Sungguh Membanggakan, Alumni PGMI Melesat ke Kancah Nasional Menuju PON XX 2020 di Papua

Muhammad Rofi Fauzi alumni PGMI UIN Sunan Kalijaga bersama rekan setim pada Pra PON 17 November di Jakarta
M. Rofi Fauzi merupakan alumni Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang akan diulas mendalam atas keberhasilannya menjunjung tinggi nama baik almamater dalam kejuaraan Pra PON XX yang baru saja berlangsung di Jakarta. Berperan sebagai salah satu pemain cabang olahraga (seni) silat beregu putra, Rofi dan 2 orang teman lainnya menunjukkan aksi seni yang menawan di gelanggang dalam pergelaran Kejuaraan Nasional Pencak Silat Pra PON XX-2019 Wilayah 2 Menuju PON Papua XX 2020, yang diselenggarakan di Jakarta 12-17 November 2019.
Mewakili Provinsi D.I. Yogyakarta, Rofi dan kedua temannya berhasil mengemas 452 poin sehingga berhasil menyabet predikat juara II (Medali Perak) pada kejuaraan tersebut, selisih sedikit (4 poin) di bawah Provinsi Banten yang berhasil mengemas 456, dan diikuti Provinsi Sumatera Utara yang menjadi juara ketiga pada Kejurnas tersebut dengan poin 450. Ini artinya, ketiga provinsi tersebut, masing-masing Provinsi Banten (memperoleh Medali Emas), Provinsi D.I. Yogyakarta (memperoleh Medali Perak), dan Provinsi Sumatera Utara (memperoleh Medali Perunggu) berhak mewakili Wilayah II yang terdiri dari kontingen asal 11 Provinsi pada PON XX yang rencananya akan dilaksanakan di Papua tahun 2020 mendatang.
Kendatipun berangkat sebagai perwakilan Provinsi D.I. Yogyakarta, lantas tidak membuat Rofi lupa kepada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta khususnya Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) sebagai almamater studinya semasa S-1, bahkan kini sedang lanjut studi di Program Magister PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berangkat dengan tekad kuat, serta iktikad pantang menyerah M. Rofi Fauzi berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Respons positif lantas terucap dari Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M.Pd. (Ketua Prodi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta), “Saya sebagai ketua prodi sangat bangga atas pencapaian mas Rofi. Bagaimana tidak? Tempo lalu tepatnya di tanggal 10 November 2019 mas Rofi yang sedang Field Study di Prodi, minta izin dan restu untuk berangkat ke Jakarta dalam mengikuti Kejurnas Pencak Silat. Kemarin, tepatnya hari Sabtu, 16 November 2019 mendengar kabar dari teman-teman mahasiswa bahwa Mas Rofi berhasil juara dan akan menuju PON tentu rasa haru dan ucapan selamatlah yang dapat kami haturkan sebesar-besarnya kepada mas Rofi. Tidak lupa, kami juga mendoakan supaya mas Rofi terus melesat dan berhasil di event-event selanjutnya” ujar beliau ketika ditemui di Kantor Prodi PGMI, Lt. 3 gedung FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Rofi sendiri dalam pesan singkatnya di Grup WA (whatsapp) menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendoakan dan terus men-support hobi yang menjadi kemahiran ‘minor’nya (meminjam istilah Prof. Dr. Hasan Asari, M.A/Guru Besar UIN Sumatera Utara Medan). Berikut ucapan dari Rofi, “InsyaAllah saya dan teman-teman akan tanding hari ini (16 November 2019) sekitar jam 09.30-an, mohon doanya yang teman-teman semoga Allah beri kemudahan untuk kita semua. Aamiin.” Pesan ini kami terima tepat pada pukul 08.33 WIB. Tidak lama waktu berselang, pada pukul 10.28 WIB Rofi mengirimkan pesan ‘penyampaian rasa haru’ dan terimakasihnya kepada teman-teman, “Alhamdulillah, maturnuwun teman-teman, saya dan beregu putra DIY dapat juara 2 dan dapat tiket untuk PON 2020, maturnuwun doanya untuk semuanya”. Tentu anggota grup WA tersebut bergantian untuk menyampaikan rasa bangga dan ucapan selamatnya, seperti Nur Rohman yang menyampaikan, “MasyaAllah, Alhamdulillah, Selamat mas Rofi”, diikuti Wahyu Iskandar, “semangat terus mas Rofi”, Maulida Rizqia, “Alhamdulillah, selamat Rofi”, Nurzakiah Simangunsong, “Alhamdulillah, semangat mas Rofi Fauzi”, Rahmawati, “Selamat Rofi”, Iin Nurhaliza, “Usaha berbanding lurus dengan hasil. Selamat Rofi, semangat untuk tahap selanjutnya”, Yuli Widi Hastuti, “Alhamdulillah, selamat mas Rofi”, Mikyal Hardiyati, “Alhamdulillah, selamat Rofi”, Salmadina Saktiani, “Barakallah mas Rofi, semoga sukses untuk ke depannya”. Kesemuannya merupakan responsivitas yang ditunjukkan teman-teman dengan ikut senang atas hasil yang diraih oleh M. Rofi Fauzi.
Sekali lagi, alumni PGMI ini berhasil menunjukkan bahwa kemampuan ‘mayor’ sebagai tenaga pendidik profesional di bidang pendidikan dasar Islam jenjang MI/SD merupakan suatu keniscayaan dikuasai oleh setiap alumni PGMI, di samping itu Alumni PGMI juga tidak boleh lupa mengasah kemampuan ‘minor’ yang merupakan terusan minat-bakat bahkan keahlian tersendiri dari setiap alumni PGMI. Sehingga alumni PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tidak hanya punya 1 keahlian, tapi langsung dua sekaligus, yakni keahlian mayor dan minor. #Pandjang Oemoer Pendidikan.
Redaktur: Muhammad Shaleh Assingkily
Editor: Nur Rohman