“RORO JONGGRANG” DAN “SRI TANJUNG” PUKAU PENONTON MELALUI PAGELARAN SENDRATARI PGMI UIN SUNAN KALIJAGA

Mengusung tema “Romansa Cinta Budaya dalam Bingkai Islami” mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (PGMI FITK) UIN Sunan Kalijaga sukses menampikan dua cerita populer dalam pentas sendratari. Pagelaran terebut merupkan bagian dari tugas akhir yang harus ditempuh mahasiswa PGMI UIN Sunan Kalijaga pada mata kuliah kesenian yang diselenggarakan pada jum’at, 20 Desember 2019 di Convention Hall Lantai 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Pagelaran sendratari tersebut merupakan salah satu rutinitas yang terus dilakukan oleh lembaga prodi dengan tujuan melatih dan meningkatkan skill mahasiswa diluar kemampuan akademik. Hal ini tentunya akan menjadi nilai tambah bagi lulusan yang nantinya akan menjadi seorang pendidik.

Cerita yang diangkat pada pagelaran kali ini adalah kisah “Roro Jonggrang dan Sri Tanjung” yang kisahnya sangat melegenda khususnya di tanah Jawa. Jalan cerita dua kisah tersebut diekspresikan melalui kolaborasi beragam gerakan dengan perpaduan sound efect serta lightting yang epik sehingga mampu memukau sekitar 300 pasang mata yang hadir pada waktu itu tak terkeculi Kaprodi PGMI UIN Sunan Kalijaga.

Ketika dihubungi melalui sambungan whatsApp, Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M. Pd, Kaprodi PGMI menuturkan bahwa pagelaran sendratari merupakan ciri khas dari Prodi PGMI. Selain itu, kegiatan sendratari merupakan bagian dari tugas Ujian Akhir Semester mata kuliah kesenian, keterampilan dan orkes. Pagelaran tersebut merupakan bagian dari kreativitas mahasiswa dalam menciptakan kreasi seni tari yang tentunya hal ini sejalan dengan program perkuliahan Prodi PGMI yang berbasis pada produk, riset, event dan branding. Saya sebagai Ketua Prodi PGMI turut bangga dengan berlangsungnya acara tersebut. Bagi saya, acara tersebut cukup meriah mas, karena mampu memanjakan mata penonton yang hadir. Saya sangat mengapresiasi kinerja panitia yang terus berupaya siang malam untuk dapat menampilkan pertunjukan yang memukau meski harus berbagi waktu dengan masa ujian akhir semester.”

Selain itu, kesan dan apresiasi juga disampaikan oleh salah satu Dosen PGMI Fitri Yuliawati, M.Pd.Si. Ketika diwawancarai beberapa waktu lalu, ia mengapresiasi kerja keras para penari dan panitia yang telah totalitas dalam mempersiapkan kegiatan dari awal hingga akhir pertunjukan. “Susunan acara yang sangat epik serta kinerja para panitia yang sangat kompak menjadikan acara terasa hidup dan tidak membosankan. Penggunaan Bahasa Indonesia juga menjadi pemantik keseruan kegiatan mas. Karena dengan menggunakan Bahasa Indonesia semua penonton memahami jalannya acara. Apresiasi yang besar untuk semua panitia, karena dengan kerja keras tim, acara dapat berjalan lancar tanpa ada kekosongan waktu yang terbuang sia-sia” tutur Fitri Yuliawati, M. Pd. Si. di sela-sela kegiatannya. Ia juga optimis jika semangat dan kekompakan tersebut dapat terjaga, maka mahasiswa PGMI pasti mampu mementaskan pertunjukan sendratari dalam skala nasional kedepannya.

Jika diperhatikan lebih dalam, PGMI UIN Sunan Kaijaga terus berupaya semaksimal mungkin membentuk mahasiswa yang memiliki berbagai keahlian. Keahlian tersebut tentunya tidak hanya dalam bidang akademik saja melainkan pada bidang-bidang lain seperti seni, kewirausahaan dan masih banyak lainnya. Upaya tersebut dilakukan dengan harapan nantinya para lulusan PGMI dapat beradaptasi di lingkungan dengan mudah dengan bekal keahlian dan kemampuan yang telah dimilikinya.

Redaktur : Dimas

Editor : Rohman