PGMI TURUT MENYEMARAKKAN ACARA DENGAN PROFESOR ASAL GERMANY

foto bersama diakhir acara para dosen dan mahasiswa field study bersama Prof. Thomas Unruh
Siang, selasa 19 November 2019, mahasiswa Field Study dari Magister FITK Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sore itu para dosen dan Kaprodi berkesempatan untuk mendengarkan materi yang dipaparkan oleh profesor asal Germany. Tak ketingalan pula Kaprodi PGMI Dr. Aninditya Sri Nugraheni, S. Pd., M. Pd. Bersama para mahasiswa Field Study. Profesor Thomas Unruh merupakan salah satu profesor Germany yang bergabung dalam organisasi SES (Senior Experten Service). Thomas Unruh merupakan salah satu guru besar asal Germany yang sudah sangat familier dengan kampus UIN Sunan Kalijaga. Hal ini karena beliau sudah kerap beberapa kali hadir serta dihadirkan untuk membawakan materi-materi baru yang sekiranya dibutuhkan di UIN Sunan Kalijaga.
Siang itu beliau berkesempatan membawakan sebuah materi dengan judul “enhanching student’s learning process at UIN Yogyakarta” beliau ingin memperkenalkan model pembelajaran yang harapannya bisa dilakukan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga. Beliau mengatakan Tridarma Perguruan itu terdiri dari Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat, profesor ingin mengintegrasikan ketiganya dengan menerapkan Active Learning.
mini riset project merupakan upaya yang diterapkan dalam lingkup kelas. Mahasiswa diminta membuat satu pertanyaan sebagai basic research. Metode ini telah diterapkan di kelas ibu Dr. Istiningsih, M. Pd mata kuliah leadership mahasiswa Magister PAI dan di kelas ibu Dr. Naimah, M. Hum mata kuliah Bahasa Inggris semester 1. Contoh dari basic research adalah what can make someone a leader? Untuk melakukan riset, amahsiswa melakukan observasi, wawancara, juga interview dari headmaster dll.
Thomas Unruh mengatakan bahwa learning tidak hanya memberikan materi-materi di kelas seperti dosen datang dan dikasih materi, namun learning lebih dari sekedar memberi materi. Pengetahuan tidak hanya dari dosen, pengetahuan tidak individual apalagi sekarang sudah memasuki era industri 4.0. Seorang mahasiswa harus memiliki research basic attitude yaitu memiliki rasa keingintahuan yang tinggi dan memiliki kapasitas untuk meneliti. Thomas Unruh memotivasi semua dosen-dosen yang hadirmpada waktu itu. Dikusi berjalan santai dan menyenangkan, ada yang menanggapi, bertanya, meminta tanggapan seputar pada learning yang pernah dilakukan dan untuk merancang learning selanjutnya.
Seperti pada pertemuan-pertemuan lainnya, Thomas Unruh selalu memberikan materi yang luar biasa sekaligus berkenan membagikan pengalamannya mengajar di Germany sebagai masukan. Diskusi bersama Thomas tersebut telah memberikan banyak pelajaran diantaranya dapat mengenal budaya luar negeri, mengembangkan keterampilan, memperluas pandangan juga meningkatkan nilai akademis terutama bidang pendidikan untuk menyiapkan generasi yang bermutu dan berkualitas pada era industri 4.0.
Dari keseluruhan materi yang disampaikan oleh Thomas tersebut banyak respon positif yang muncul, salah satunya dari Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M. Pd yang mengatakan bahwa “Kegiatan dengan menghadirkan expert dalam bidang riset semacam ini sangat dibutuhkan untuk dosen dan mahasiswa karena ilmu harus selalu diupdate. Materi yg disajikan juga sangat menarik dan bermanfaat. Materi tersebut tentang bagaimana membuat mini riset yg baik, bagaimana presentasi yang baik, bagaimana memanfaatkan aplikasi google, dan diskusi secara online. Kegiatan yang semacam ini bila dilaksanakan secara rutin dan berlanjutan akan berimplikasi pada kualitas riset dan kegiatan ilmiah dosen dan mahasiswa.”
Selain itu pula, respok baik juga disampaikan oleh mahasiswa Field Study yakni Wahyu Iskandar yang juga merupakan mahasiswa terbaik PGMI UIN Sumatera Utara. Ia menuturkan bahwa “kegiatan seperti ini sudah memang seharusnya terus digalakkan di lingkungan pendidikan tinggi, hal ini sangat berguna untuk terus memperbaharui setiap pokok keilmuan yang ada. dan harapannya juga para dosen dan mahasiswa yang telah mengikuti program ini mampu menerapkannya dalam bidang yang digeluti masing-masing”.
Mengacu pada perkembangan zaman yang terus Update memang sudah sewajarnya terus dilakukannya pembaharuan pada setiap komponen. Lucu bila dirasa zaman sudah memasuki era Society 5.0 namun pembelajaran kita masih belum menyentuh era Industri 4.0.
Akhir kata, mengutip dari salah satu Pengusaha Muda Yogyakarta “teruslah berproses, perlahan itu tak apa asalkan jangan pernah berhenti”
Redaktur: Rahmawati
Editor: Nur Rohman