KETIKA RUANG KELAS PINDAH KE ALAM: PETUALANGAN EDUKATIF MAHASISWA PGMI KE GEMBIRA LOKA ZOO

Yogyakarta, 2024 - Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, kelompok 1C, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, baru-baru ini melaksanakan kegiatan belajar lapangan yang bertajuk “Zoo Study Activities”. Kegiatan ini dibimbing oleh dosen pengampu, Fitri Yuliawati S.Pd.Si., M.Pd.Si., serta dipandu oleh mahasiswa field study yaitu ibu Asfiana, S.Pd dan bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai keanekaragaman hayati serta pentingnya pelestarian fauna.

Selama kegiatan, mahasiswa mengamati berbagai spesies hewan, di antaranya keledai (Equus asinus). Sebagai mamalia yang dapat ditemukan di berbagai habitat seperti gurun dan sabana, keledai memiliki sistem pernapasan yang efisien. Dikenal ramah, keledai juga menunjukkan pola reproduksi yang menarik, di mana betina hamil antara 11 hingga 14 bulan dan umumnya melahirkan satu keturunan.

Iguana hijau (Iguana iguana) menjadi sorotan berikutnya. Reptil herbivora ini memiliki sistem pernapasan yang kompleks dan kemampuan bernapas melalui kloaka saat berada di air. Habitat mereka di hutan hujan tropis menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik. Meski cenderung soliter di luar musim kawin, iguana hijau memiliki perilaku sosial yang menarik saat musim kawin tiba.

Kelompok juga mengamati shoebill stork (Balaeniceps rex), burung besar yang dikenal dengan paruhnya yang menyerupai sepatu. Ditemukan di rawa-rawa Afrika Timur, burung ini memiliki sistem pernapasan yang efisien berkat kantung udara. Sebagai predator, shoebill stork memangsa ikan dan hewan air lainnya, menambah keunikan spesies yang diamati.

Mengakhiri kegiatan, mahasiswa juga mempelajari kodok bangkong banyu (Pseudobufo subasper), amphibi yang memiliki kemampuan unik untuk bernapas melalui kulit dan paru-paru. Ditemukan di rawa gambut dan dekat pemukiman manusia, kodok ini menunjukkan adaptasi yang baik terhadap lingkungan yang bervariasi. Adapun hasil laporan observasi dari kelompok 1 C yaitu sebagai berikut:

  1. Keledai (Equus asinus)
  1. Sistem klasifikasiya
  • Kingdom : Animalia
  • Filum : Chordata
  • Kelas : mamalia
  • Ordo : Perissodactyla
  • Family : Equidae
  • Genus : Equus
  • Spesies : Equus asinus
  • Nama latin/ilmiah : Equus asinus

​b.Sistem pernapasan

Keledai memiliki sistem pernapasan seperti mamalia lainnya yaitu bernapas menggunakan paru-paru. Cara kerja pernapasannya yaitu dengan menghirup udara melalui hidung atau mulutnya. Udara

c. Sistem reproduksi

Keledai siap kawin pada usia 1-2 tahun dengan musim kawin terjadi antara bulan Maret-September, masa hamil Keledai betinaberkisar antara 11-14 bulan, kemudian melahirkan dan mengasuh anaknya hingga usia 1 tahun. Dalam sekali melahirkan umumnya keledai hanya melahirkan 1 keturunan.

d. Cara Hidupnya/Habitatnya

Cara hidup Keledai yaitu dengan memakan buah, rumput, sayuran, dan ranting. Sedangkan habitatnya berada di gurun, sabana, dan semak belukar.

2. Iguana hijau (Iguana iguana)

  1. System klasifikas
  • Kingdom: Animalia
  • Philum: Chordata ( hewan bertulang belakang)
  • Class: Reptilia
  • Order: Squatama (sisik)
  • Family: Iguanide (iguana)
  • Genus: Iguana
  • Spesies: Iguana iguana (iguana hijau)

b.System pernapasan

Sistem pernapasan iguana hijau terdiri dari paru-paru yang berkembang dengan baik. Udara masuk melalui hidung dan melewati trakea, yang bercabang menjadi dua bronkus yang menuju ke paru-paru. Paru-paru iguana hijau memiliki struktur yang lebih kompleks dibandingkan dengan paru-paru reptil lainnya, dengan permukaan yang lebih luas untuk pertukaran gas. Mereka juga memiliki otot-otot khusus yang membantu mereka bernapas dengan lebih efisien. Iguana hijau juga memiliki kemampuan untuk bernapas melalui kloaka, yang merupakan lubang di bagian belakang tubuh mereka yang digunakan untuk buang air besar, buang air kecil, dan bertelur. Ini memungkinkan mereka untuk menyerap oksigen dari air saat mereka berenang atau menyelam.

c. System reproduksi

Iguana hijau adalah hewan ovipar, artinya mereka berkembang biak dengan bertelur. Sistem reproduksi mereka terdiri dari organ-organ yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sel kelamin dan proses pembuahan.

Jantan:Iguana jantan memiliki testis yang menghasilkan sperma. Sperma kemudian disimpan dalam epididimis sebelum dikeluarkan melalui hemipenis, organ kopulasi yang terletak di kloaka.

Betina:Iguana betina memiliki ovarium yang menghasilkan telur. Telur kemudian bergerak melalui oviduk, tempat pembuahan terjadi jika sperma tersedia. Telur yang telah dibuahi kemudian akan bergerak ke kloaka dan dikeluarkan ke luar tubuh untuk berkembang di sarang. Proses perkawinan pada iguana hijau biasanya terjadi di musim kawin, yang biasanya berlangsung pada musim semi. Jantan akan bersaing untuk mendapatkan perhatian betina dengan menampilkan perilaku agresif seperti menggoyangkan kepala dan menggembungkan tubuh. Setelah kawin, betina akan menggali lubang di tanah untuk membuat sarang dan meletakkan telur di dalamnya. Telur akan menetas setelah beberapa bulan, dan anak iguana akan keluar dari sarang dan mulaihidupmandiri.

d. Cara hidup/ Habitatnya

Habitat: Iguana hijau biasanya ditemukan di daerah tropis dan subtropis Amerika Tengah dan Selatan, termasuk Meksiko, Amerika Serikat bagian selatan, Karibia, dan beberapa pulau di Pasifik. Mereka lebih menyukai habitat yang hangat dan lembap, seperti hutan hujan, padang rumput, dan daerah dekat sungai.

Makanan:Iguana hijau adalah herbivora dan makan berbagai macam tumbuhan, termasuk daun, bunga, buah, dan tunas. Mereka juga diketahui memakan serangga dan hewan kecil lainnya.

Perilaku: Iguana hijau adalah hewan yang aktif di siang hari dan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari makan dan berjemur di bawah sinar matahari. Mereka adalah hewan yang soliter dan hanya berkumpul bersama selama musim kawin.

Pertahanan: Iguana hijau memiliki beberapa mekanisme pertahanan untuk melindungi diri dari predator. Mereka dapat berlari dengan cepat, memanjat pohon dengan cepat, dan memiliki cakar yang tajam untuk menggaruk. Mereka juga dapat mengeluarkan bau yang tidak sedap dari kloaka mereka untuk menakut-nakuti predator.

3. Shoebil stork

Shoebill stork (Balaeniceps rex) adalah burung besar yang termasuk dalam kelompok aves dan ditemukan di daerah rawa-rawa Afrika Timur. Burung ini dikenal karena penampilannya yang unik dengan paruh besar yang menyerupai sepatu, yang merupakan ciri khas dari spesies ini. Berikut adalah penjelasan mengenai sistem-sistem utama pada hewan ini:

a. System klasifikasi

  • Kingdom: Animalia
  • Phylum: Chordata
  • Class: Aves
  • Order: Pelecaniformes
  • Family: Balaenicipitidae
  • Genus: Balaeniceps
  • Species: Balaeniceps rex

b. Sistem Pernapasan

Shoebill stork memiliki sistem pernapasan seperti kebanyakan burung lainnya. Mereka bernapas melalui paru-paru yang dilengkapi dengan kantung udara (air sacs), yang membantu meningkatkan efisiensi pertukaran udara. Struktur ini memungkinkan burung memiliki aliran udara satu arah sehingga mereka bisa memaksimalkan asupan oksigen, baik saat terbang maupun saat beristirahat. Kantung udara ini juga membantu meringankan tubuh burung saat terbang.

c. Sistem Pencernaan

Burung ini adalah karnivora, terutama memakan ikan, katak, ular, dan hewan air lainnya. Shoebill menggunakan paruh besarnya untuk menangkap mangsa. Setelah menangkap mangsa, mereka akan menelannya utuh atau dalam potongan besar. Sistem pencernaan burung ini terdiri dari tembolok (untuk menyimpan makanan), proventrikulus (lambung kelenjar), dan gizzard (lambung otot). Makanan yang lebih keras akan dihancurkan di gizzard sebelum masuk ke usus untuk dicerna.

d. Sistem Reproduksi

Shoebill adalah burung yang bertelur. Mereka biasanya bertelur satu hingga tiga butir telur, dan kedua induk terlibat dalam mengerami telur dan merawat anak-anaknya. Sarangnya terbuat dari rumput dan tumbuhan yang berada di tanah atau di rawa. Anak burung yang baru menetas diasuh oleh induknya hingga bisa mandiri.

e. Sistem Sirkulasi

Seperti burung pada umumnya, shoebill stork memiliki sistem sirkulasi tertutup yang terdiri dari jantung dan pembuluh darah. Jantung burung terdiri dari empat bilik, dua atrium dan dua ventrikel, yang memompa darah secara efisien ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme yang tinggi, terutama selama aktivitas seperti terbang.

4. Ikan Tiger Leopard

  1. Sistem Klasifikasi
  • Domain:Eukarya
  • Kerajaan:Animalia
  • Filum:Chordata
  • Kelas:Actinopterygii
  • Ordo:Scorpaeniformes
  • Famili:Scorpaenidae
  • Genus:Pterois
  • Spesies:Pterois volitans

b. Sistem Pernafasan

Sistem pernapasan pada ikan Tiger leopard, seperti ikan lainnya, menggunakan insang untuk mengambil oksigen dari air. Insang adalah organ yang terletak di bagian kepala ikan, terdiri dari lembaran tipis jaringan yang kaya akan pembuluh darah. Ketika air melewati insang, oksigen yang terlarut dalam air akan berdifusi ke dalam darah, sementara karbon dioksida dari darah akan berdifusi ke dalam air.

c. Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi pada ikan Tiger leopard adalah sistem yang memungkinkan mereka untuk berkembang biak dan menghasilkan keturunan. Ikan Tiger leopard adalah hewan ovipar, artinya mereka berkembang biak dengan cara bertelur. Sistem reproduksi pada ikan Tiger leopard terdiri dari organ-organ reproduksi jantan dan betina:

Jantan:

Testis:Organ yang menghasilkan sperma.

Ductus deferens: Saluran yang membawa sperma dari testis ke kloaka.

Kloaka:Lubang tunggal yang berfungsi sebagai saluran keluar untuk sistem reproduksi, pencernaan, dan ekskresi.

Betina:

Ovarium:Organ yang menghasilkan telur.

Oviduct: Saluran yang membawa telur dari ovarium ke kloaka.

Kloaka: Lubang tunggal yang berfungsi sebagai saluran keluar untuk sistem reproduksi, pencernaan, dan ekskresi.

Proses reproduksi pada ikan Tiger leopard melibatkan pembuahan eksternal. Jantan melepaskan sperma ke dalam air, dan betina melepaskan telur. Pembuahan terjadi ketika sperma bertemu dengan telur di dalam air. Telur yang telah dibuahi akan menetas menjadi larva, yang kemudian akan tumbuh menjadi ikan dewasa.

d. Cara Hidup/Habitatnya

Ikan Tiger leopard ( Pterois volitans) adalah spesies ikan laut yang berasal dari Samudra Hindia dan Pasifik Barat. Mereka biasanya ditemukan di terumbu karang, gua, dan celah-celah batu di kedalaman 1-50 meter. Ikan Tiger leopard adalah predator yang agresif dan memakan berbagai macam mangsa, termasuk ikan kecil, udang, dan kepiting. Mereka memiliki duri beracun di sirip punggung, sirip perut, dan sirip dubur yang dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat jika tertusuk.

Habitat:Terumbu karang, gua, celah-celah batu di kedalaman 1-50 meter.

Makanan: Ikan kecil, udang, kepiting.

Perilaku:Predator yang agresif, soliter, dan teritorial.

Reproduksi:Bertelur, pembuahan eksternal.

Ancaman:Penangkapan ikan berlebihan, kerusakan habitat, dan perubahan iklim.

5. Kodok Bangkong Banyu

  1. Sistem klasifikasinya
  • Kingdom: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Amphibia
  • Ordo: Anura
  • Famili: Bufonidae
  • Genus: Pseudobufo
  • Spesies: Pseudobufo subasper
  • Nama Latin/Ilmiah: Pseudobufo subasper

b. Sistem Pernafasan

Kodok bangkong banyu bernapas melalui kulit dan paru-paru, serta memiliki kemampuan untuk bernafas melalui membran mukosa35.

c. Sistem Reproduksi

Reproduksi terjadi di perairan, dengan jantan memanggil betina melalui suara khas, dan kawin di kolam atau selokan saat malam bulan purnama.

d. Cara Hidupnya/Habitatnya

Hidup di rawa gambut dan daerah tropis, sering ditemukan di sekitar pemukiman manusia, serta memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan.