Merdeka Belajar dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0

dokumentasi kegiatan webinar "Merdeka Belajar dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0"
Webinar Nasional Kolaborasi HMPS PGMI dengan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ikatan Alumni PGMI serta PD-PGMI Jateng dan DIY dilanjtkan ke sesi 2, dengan tema “Merdeka Belajar dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” via zoom pada Senin, 13 Juli 2020 pukul 09.00-12.00 WIB.
Berkaitan dengan revolusi industry 4.0, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencanangkan reformasi sistem pendidikan Indonesia melalui kebijakan Merdeka Belajar. “Esensi merdeka belajar adalah menggali potensi terbesar para guru-guru sekolah dan murid untuk berinovasi dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara mandiri” ujar Mufida Awalia Putri, selaku narasumber kedua dalam webinar nasional kolaborasi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sesi 2, Senin (13/7).
Sejalan dengan pernyataan Mufida, Ika Kartika selaku narasumber pertama dalam webinar yang sama juga menjelaskan bahwa “Sekolah, guru, dan siswa mempunyai kebebasan untuk berinovasi, kebebasan untuk belajar dengan mandiri dan kreatif ”. Hal ini menandakan bahwa Merdeka belajar erat kaitannya dengan teknologi, inovasi serta kreatifitas. Bahkan, kebijakan merdeka belajar tidak mungkin bisa berhasil tanpa teknologi.
Kendati demikian, kebijakan ini mendapat perhatian lebih dari para akademisi pendidikan. Terbukti dari jumlah pendaftar yang mencapai 547 orang, dengan rincian 25% berpendidikan S2, 64% berpendidikan S1, 9% berpendidikan S3 dan 2% SMA. Dengan total institusi sebanyak 345 dari seluruh Indonesia. (Zulfi Idayanti)