Gembira Loka Zoo menjadi Laboratorium Alam untuk Vertebrata
Semester Genap tahun Akademik 2025/2026,Kami mahasiswa PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempuh matakuliah Konsep Dasar IPA dengan bobot 4 sks bersama dengan Dr. Fitri Yuliawati, M.Pd.Si. Selama 32 kali pertemuan kami mempelajari konsep-konsep mulai dari sistem klasifikasi, organisasi makhluk hidup, virus dan bakteri, invertebrata, vertebrata, tumbuhan, ekosistem dan sistem pada tubuh manusia. Konsep vertebrata menjadi makin menyenangkan dipelajari ketika kami mengunjungi Gembira Loka Zoo.Kelompok hewan yang kami pelajari dari gembira loka zoo dimulai dari kelompok pisces, amfibi, reptil, aves dan mamalia. Kami mengamati ciri ciri morfologi, fisiologi maupun anatomi yang meliputi sistem klasifikasi, sistem pernafasan, sistem reproduksi
-
Ikan Sepat Mutiara (Trichopodus leerii)
Sistem Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii (ikan bertulang sejati)
Ordo: Anabantiformes
Famili: Osphronemidae
Genus: Trichopodus
Spesies: Trichopodus leerii
Sistem Pernafasan
Ikan sepat mutiara memiliki sistem pernapasan yang unik karena selain menggunakan insang, ikan ini juga memiliki organ tambahan yang disebut organ labirin. Organ ini memungkinkan ikan untuk mengambil oksigen langsung dari udara di permukaan air. Oleh karena itu, ikan sepat mutiara dapat bertahan hidup di perairan yang kadar oksigennya rendah, seperti rawa-rawa atau air yang tergenang. Kemampuan ini menjadi keunggulan tersendiri dibandingkan ikan lain yang hanya mengandalkan insang.
Sistem Reproduksi
Ikan sepat mutiara berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Dalam proses reproduksinya, ikan jantan berperan aktif dengan membuat sarang busa di permukaan air menggunakan gelembung udara yang dilapisi lendir. Setelah betina mengeluarkan telur, jantan akan mengumpulkan dan menempatkan telur-telur tersebut ke dalam sarang busa. Selanjutnya, jantan menjaga dan melindungi telur hingga menetas. Peran jantan sangat penting dalam menjaga keberhasilan reproduksi ikan ini.
Cara Hidup/Habitat
Ikan sepat mutiara hidup di perairan tawar yang tenang seperti rawa, sungai berarus lambat, dan danau. Ikan ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Habitat yang disukai biasanya memiliki banyak tumbuhan air yang berfungsi sebagai tempat berlindung dan berkembang biak. Ikan ini cenderung hidup di lingkungan dengan arus yang tidak terlalu kuat dan dapat beradaptasi dengan kondisi air yang minim oksigen.
Ciri Ciri
Ikan sepat mutiara memiliki ciri khas yang mudah dikenali, yaitu tubuhnya yang pipih dan memanjang dengan warna keperakan yang dihiasi bintik-bintik kecil menyerupai mutiara. Selain itu, terdapat garis hitam memanjang dari kepala hingga ekor. Sirip perutnya berbentuk panjang seperti benang yang berfungsi sebagai alat peraba. Ukuran ikan ini umumnya mencapai sekitar 10 hingga 12 cm. Ikan jantan biasanya memiliki warna yang lebih cerah dan sirip yang lebih panjang dibandingkan betina.
-
Katak Lembu Amerika (Rana catesbeiana)
Sistem Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Amphibia
Ordo: Anura
Famili: Ranidae
Genus: Rana
Spesies: Rana catesbeiana
Sistem Pernafasan
Katak lembu Amerika (Rana catesbeiana) mengalami perubahan sistem pernapasan selama siklus hidupnya. Pada fase larva (berudu), katak bernapas menggunakan insang. Setelah mengalami metamorfosis menjadi katak dewasa, sistem pernapasannya berubah menggunakan paru-paru serta kulit. Pernapasan melalui kulit (respirasi kutaneus) sangat penting karena kulit katak yang lembab memungkinkan pertukaran oksigen dan karbon dioksida secara langsung dengan lingkungan.
Sistem Reproduksi
Katak lembu berkembang biak secara ovipar (bertelur) dengan pembuahan eksternal yang terjadi di dalam air. Pada musim kawin, katak jantan akan menarik betina melalui suara khasnya. Betina dapat menghasilkan ribuan hingga puluhan ribu telur dalam satu kali reproduksi. Telur-telur tersebut menetas menjadi berudu dan kemudian mengalami metamorfosis menjadi katak dewasa
Cara Hidup/Habitat
Katak lembu Amerika hidup di lingkungan perairan tawar seperti danau, kolam, rawa, dan sungai yang berarus lambat. Spesies ini menyukai habitat dengan air yang hangat dan banyak vegetasi air. Katak ini bersifat semi-akuatik, artinya hidup di air dan darat, serta lebih aktif pada malam hari (nokturnal).
Ciri Ciri
Katak lembu memiliki ukuran tubuh yang besar dibandingkan katak lainnya, dengan panjang tubuh bisa mencapai sekitar 20 cm. Kulitnya licin berwarna hijau kecokelatan dengan bercak-bercak gelap. Katak ini memiliki kaki belakang yang panjang dan kuat untuk melompat serta berenang. Selain itu, katak jantan memiliki suara khas yang menyerupai suara lembu.
Data yang didapat adalah sebagai berikut:
Nama latin : (Lithobates catesbeianus)
Kelas : Amfibi
Berat : 0,7 kg
Panjang : 20 cm
Masa hidup : 10-16 tahun
Asal : Amerika
Pakan : Plankton, larva serangga air, mikroorganisme kecil, serangga, ikan kecil, dan berudu lainnya. selain itu mereka juga memangsa siput, reptil kecil, tikus, burung serta kelelawar.
-
Ular Viper Timur (Trimeresurus albolabris)
Sistem Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Famili: Viperidae
Genus: bervariasi (misalnya Vipera, Trimeresurus, dll.)
Spesies: tergantung jenis viper timur (contoh: Vipera berus)
Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan ular Viper Timur menggunakan paru-paru sebagai alat utama untuk bernapas. Pada umumnya, paru-paru kanan berkembang lebih besar dan berfungsi aktif, sedangkan paru-paru kiri mengalami penyusutan. Karena tidak memiliki diafragma seperti manusia, ular ini mengandalkan gerakan otot-otot tubuhnya untuk membantu proses masuk dan keluarnya udara. Sistem ini memungkinkan ular tetap bernapas dengan efisien meskipun tubuhnya memanjang.
Sistem Reproduksi
Berkembang biak dengan cara bertelur dan melahirkan (ovovivipar) ular betina akan bertelur di dalam tubuh dan melahirkan anak nya. Dalam sekali bertelur mampu menghasilkan 10-20 ekor anak masa kawin terjadi pada bulan november sampai desember.
Cara Hidup/Habitat
Ular Viper Timur hidup di berbagai jenis habitat seperti hutan, padang rumput, semak-semak, hingga daerah berbatu. Hewan ini banyak ditemukan di wilayah Asia, Eropa, dan sebagian Afrika. Dalam kehidupan sehari-hari, ular ini bersifat nokturnal atau lebih aktif pada malam hari. Sebagai predator, Vyper Timur berburu mangsa seperti tikus, burung kecil, dan amfibi dengan memanfaatkan racunnya untuk melumpuhkan mangsa sebelum dimakan.
Ciri Ciri
Ular Viper Timur memiliki beberapa ciri khas yang mudah dikenali, seperti memiliki kepala lebar berbentuk segitiga dengan ekor berwarna merah coklat.
-
Elang Laut perut putih (Haliaeetus leucogaster)
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Accipitriformes
Famili : Accipitridae
Genus : Haliaeetus
Spesies : Haliaeetus leucogaster
Deskripsi Fisik (Detail)
Elang laut perut putih merupakan burung pemangsa berukuran besar dengan penampilan yang sangat khas dan mudah dikenali. Panjang tubuhnya berkisar antara 70–85 cm, dengan bentang sayap mencapai ±2 meter, membuatnya tampak gagah saat terbang. Bagian kepala, leher, dada, hingga perut berwarna putih bersih, yang menjadi ciri utama spesies ini. Warna putih ini kontras dengan bagian sayap dan punggung yang berwarna abu-abu gelap hingga kehitaman. Saat terbang, pola kontras ini terlihat jelas, terutama dari bawah.
Sayapnya panjang, lebar, dan agak membulat di ujung, memungkinkan elang melayang stabil di udara dalam waktu lama tanpa banyak mengepakkan sayap. Bagian ekor berbentuk pendek dan agak membulat, juga berwarna putih.
Paruhnya berukuran besar, tebal, dan melengkung tajam ke bawah, berwarna abu-abu kebiruan dengan ujung yang lebih gelap. Paruh ini sangat kuat dan digunakan untuk merobek daging mangsa.
Matanya relatif besar dengan warna kuning pucat hingga kecokelatan, dilengkapi penglihatan yang sangat tajam untuk mendeteksi mangsa dari ketinggian. Area sekitar mata tampak tegas, memberi kesan tajam dan fokus. Kakinya kuat dan berwarna abu-abu pucat, dilengkapi dengan cakar (talon) yang panjang, melengkung, dan sangat tajam. Cakar ini digunakan untuk mencengkeram mangsa, terutama ikan yang licin. Pada individu muda (remaja), warna tubuhnya berbeda, yaitu cokelat kusam dengan bercak-bercak terang, dan baru akan berubah menjadi kombinasi putih-abu khas saat dewasa.
Sistem Pernafasan
Elang laut perut putih memiliki sistem pernapasan yang sangat efisien dan kompleks, khas pada kelompok burung. Organ utamanya adalah paru-paru yang berukuran relatif kecil tetapi kaku (tidak mengembang seperti pada manusia), serta dilengkapi dengan pundi-pundi udara (air sacs) yang tersebar di beberapa bagian tubuh, bahkan hingga ke tulang.
Pundi-pundi udara ini biasanya berjumlah ±9 kantung udara, yang terbagi menjadi pundi udara anterior (depan) dan posterior (belakang). Fungsinya bukan untuk pertukaran gas secara langsung, melainkan sebagai “penyimpan dan penggerak udara” agar aliran udara di dalam paru-paru tetap kontinu.
Sistem pernapasan elang menggunakan aliran udara satu arah (unidirectional airflow), yang berarti udara segar selalu mengalir melalui paru-paru, baik saat menarik napas maupun saat menghembuskannya. Prosesnya terjadi dalam dua siklus pernapasan, yaitu:
-
Inspirasi pertama: udara masuk melalui hidung → trakea → disimpan di pundi udara posterior
-
Ekspirasi pertama: udara dari pundi posterior masuk ke paru-paru untuk pertukaran gas
-
Inspirasi kedua: udara dari paru-paru dipindahkan ke pundi udara anterior
-
Ekspirasi kedua: udara dikeluarkan melalui trakea
Dengan mekanisme ini, paru-paru selalu dialiri udara kaya oksigen, sehingga proses pertukaran gas menjadi lebih maksimal dibandingkan mamalia. Selain itu, sistem ini juga memiliki fungsi tambahan, yaitu:
-
Membantu mengurangi berat tubuh (karena adanya rongga udara)
-
Menjaga keseimbangan saat terbang
-
Membantu mengatur suhu tubuh saat aktivitas tinggi
Adaptasi ini sangat penting bagi elang laut perut putih karena memungkinkan mereka terbang tinggi, melayang lama, dan berburu dengan efisien tanpa cepat kehabisan energi.
Sistem Reproduksi
Elang laut perut putih berkembang biak secara ovipar (bertelur) dan termasuk hewan dengan sistem reproduksi seksual. Pembuahan terjadi di dalam tubuh betina (fertilisasi internal) melalui pertemuan sel sperma dan sel telur di saluran reproduksi.
Pada burung ini, organ reproduksi jantan terdiri dari sepasang testis yang menghasilkan sperma, sedangkan betina umumnya hanya memiliki satu ovarium yang aktif (sebelah kiri). Hal ini merupakan adaptasi untuk mengurangi berat tubuh sehingga memudahkan terbang.
Proses perkembangbiakan diawali dengan perilaku kawin, biasanya disertai atraksi terbang di udara (courtship). Setelah terjadi pembuahan, betina akan membentuk telur yang dilapisi cangkang keras di dalam tubuhnya sebelum dikeluarkan.
Elang laut perut putih biasanya menghasilkan 1–3 butir telur dalam satu periode reproduksi. Telur diletakkan di dalam sarang besar yang dibuat dari ranting-ranting, biasanya di pohon tinggi atau tebing dekat perairan. Lokasi ini dipilih untuk keamanan serta kemudahan mendapatkan makanan.
Telur akan dierami selama sekitar 35–45 hari. Selama masa ini, induk betina lebih banyak mengerami telur, sementara jantan membantu menjaga sarang dan mencari makanan. Setelah menetas, anak elang (anakan) masih sangat bergantung pada induknya. Kedua induk akan memberi makan dan melindungi hingga anak cukup besar, berbulu lengkap, dan mampu terbang (fledging).
Elang laut perut putih dikenal memiliki sifat monogami, yaitu satu pasangan untuk jangka waktu lama, bahkan bisa seumur hidup. Mereka juga sering menggunakan kembali sarang lama dan memperbesarnya setiap musim kawin.
Cara Hidup/Habitat
Elang laut perut putih merupakan burung pemangsa (karnivora) yang sangat bergantung pada lingkungan perairan. Habitat utamanya berada di daerah pesisir pantai, muara sungai, danau, serta sungai besar yang memiliki banyak sumber makanan. Burung ini tersebar luas di wilayah Asia Tenggara, Australia, hingga India, dan sering terlihat bertengger di pohon tinggi atau tebing dekat air.
Dalam kehidupan sehari-hari, elang ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan terbang melayang (soaring) di atas perairan untuk mengamati mangsa. Dengan penglihatan yang sangat tajam, ia mampu mendeteksi ikan atau hewan lain dari ketinggian, lalu menyambar dengan cepat menggunakan cakarnya. Selain berburu sendiri, terkadang elang ini juga mengambil mangsa dari burung lain (kleptoparasitisme).
Elang laut perut putih cenderung hidup berpasangan (monogami) dan mempertahankan wilayah kekuasaannya (teritorial). Mereka akan menjaga sarang dan area berburu dari gangguan elang lain. Sarang biasanya dibangun di tempat tinggi dan strategis, serta digunakan berulang kali.
Burung ini aktif pada siang hari (diurnal), terutama saat pagi dan sore ketika aktivitas berburu lebih optimal. Selain itu, elang ini dikenal cukup adaptif, tetapi tetap bergantung pada lingkungan yang relatif bersih dan kaya ikan, sehingga keberadaannya sering menjadi indikator kesehatan ekosistem perairan.
Ciri Ciri
Elang laut perut putih memiliki ciri fisik yang sangat khas dan mudah dikenali. Bagian kepala, leher, dada, dan perutnya berwarna putih bersih, sedangkan bagian sayap dan punggung berwarna abu-abu gelap hingga kehitaman, sehingga tampak kontras saat terbang. Burung ini memiliki ukuran tubuh yang besar dengan panjang sekitar 70–85 cm dan bentang sayap yang lebar, mencapai sekitar dua meter. Sayapnya panjang dan lebar, memungkinkan elang melayang stabil di udara dalam waktu lama.
Paruhnya besar, kuat, dan melengkung ke bawah yang berfungsi untuk mencabik daging mangsa. Kakinya kuat dan dilengkapi dengan cakar tajam untuk menangkap serta mencengkeram mangsa, terutama ikan. Mata elang ini tajam dengan kemampuan penglihatan yang sangat baik untuk melihat mangsa dari jarak jauh. Selain itu, ekornya pendek dan agak membulat.
Pada elang yang masih muda, warna tubuhnya berbeda dengan yang dewasa, yaitu cenderung coklat kusam dengan bercak-bercak terang. Seiring bertambahnya usia, warna tersebut akan berubah menjadi kombinasi putih dan abu-abu khas seperti pada elang dewasa.
-
Nilgai (Boselaphus tragocamelus)
Sistem Klasifikasi
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Artiodactyla (hewan berkuku genap)
Famili: Bovidae
Genus: Boselaphus
Spesies: Boselaphus tragocamelus
Deskripsi Fisik
Nilgai merupakan antelop berukuran besar dengan tubuh kokoh dan kaki panjang serta ramping. Tinggi bahunya sekitar 1,2–1,5 meter dengan panjang tubuh mencapai 1,8–2 meter. Berat tubuh jantan berkisar antara 200–300 kg atau lebih, sedangkan betina lebih ringan yaitu sekitar 120–200 kg. Hewan ini memiliki leher agak panjang, kepala sempit dengan telinga sedang, serta jantan memiliki sepasang tanduk pendek, lurus, dan runcing, sedangkan betina tidak bertanduk. Warna tubuh jantan umumnya abu-abu kebiruan, sementara betina berwarna coklat kekuningan, dengan bagian bawah tubuh lebih terang dan ekor pendek berujung gelap.
Sistem Pernafasan
Nilgai bernapas menggunakan paru-paru seperti mamalia pada umumnya. Udara masuk melalui hidung, lalu ke saluran pernapasan hingga paru-paru, tempat terjadi pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Proses ini dibantu oleh diafragma agar pernapasan tetap lancar saat nilgai bergerak atau beraktivitas.
Sistem Reproduksi
Nilgai berkembang biak secara seksual dengan cara melahirkan (vivipar). Pembuahan terjadi secara internal, yaitu sel sperma jantan membuahi sel telur betina di dalam tubuh induk. Nilgai termasuk hewan poligami, di mana satu jantan dapat mengawini beberapa betina. Masa kebuntingan berlangsung sekitar 8–9 bulan, kemudian betina melahirkan 1–2 anak yang langsung bisa berdiri dan mengikuti induknya beberapa saat setelah lahir. Setelah lahir, anak nilgai akan disusui hingga cukup kuat untuk hidup mandiri.
Cara Hidup/Habitat
Nilgai hidup di daerah terbuka seperti padang rumput, semak belukar, dan hutan kering. Hewan ini lebih aktif pada pagi dan sore hari (krepuskular) untuk mencari makan berupa rumput, daun, dan tumbuhan lain. Nilgai biasanya hidup berkelompok kecil, meskipun jantan dewasa sering hidup soliter atau berkelompok kecil terpisah dari betina. Mereka mampu beradaptasi dengan lingkungan panas dan kering serta sering berpindah tempat untuk mencari pakan dan air.
Ciri Ciri
Nilgai memiliki tubuh besar dan kokoh dengan kaki panjang dan ramping. Jantan berwarna abu-abu kebiruan dan memiliki sepasang tanduk pendek, sedangkan betina berwarna coklat kekuningan dan tidak bertanduk. Hewan ini memiliki leher agak panjang, kepala sempit, telinga sedang, serta ekor pendek dengan ujung gelap.