Gaya Belajar Generasi Milenial dan Generasi Z di Kampus Merdeka

Dokumentasi Webinar Sesi 5 " Gaya Belajar Generasi Milenial dan Generasi Z di Kampus Merdeka"
Gaya Belajar Generasi Milenial dan Generasi Z di Kampus Merdeka menjadi tema diskusi dalam Webinar Nasional kolaborasi HMPS PGMI dengan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Ikatan Alumni PGMI serta PD-PGMI Jateng dan DIY pada pekan ke-5, via zoom pada Senin, 27 juli 2020 pukul 09.00-12.00 WIB.
Pada webinar sesi 5 ini menghadirkan keynote speaker dan 2 pembicara hebat, mereka ialah Ahmad Syamsul Arifin,M.Pd.I selaku Kaprodi PGMI Universitas Alma Ata Yogyakarta selaku keynote speaker dan 2 pembicara hebat yaitu, Dr. Maemonah, M.Ag Uin Sunan Kalijaga, dan Diyah Mintasih, M.Pd Sekolah Tinggi Agama Islam.
Generasi millennial dan generasi Z dalam proses pembelajaran sudah terbiasa multitasking. Dr. Maemonah, M.Ag menjelaskan “mereka terbiasa mengerjakan tugas namun masih sempat membalas chat ataupun vidiocall. Selain itu, kultur entrepreneurship sangat melekat pada mereka. Mereka menginginkan lingkungan kerja yang lebih independen dan tidak kaku” dalam webinar senin (27/7).
Kendati demikian, “Generasi milenial berada pada fase tidak pernah tau hidup tanpa teknologi sedangkan generasi Z tidak pernah tau hidup tanpa social media.dimana kedua generasi ini bekerja dengan infrastruktur yang terkoneksi”. Ujar Diyah Mintasih, M.Pd selaku pembicara kedua dalam webinar, senin (27/7).
Kebijakan Merdeka belajar membuat siswa dapat belajar secara bebas, bahagia, tanpa tekanan, sesuai passion mereka serta dapat menguasai pengetahuan sesuai keinginan mereka. Sehingga, “gen Z berfikir dan berpandangan lebih global, gen Z lebih realistis sementara millennial lebih idealis”, ujar Dr. Maemonah, M.Ag selaku pembicara pertama dalam webinar, senin (27/7). (Zulfi Idayanti)