Studi Tiru UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke UIN Walisongo Semarang

Kamis, 16 Januari 2025, bertempat di lantai 4 Gedung Rektorat UIN Walisongo Semarang, pada pukul 09.30 rombongan yang dipimpin oleh Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhaidi, S.Ag., M.A., M.Phil., Ph.D. diterimaoleh Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag.. Rektor UIN Jogja selanjutnya memberikan sambutan dari ucapan terimakasih kepada keluarga besar UIN Walisongo Semarang dan menyampaikan maksud kedatangan yang ingin melakukan studi tiru terkait dengan proses pendirian dan pengembangan FKIK UIN Walisongo; strategi pengelolaan SDM dan Sarpras FKIK; tantangan dan solusi yang dihadapi UIN Walisongo dalam pengembangan FKIK; dan rekomendasi bagi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki mahasiswa 24 ribu lebih dengan 70% prodinya sudah terakreditasi Unggul membulatkan tekad untuk membuka Fakultas Kedokteran, Karena itu salah satu ukuran kemajuan universitas. Mimpi lama UIN jogja sejak 20 tahun yang lalu dan akan dimulai pada tahun 2025 ini sehingga bisa bersama dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Alaudin Makasar, UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Mataram, UIN Walisongo Semarang dan UIN Sunan Ampel Surabaya. Distingsi FK kedokteran UIN Semarang adalah Diabetes Millitus Stem Cell dan sudah bekerja sama dengan Stem Cell and Cancer Research (SCCR) diabetes dipimpin oleh Prof. Dr. dr. Agung Putra, M.Si Med. SCCR.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Prof. Dr. H. M. Mukhsin Jamil, M.Ag memimpin jalannya diskusi studi tiru dengan presentasi oleh Dr.dr.Sugeng Ibrahim M.Biomed (AAM) yang menjadi Dekan Fakultas Kedokteran. Turut hadir pula dalam forum tersebut Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, & Keuangan: Dr. H. Ahmad Ismail, M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama, dan Alumni: Dr. H. A.Hasan Asy’ari Ulama’i, M.Ag, Kepala Pusat Penjaminan Mutu, Dr. H. Tolkah, M.A Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama: H. M. Fatah, S. Ag., M.Ed. Dekan Fakultas Kedokteran UIN Walisongo memaparkan 4 tahapan dalam pendirian fakultas, tahap 1 berupa persiapan yang terdiri dari: Mempersiapkan dokumen rancangan pendirian membangun kemitraan, menjajaki calon SDM, menyiapkan sarpras. Tahap 2 yaitu penyelarasan yang terdiri dari: menyelaraskan dokumen naskah akademik, visi-misi, dan distingsi/falsafah Fakultas Kedokteran. Tahap 3 yaitu perijinan yang terdiri dari: Akselerasi pendirian dengan mempersiapkan kriteria untuk mendapatkan perijinan, dan tahap 4 yaitu penilaian yang terdiri dari: Asesmen final untuk menilai kelayakan dari segi administrasi, SDM, serta infrastruktur. Dr. dr. Sugeng Ibrahim menambahkan, distingsi dari Fakultas Kedokteran UIN Walisongo memiliki arah ke regenerative medicine, yang mengajarkan mahasiswa tentang stem cell atau sel punca.

dr. Murtafiqoh Hasanah, Sp.S dan tim yang terdiri dari Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos, Fitri Yuliawati, S.Pd., M.Pd.Si, dan Dian Aruni Kumalawati, M.Sc juga secara langsung meng-observasi Laboratorium-laboratorium Ilmu Dasar Kedokteran meliputi: 1) Laboratorium Anatomi; 2) Laboratorium Mikrobiologi; 3) Laboratorium Parasitologi; 4) Laboratorium Biokimia; 5) Laboratorium Patologi Klinik; 6) Laboratorium Faal; 7) Laboratorium Farmakologi; 8) Laboratorium Histologi; 9) Laboratorium Patologi Anatomi; 10). Laboratorium Biologi/Biomolekuler; dan 11) Laboratorium Keterampilan Klinik (skill’s lab). Kegiatan diakhiri dengan mengunjungi planetarium dan Observatorium KH. Zubair Umar Al-Jailany UIN Walisongo merupakan planetarium dibangun pada tahun 2019. Planetarium ini adalah planetarium yang pertama di bawah lingkungan PTKIN di Indonesia. Bahkan menurut data Worldwide Planetarium Database (WPD), Planetarium ini dinobatkan sebagai planetarium universitas yang terbesar ke-3 di dunia.