turun ke tanah atau air untuk berkembang biak dan bertelur. Selama tahap kecebong/larva pernapasan mereka lebih mirip ikan dengan menggunakan insang eksternal.

  1. Sistem Reproduksi

Pada musim kawin, banyak individu jantan (kadang-kadang hingga sekitar 10 ekor) yang berkumpul dekat kolam, parit atau genangan air lainnya. Katak jantan ini memanjat semak-semak rendah atau pohon kecil di dekat genangan, hingga ketinggian 1 m atau lebih di atas tanah, serta bersuara sahut-menyahut dari tenggerannya itu untuk memikat katak betina. Jika bertemu, pasangan katak pohon ini lalu bergerak mencari posisi daun atau ranting yang menggantung di atas air untuk menempelkan telurnya. Telur-telur itu diletakkan di sebuah sarang busa yang dilekatkan menggantung di atas genangan, pada daun, ranting, tangkai rumput, atau kadang-kadang juga pada dinding saluran air. Gelembung-gelembung busa ini akan melindungi telur dari kekeringan, hingga saatnya menetas dan kecebongnya keluar berjatuhan ke air. Di saat musim kawin ini, beberapa katak jantan menunjukkan sikap agresif terhadap kehadiran cahaya senter dengan menghampiri dan bertengger dekat cahaya, dan lalu bersuara.

  1. Cara Hidupnya/Habitatnya

Katak pohon bergaris memangsa berbagai jenis ulat dan serangga di sekitar kolam atau pohon-pohon kecil. Mereka hidup secara individual, tetapi berkumpul dalam kelompok saat musim kawin. katak pohon bergaris hidup di area hutan, rawa-rawa, perkebunan dan semak belukar.

  1. BOA TANAH (Candoia aspera)

Boa tanah, atau Candoia aspera, adalah ular dari keluarga Boidae yang ditemukan di Pulau Papua. Ular ini memiliki tubuh gemuk dan dapat mencapai panjang hingga 1 meter. Warna tubuhnya bervariasi, mulai dari hitam hingga cokelat tua, dengan beberapa individu berwarna merah. Boa tanah bersifat semi-arboreal, sering ditemukan di dekat perairan, dan aktif di malam hari. Meskipun tidak berbahaya bagi manusia, ular ini terancam punah akibat habitat yang menyusut dan perburuan untuk dipelihara.


  1. Sistem Klasifikasinya

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Reptilia

Ordo : Squamata

Famili : Boidae

Genus : Candoia

Spesies : Candoia aspera

  1. Sistem Pernapasan

Ular boa tanah atau Candoia aspera sama seperti reptil lainnya, menggunakan paru-paru sebagai alat pernapasannya. Ular bernapas terutama dengan mengontraksikan otot-otot di antara tulang rusuknya. Tidak seperti mamalia, mereka tidak memiliki diafragma, otot polos besar yang bertanggung jawab untuk inspirasi dan ekspirasi antara dada dan perut. Inspirasi adalah proses aktif (otot berkontraksi), sedangkan ekspirasi bersifat pasif (otot berelaksasi).

Dalam proses ini, untuk mengedarkan udara masuk dan keluar dari paru-paru, ular menggunakan teknik mempersempit dan melebarkan tulang rusuk. Proses ini memungkinkan mereka mendorong udara keluar dari paru-paru dengan menyempitkan tulang rusuk dan kemudian menciptakan ruang hampa udara untuk mengisap udara masuk kembali.

Mekanisme respirasi atau pernafasan pada reptile :

  • Fase Aktif

Otot tulang rusuk berkontraksi -> rongga dada membesar-> paru-paru mengembang -> 0² masuk melalui lubang hidung-> rongga mulut -> anak tekak -> trakea yang panjang -> bronkiolus dalam paru-paru -> 0² diangkut darah menuju seluruh tubuh.

  • Fase Pasif

Otot tulang rusuk berelaksasi -> rongga dada mengecil -> paru-paru mengecil -> CO² dari jaringan tubuh menuju jantung melalui darah -> paru-paru -> bronkiolus -> trakea yang panjang -> anak tekak -> rongga mulut -> lubang hidung.

  1. Sistem Reproduksi

Pada spesies genus Candoia, perkembangbiakan terjadi di awal tahun,biasanya setelah hujan. Beberapa jantan akan mendekati dan mengejar seekor betina, dan perkelahian ringan dapat diamati antara jantan di mana mereka akan saling menendang betina yang diinginkan.

Betina tampaknya hanya berovulasi sekali setiap dua atau tiga tahun. Candoia aspera berkembang biak dengan cara ovovivipar, masa bunting 5-7 bulan dan akan menetas 10-40 anakan.

  1. Cara Hidup/Habitat

Candoia aspera Candoia aspera sering ditemukan beraktivitas di tanah, walaupun tinggal di atas pohon. Hewan ini menyukai tempat lembab seperti di hutan dan goa. Sering dijumpai di alam berada di dasar lantai hutan yang becek dan lembab. Mangsa utama nya adalah tikus, katakdankadal.

  1. Fakta Unik

Boa tanah dapat bertahan beberapa minggu tanpa makan karena metabolisme yang lambat, menjadikannya ular yang efisien dalam berburu. Meskipun tidak berbisa, ular ini dapat menggigit jika merasa terancam, dan cenderung defensif.


  1. PELIKAN AUSTRALIA (Pelecanus conspicillatus)

Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) adalah salah satu spesies burung pelikan yang tersebar luas di Australia dan juga ditemukan di wilayah Papua Nugini, Fiji, dan Indonesia. Burung ini memiliki ciri khas berupa paruh besar dan panjang, yang merupakan salah satu paruh terbesar di dunia burung. Bulunya sebagian besar berwarna putih dengan sayap hitam, dan mereka memiliki kemampuan berenang serta terbang yang baik. Pelikan Australia sering ditemukan di perairan tawar dan pesisir, dan mereka memakan ikan serta hewan air lainnya yang ditangkap dengan paruh mereka yang besar.

  1. Sistem Klasifikasinya

Kingdom : Animalia

Filum : Chordata

Kelas : Aves

Ordo : Pelecaniformes

Famili : Pelecanidae

Genus : Pelecanus

Spesies : Pelecanus conspicillatus

  1. Sistem Pernapasan

Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) memiliki sistem pernapasan yang mirip dengan burung lainnya. Sistem pernapasannya terdiri dari paru-paru dan kantung udara yang membantu meningkatkan efisiensi pertukaran gas.

Burung pelikan memiliki sepasang paru-paru yang terletak dalam rongga thoraks. Udara masuk dan keluar melalui lubang hidung dan mulut. Selain paru-paru, burung pelikan juga memiliki kantong udara (bagian dari syrinx) yang berfungsi sebagai tambahan dalam proses respirasi. Kantong udara ini berdinding tipis dan berkontribusi pada pengaturan tekanan udara internal bagi kemampuan terbang dan aktivitas lainnya.

  1. Sistem Reproduksi

Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Fertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan cara saling menempelkan kloaka, meskipun tidak ada alat kelamin luar. Fertilisasi terjadi di bagian ujung oviduk, di mana sperma masuk ke dalam oviduk dan membuahi ovum. Ovum yang telah dibuahi kemudian dilapisi oleh materi cangkang berupa zat kapur sebelum keluar melalui kloaka dan menjadi telur. Musim kawin terjadi pada musim hujan, dalam sekali bertelur menghasilkan 2-4 butir yang akan menetas setelah 32-35 hari pengeraman.

Pelecanus conspicillatus berkembang biak dalam koloni besar, biasanya di pulau-pulau atau di pedalaman yang jarang terdapat predator. Burung pelikan bersifat monogami musiman, artinya setiap musim kawin mereka berpasangan dengan pasangannya dan kemudian tinggal dengan pasangan itu selama sisa musim. Pada musim kawin berikutnya mereka mungkin bersama atau tidak dengan pasanganyangsama.

  1. Cara Hidup/Habitat

Pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) hidup dalam kelompok yang disebut koloni, yang dihuni oleh sekitar 40.000 ekor burung pelikan. Burung pelikan tersebar luas di lahan basah air tawar, muara, dan laut serta jalur perairan termasuk danau, rawa, sungai, pulau pesisir, dan pantai.

  1. Fakta Unik

Fakta unik tentang pelikan Australia (Pelecanus conspicillatus) yaitu:

Paruh bawahnya dapat menampung hingga 50 liter air, memungkinkan mereka menangkap ikan dan membawanya ke sarang dan saat terbang, pelikan membentuk formasi huruf 'V', yang membantu menghemat energi dan memudahkan pelacakan antar anggota kelompok. Pelikan Australia memiliki kulit orbital di sekitar mata berwarna cerah, berubah menjadi oranye saat musim kawin, memberi kesan seperti memakai kacamata

  1. OTTER SERO AMBRANG (Amblonyx cinerea)

Otter merupakan satwa darat yang memiliki warna rambut dominan coklat dengan berat badan 1 sampai 5 kg dan panjang tubuh mampu mencapai 61 cm. Otter dapat hidup sampai umur 16 tahun. Selain dapat dijumpai di Indonesia, Otter juga dapat ditemui di negara India, Malaysia, Thailand, Cina Selatan, dan Filiphina, Otter merupakan satwa yang hidup berkoloni, dengan 1 kelompoknya terdiri dari 1 keluarga dengan jumlah yang dapat mencapai 20 ekor.

  1. Sistem Klasifikasinya

Kingdom: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Carnivora

Famili: Mustelidae

Subfamili: Lutrinae

Genus: Amblonyx

Spesies: A. cinerea

  1. Sistem Pernapasan

Otter Sero Ambrang (Amblonyx cinerea) memiliki sistem pernapasan yang sama dengan mamalia lain, yaitu menggunakan hidung, pangkal tenggorok, batang tenggorok, dan paru-paru2. Artinya, mereka melakukan respirasi melalui jalur paru-paru yang kompleks, mirip dengan banyak hewan mamalia lainnya. Namun, berang-berang juga memiliki kantong udara dalam mantel bulunya, sehingga ia tetap terlindungi saat berenang. Untuk menjaga kualitas perlindungan insulasi ini, berang-berang kerap membersihkan dirinya sendiri sekaligus untuk kembali memasukkan udara ke dalam kantong di mantel bulunya.

  1. Sistem Reproduksi

Otter berkembang biak dengan cara melahirkan (vivipar). Masa bunting Otter berlangsung selama kurang lebih 60 hari dan akan melahirkan 3 sampai 5 ekor anakan.Berang-berang cakar kecil seumur hidupnya setia pada pasangannya. Meski sudah menunjukkan perilaku berkembang biak pada usia sekitar enam bulan, umumnya mereka masih belum matang secara seksual hingga usia satu setengah tahun.

Begitu mencapai kematangan seksual, mereka bisa beranak pinak sepanjang tahun. Berang-berang betina cenderung melahirkan satu hingga enam anak berang-berang dalam sekali waktu, setelah masa kehamilan selama 2,5 bulan. Biasanya betina akan melahirkan dua kali per tahun, dan semua anggota keluarga besar akan membantu mencarikan makan dan merawat berang-berang muda.

  1. Cara Hidup/Habitat

Otter merupakan satwa yang hidup dalam kelompok keluarga besar yang terdiri dari sekitar dua belas individu. Mereka adalah hewan sosial dan vokal. Mereka sering terlihat bermain di tepian lumpur dan di air. Otter merupakan satwa diurnal yang aktif di siang hari. Habitatnya berada di hutan, hutan bakau, sungai, danau, dan rawa.

Serupa dengan berang-berang lainnya, berang-berang cakar kecil memiliki kaki yang relatif pendek, yang digunakan untuk berenang, berjalan, dan membersihkan diri. Satwa ini sangat pandai berenang, mengayuh dengan kaki belakang dan ekornya, serta mampu menyelam di air selama enam hingga delapan menit. Otter ini tidak takut dengan air yang bersuhu dingin karena terdapat minyak pada bagian dalam rambutnya sehingga tidak tembus air, maka dari itu tubuhnya selalu kering dan hangat.

Akan tetapi, berbeda dengan berang-berang lainnya, berang-berang cakar kecil merupakan satwa yang sangat terampil menggunakan kakinya yang khas – terdapat cakar/jari kaki dengan selaput renang di antaranya yang tidak tertutup penuh sampai ujung jari.

Oleh karenanya, berang-berang biasa akan meraih ikan dengan mulutnya, sedangkan berang-berang cakar kecil akan meraih ikan dengan tangannya. Jari/cakar satwa ini juga digunakan untuk memakan kepiting – makanan favoritnya – moluska, dan satwa air kecil lainnya. Berang-berang ini mengeluarkan bau musk dari kelenjar aroma yang terletak di bagian pangkal bawah ekornya. Setelah makan atau berenang, berang-berang ini akan menggesekkan tubuh mereka ke batang kayu dan vegetasi sehingga mereka bisa meninggalkan bau tubuhnya dan menandai wilayahnya. Penandaan ini juga penting sebagai bentuk komunikasisesamamereka.