Tiga Dosen PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta “rihlah at-tarbiyah” ke IAIN Salatiga

Kamis-Sabtu tepat pada tanggal 24-26 Oktober 2019, IAIN Salatiga menyelenggarakan kegiatan Workshop Peningkatan Mutu Akademik FTIK IAIN Salatiga 2019, bertempat di Nugraha Wisata Hotel Bandungan, Jl. Raya Bandungan KM. 1 Legoksari Bandungan, mengusung tema: “Pengembangan Mutu Kurikulum Berbasis Kompetensi dan KKNI”. Dalam kegiatan tersebut, ketiga Dosen ‘domisili’ PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga menjadi aktor utama sebagai narasumber, yakni Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I., Endang Sulistiyowati, M.Pd. dan Fitri Yuliawati, S.Pd.Si, M.Pd.Si.

Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan IAIN Salatiga dalam meningkatkan mutu akademik fakultas secara internal, dengan menghadirkan pemateri-pemateri yang kompeten di bidangnya. Maka sudah barang tentu, ketiga dosen dari PGMI UIN Sunan Kalijaga yang bertugas sebagai narasumber merupakan pakarnya dalam berbagi ilmu mengenai upaya peningkatan mutu akademik lembaga.

Dr. Andi Prastowo, M.Pd.I dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa perubahan (kurikulum) merupakan suatu keniscayaan, dalam pernyataannya dikutip dari akun facebook beliau (Andi Prastowo) disebutkan, “Waktu sejenak tidak terasa berlalu begitu saja. Kamis 24 Oktober 2019 pukul 13.00 WIB, kami tiba di NUWIS Hotel Bandungan, selanjutnya hari terakhir kegiatan kami pamit balik ke kampus tercinta UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kami hanya bisa berbagi sedikit tentang urgensi, prosedur, dan praktik me-review kurikulum program studi agar selalu kontekstual dengan tuntutan regulasi dan kebutuhan stakeholder. Harapan akhirnya, semua prodi bisa memiliki kurikulum yang unggul dan selaras dengan visi-misi prodi, regulasi KKNI, SN-DIKTI, dan Akreditasi Prodi versi 4.0 (dengan 9 kriteria).”

Selain itu, Endang Sulistiyowati, M.Pd dan Fitri Yuliawati, M.Pd.Si. juga menambahkan bahwa, “kurikulum harus mengembangkan HOTS. Di samping itu, pembelajaran blended semakin ditekankan pula. Semoga persiapan ini dapat dimaksimalkan sehingga memperoleh hasil yang maksimal pula untuk lembaga, khususnya FTIK IAIN Salatiga.” Tutur keduanya saat ditemui di Kantor Prodi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekembalinya dari kegiatan di Salatiga.

Akhir pertemuan terkait wawancara kegiatan yang kami sebut ‘rihlah at-Tarbiyah’ (meminjam kata Ibnu Bathutah), ketiga dosen PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut pun mengakui betapa pengalaman berbagi semacam ini harus ditingkatkan, selain mempererat silaturahmi, juga semakin mempererat jalinan keharmonisan antarlembaga, dan semakin terbuka cakrawala berpikir dengan upaya saling berbagi informasi.

Redaktur: Muhammad Shaleh Assingkily

Editor: Ridho Agung Juwantara