Belajar Sambil Berpetualang: Pengalaman Study Kelompok di Gembira Loka Zoo
Dalam suasana penuh antusias, Mahasiswa PGMI kelompok 4B (Inayah, Yasinta, Faisal, Dennisa, Maya, dan Anisa) bersama dosen pembimbing ibu Fitri Yuliawati, S.Pd.Si.,M.Pd.Si dan Kak Rahmawati dan teman kelompoklainnya berkunjung Kebun Binatang Gembira Loka, Yogyakarta, untuk mengikuti kegiatan Zoo Study, sebuah program edukatif.
Sejak awal kedatangannya, para mahasiswasudah disambut dengan keindahan dan keunikan spesies yang ada di kebun binatang ini. Mereka diberi kesempatan untuk mengamati perilaku satwa secara langsung, memahami karakteristik habitat setiap hewan, dan melihat peran penting yang dimainkan oleh setiap spesies dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Dengan bimbingan dari pemandu yang berpengalaman, kegiatan observasi ini berlangsung dengan penuh keterlibatan, memberikan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Berikut Spesies hewan yang diobservasi oleh kelompok 4B:
1. IKAN ALIGATOR GAR (Atractosteus spatula)
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Lepisosteiformes
Famili : Lepisosteidae
Genus : Atractosteus
Spesies : Atractosteus spatula
Nama Latin/Ilmiah : Atractosteus spatula
Sistem Pernapasan
Ikan aligator gar (Atractosteus spatula) bernapas menggunakankantung udara tunggal yang muncul dari tepi dorsal usus depan.Kantung udara ini memiliki serangkaian ruang udara yang mirip dengan paru-paru, tetapi tidak memiliki pohon bronkial.
Sistem Reproduksi
Tidak banyak penelitian yang dilakukan pada ikan gar, kalaupun ada kebanyakan meneliti ikan alligator gar. Ikan gar betina biasanya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibanding jantan. Beberapa penelitian mengindikasikan bahwa alligator gar memilih perairan yang deras pada saat akan memijah. Satu ekor betina dibuahi oleh 4 jantan, yang segera pergi begitu pemijahan selesai. Jantan lebih banyak tinggal di tepian sungai atau danau dibanding betinanya. Pemijahan biasanya dilakukan di bulan Mei, telur-telur diletakkan di perairan yang dangkal diantara tanaman air.
Telurnya yang berwarna hijau bersifat toksik, yang bisa mengakibatkan penyakit, bahkan apabila termakan oleh ayam ataupun tikus akanmenyebabkan kematian .Telur-telur ini juga bersifat racun pada manusia dan jenis-jenishewan lainnya.
Cara Hidup/Habitat
Alligator gar bersifat agresif, hidupnya soliter, tidak berkelompok. Ikan ini biasanya sembunyi diantara tanaman air, menunggu sampai mangsanya dekat dan kemudian secara tiba-tiba menyergapnya. Perilaku ini mirip dengan buaya. Dilaporkan bahwa alligator gar pernah menyerang dan memakan alligator yang berukuran panjang lima kaki. Mengingat ukurannya yang besar maka bisa dikatakan bahwa alligator gar merupakan spesies yang dominan di habitatnya, karena tidak ada satupun yang dapat mengalahkannya.
Ikan gar hidup di sungai-sungai besar, danau, rawa-rawa, dam serta perairan yang alirannya tenang. Namun beberapa jenis kadang-kadang memasuki perairan payau atau ke daerah muara, terutama saat mengejar mangsanya.
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Caudata
Famili : Ambystomatidae
Genus : Ambystoma
Spesies : Ambystoma mexicanum
Nama latin/ilmiah: Ambystoma mexicanum
Sistem Pernapasan
Salamander Axolotl memiliki organ pernapasan berupa paru-paru dan insang eksternal. Insang berbentuk seperti cabang dan terletak di luar tubuh atau biasa disebut dengan "branch-like gill". Insang ini terletak di sisi lehernya. Setiap insang terdiri dari 3 cabang dengan filamen seperti rambut yang berfungsi untuk memperluas area permukaan pertukaran gas. Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Salamander Axolotl memiliki paru-paru. Karena insang sudah digunakan sebagai alat respirasi, bukan berarti paru-paru tidak digunakan karena mereka hidup di air. Seperti hewan lain mereka juga bernapas dengan paru-paru yaitu dengan cara mengeluarkan kepala keatas permukaan air untuk mengambil udara.
Sistem Reproduksi
Reproduksi Axolotl terjadi sekali dalam satu tahun. Meskipun Axolotl tetap dalam tahapan larva seumur hidupnya, hewan ini mengalami kematangan seksual pada usia 18 bulan. Sistem reproduksi dari Axolotl adalah polygynandrous. Pembuahan terjadi secara eksternal. Proses diawali dengan keduanya melakukan suatu "tarian" dengan cara sang jantan dan betina berputar-putar di sekitar cloaca. Pada jantan cloaca membengkak/membesar dan berbaris dengan papilla sedangkan pada betina tidak ditemukan ciri-ciri tersebut karena tubuh mereka yang lebih lebar yang berisi telur. Sebelum terjadi pembuahan sang jantan terlebih dahulu akan melakukan "tarian" sendiri dengan menjauh dari sang betina dan akan mengibas-ngibaskan ekornya beberapa menit sambil mengeluarkan spermatophore yaitu kumpulan jeli berbentuk kerucut yang berisi sperma. Sang betina kemudian berjalan mendekat ke spermatophore dan menggoyangkan ekornya. Kemudian mengambil spermatophore tersebut dengan cloacanya. Telur diletakkan secara individual, biasanya pada tanaman. Mungkin ada antara seratus dan lebih dari seribu telur yang diletakkan dalam satu pemijahan, tergantung pada ukuran betina. Telur akan menetas 10-14 hari pada suhu 75°F (24°C) dan setelah beberapa jam, larva akan mulai memakan apapun yang cukup kecil untuk masuk ke dalam mulut mereka.
Cara Hidupnya/Habitat
Axolotl merupakan spesies yang terancam punah yang berasal dari berbagai danau, seperti Danau Xochimilco, Meksiko. Panjang tubuhnya mencapai 20-30 cm dengan berat antara 60-300 g. Hewan ini merupakan karnivora, beberapa jenis hewan yang diketahui menjadi makanannya adalah ikan, moluska, dan arthropoda. Axolotl merupakan hewan nokturnal, penglihatannya lemah dan mencari makanan melalui penciuman dari organ sensorik. Hewan ini hidup soliter (hidup menyendiri) sejak menetas dari telur. Axolotl dapat hidup hingga 15 tahun dalam penangkaran, sedangkan di alam liar hanya 5-6 tahun. Habitat aslinya di perairan tawar yang dalam dan perairan tersebut harus memiliki vegetasi perairan yang berguna untuk bertelur di tumbuhan tersebut, tepatnya di danau daerah Mexico dengan ketinggian 2274 m.
Axolotl adalah hewan pedomorfik yaitu mempertahankan ciri larvanya sepanjang masa dewasa. Axolotl gagal mengalami metamorfosis karena kegagalan fungsi stimulasi hormon tiroid. Namun, hewan ini dapat dirangsang untuk metamorfosis dengan injeksi lodine. Setelah metamorfosis akan ada perubahan morfologi menjadi mirip seperti salamander macan. Axolotl agresif terhadap satu sama lain, mereka akan menggigit insang, kaki, dan ekor satu sama lain. Hewan ini memiliki kemampuan meregenerasi seluruh anggota tubuhnya dengan sempurna serta dapat membuat tulang rahang, tulang belakang, dan otak tanpa meninggalkan jaringan parut.
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Iguanidae
Genus : Ctenosaura
Spesies : Ctenosaura similis
Nama Latin/Ilmiah: Ctenosaura similis
Sistem Pernapasan
Setiap paru-paru iguana hanyalah kantung dengan dua ruang dan satu tabung udara untuk memasukkan dan mengeluarkan udara.
Sistem Reproduksi
Spesies ini menjadi dewasa secara seksual pada usia sekitar 3 atau 4 tahun. Mereka berkumpul dan kawin pada waktu-waktu tertentu dalam setahun yang bervariasi di antara populasi. Iguana jantan memiliki sepasang organ intromitten, hemipenis. Saat tidak digunakan, hemipenis terletak berdekatan dengan kloaka di pangkal ekor.
Selama aktivitas seksual, satu hemipenis dibalikkan oleh aksi otot dan terisi darah. Dalam kopulasi, yang mengikuti perilaku berpacaran, hanya satu hemipenis yang dimasukkan ke dalam kloaka betina, dan sperma bergerak sepanjang alur di hemipenis. Retraksi hemipenis dilakukan dengan drainase sinus darah dan aktivasi otot retraktor yang membalikkan struktur saat ditarik.
Pada musim kawin, betina bertelur kemudian bermigrasi ke daerah yang cocok untuk bersarang. Setelah menggali liang sedalam sekitar setengah meter, betina bertelur 2 hingga 25 butir di sarang. Ia kemudian mempertahankan liang tersebut selama beberapa waktu untuk mencegah betina lain bersarang di tempat yang sama. Iguana muda menetas 3 hingga 4 bulan kemudian dan kemudian membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk menggali jalan keluar dari sarang. Iguana kecil ini dapat dengan mudah masuk ke telapak tangan. Jika mereka bertahan hidup pada tahun-tahun pertama kehidupan yang sulit, ketika makanan sering langka dan predator seperti elang dan burung hantu berbahaya, iguana ini dapat hidup lebih dari 60 tahun.
Cara Hidupnya/Habitat
Iguana Similis adalah pemanjat yang hebat, dan lebih menyukai habitat berbatu dengan banyak celah untuk bersembunyi, batu untuk berjemur, dan pohon di dekatnya untuk memanjat. Mereka aktif di siang hari dan bergerak cepat, menggunakan kecepatan mereka untuk melarikan diri dari predator tetapi akan menyerang dengan ekor mereka dan menggigit jika terpojok. Guinness Book of World Records mencatat ini sebagai kadal tercepat di dunia, dengan kecepatan lari maksimal 34,6 kilometer per jam (21,5 mph).
Mereka terutama herbivora, memakan bunga, daun, batang, dan buah, tetapi mereka juga akan memakan hewan yang lebih kecil (tikus, kelelawar, katak, burung kecil dan iguana yang lebih kecil), telur dan arthropoda. Anakan cenderung menjadi pemakan serangga, menjadi lebih herbivora seiring bertambahnya usia. Mereka diketahui memakan buah dan hidup di dahan manchineel, pohon yang sangat beracun bagi sebagian besar hewan lainnya.
4.PENGUIN JACKASS (Spheniscus demersus)
Sistem Klasifikasi
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Sphenisciformes
Famili : Spheniscidae
Genus : Spheniscus
Spesies : Spheniscus demersus
Nama Latin/Ilmiah : Spheniscus demersus
Sistem Pernapasan
Penguin Jackass menggunakan paru-parunya untuk menyimpan oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Meski tidak bisa terbang, namun struktur paru-parunya tetap berguna untuk fungsi pernapasan di darat dan di bawah air. Sistem pernapasan penguin jackass beradaptasi dengan kehidupan di air. Bulu mempunyai lapisan udara yang membantunya tetap mengapung dan melindunginya dari air dingin. Seperti penguin lainnya, penguin jackass memiliki kelenjar supraorbital yang menyaring kelebihan garam dari aliran darah. Kelebihan garam kemudian dikeluarkan melalui saluran hidung dalam bentuk cairan pekat, sehingga pinguin tidak merasa haus dan tidak terpengaruh oleh tingginya konsentrasi garam dalam tubuh.
Sistem Reproduksi
Pinguin Jackass bersifat monogami dengan jumlah telur sebanyak 1-2 butir yang dierami bergantian selama 40 hari. Biasanya, dua telur diletakkan, dan kedua induk bergantian mengerami. Setelah menetas, kedua induk juga bekerja sama memberi makan anak penguin. Anak penguin akan mencapai kematangan dalam waktu 2-4 tahun sebelum mulai bertelur sendiri. Setelah itu, anak-anak penguin bergabung dalam kelompok pengasuhan bersama untuk perlindungan dari predator. Mereka tinggal dengan induknya hingga usia 3-5 bulan sebelum mulai hidup mandiri. Penguin jantan mencapai kematangan reproduksi pada usia 5 tahun, sedangkan betina mulai berkembang biak pada usia 4 tahun.
Cara Hidup/Habitat
Penguin Jackass aktif di siang dan senja hari (diurnal dan krepuskular). Pada siang hari, mereka biasanya bersembunyi di dalam liang untuk menghindari panas matahari. Ketika senja dan fajar tiba, mereka keluar untuk mencari makan. Penguin Jackass juga dikenal sebagai hewan yang sangat sosial. Aktivitas perawatan diri merupakan hal yang umum dilakukan, di mana mereka saling membantu membersihkan bulu, menata bulu kembali, serta menghilangkan parasit.
Penguin ini ditemukan di sepanjang garis pantai Afrika bagian selatan, dengan koloni yang didirikan di berbagai pulau dan beberapa lokasi di daratan. Mereka lebih suka bersarang di liang atau di bawah tumbuhan untuk melindungi diri dari predator dan terik matahari.
5.KUDA PONI (Equus ferus caballus)
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Perissodactyle
Famili : Equidae
Genus : Equus
Species : Equus ferus caballus
Nama Latin/Ilmiah: Equus ferus caballus
Sistem Reproduksi
Kuda poni hidup dalam kawanan di mana satu jantan utama mengawasi sekelompok betina. Dalam kelompok ini, satu pejantan kawin dengan betina yang berbeda di kelompoknya.
Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan kuda poni terdiri dari saluran udara dan paru-paru. Saat kuda poni menghirup udara, udara mengalir melalui trakea (batang tenggorokan), lalu ke dalam dua tabung yang disebut bronkus, diikuti oleh tabung yang lebih kecil yang disebut bronkiolus yang akhirnya berubah menjadi kantung yang dikenal sebagai alveoli.
Cara Hidup/Habitat
Kuda poni merupakan satwa sosial yang akan membentuk kawanan yang berisi dengan kuda poni lainnya. Di alam liar mereka membentuk kawanan dengan hierarki sosial. dapat memiliki hingga 26 kuda betina, 5 kuda jantan, dan berbagai usia anak muda yang telah tersebar yang akan dipimpin oleh 1 pejantan Alfa. Jantan alfa biasanya bergerak di belakang kawanan, tetapi akan bergerak ke depan jika ada ancaman dan memberi sinyal kepada kawanan jika kawanan perlu melarikan diri. Habitatnya Sabana, gurun, dan padang rumput.