International Conference on Religion Science and Education 2024

International Conference on Religion Science and Education 2024 dengan tema: Harmonizing Horizons: Navigating The Convergence of Religion, Science, and Education for Sustainable Development diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Konferensi Internasional tahun ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana agama, sains, dan pendidikan dapat diintegrasikan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini berupaya menyelaraskan ajaran agama ajaran agama, yang menekankan tanggung jawab etis, dengan inovasi ilmiah yang memberikan solusi praktis, dan kerangka kerja pendidikan yang dapat meningkatkan kesadaran dan dan pemahaman. Dengan menyelaraskan ketiga perspektif ini, tujuannya adalah untuk menumbuhkan masyarakat yang lebih bertanggung jawab yang lebih siap untuk mengatasi tantangan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang kompleks saat ini, sosial, dan ekonomi yang kompleks saat ini, hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I yang mewakili Prof. Dr. Sigit Purnama, M,Pd selaku Dekan FITK.

Bertempat di lantai 1 Gedung Convention Hall pada Rabu, 20 November 2024 ICRSE menghadirkan 3 narasumber yaitu: Prof. Kim Jung Bog, Ph.D. dari Korea National University, Dr. Claire Alkouatli dari College of Humanities and Sciences, Prince Sultan University, Riyadh, Saudi Arabia dan University of South Australia, serta Atrim Khamilji, M.Sc., Ph.D. dari Istanbul Commerce University. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Prof. Dr. Istinignsih, M.Pd yang membuka acara juga menekankan orientasi untuk bidang agama, sains dan pendidikan agar berkolaborasi, menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan adil bagi berkelanjutan bagi umat manusia dan planet ini, terutama terus meningkatkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan khususnya di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Setelah sesi Plenary Session, maka dilanjutkan dengan sesi Paralel session yang terbagi menjadi 20 cluster dengan 244 pemakalah. Cluster tersebut antara lain: General Education, general education, general science, building bridges across generations, critical prespective and sociocultural analysis in religion, cultural and societal impacts on educations, curriculum and instructional design, educational leadership and management, ethical, social and moral considerations, ethics in scientific research and innovation, innovation in religious education, interdisplinary approaches to environmental science, Islamic education and interpretation, religions as a catalyst for social change, religious practices, moderation and education in society, science and social responsibility, spiritual and mental health, suistainibility and environmental science, technology and Artificial Intelegent in Religious Contexts, The Role of scientific Research and Innovations.

Tiga dosen PGMI juga menjadi bagian dari Pararel Sesion sebagai moderator. Anita Ekantini di cluster 6 dengan 11 pemakalah, Nisa Syuhda di cluster 14 dengan 11 pemakalah dan Fitri Yuliawati di cluster 17 dengan 10 pemakalah. Setiap makalah dipresentasikan maksimal 10 menit dan pada akhir sesi diadakan sesi Tanya jawab sekitar 15 menit. Konferensi Internasional ini menjadi pengalaman yang sangat berharga dan menjadi forum yang sangat baik untuk diskusi lintas disiplin, wacana dan berbagi dalam bidang agama, ilmiah dan bidang keagamaan, ilmu pengetahuan dan pendidikan.(v3)