Fitri Yuliawati, Dosen PGMI Melakukan Pendampingan Calon Guru Penggerak di Kulonprogo

Dokumentasi Kegiatan Pendampingan Calon Guru Pennggerak di SMAN 1 Kokap, SMAN 1 Wates, dan SMAN 1 Kalibawang.
Yogyakarta – Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) merupakan program yang dapat mengembangkan pengalaman pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan guru sebagai bagian dari Kebijakan Merdeka Belajar melalui pendidikan guru. PGP dilakukan dengan pendekatan andragogi dan blended learning selama 9 bulan secara bertahap.
“PGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi danblended learning selama 9 bulan secara bertahap. Kegiatan PGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja(on-the-job training),20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping. Terkait dengan lokakarya dimulai dari lokakarya perdana, loka karya ke-1 hingga lokakarya ke-9” ungkap Ibu Fitri Yuliawati, M.Pd.Si.
Kegiatan pendampingan calon guru penggerak ini melibatkan pendamping, guru, dan Kepala Sekolah. Ibu Fitri Yuliawati, M.Pd.Si melaksanakan kegiatan pendampingan individu pada tanggal 6-13 November 2020. Saat melakukan pendampingan individu, tanggal 9-11 November 2020 Ibu Fitri Yuliawati, M.Pd.Si mengunjungi beberapa sekolah yakni SMAN 1 Kokap, SMAN 1 Wates, dan SMAN 1 Kalibawang. Setelah itu, dilanjutkan lokakarya ke-1 pada tanggal 14 November 2020.
“Pendampingan individu melibatkan Bu Fitri selaku pendamping, guru sebagai calon guru penggerak dan juga ada kepala sekolah. Mulai tanggal 6-13 November 2020 Bu Fitri melaksanakan kegiatan pendampingan individu. Pada saat pendampingan individu Bu Fitri mendatangi guru penggerak di sekolah masing-masing. Pada tanggal 9 November 2020 di SMAN 1 Kokap, pada tanggal 10 November 2020 d SMAN 1 Wates, dan pada tanggal 11 November 2020 di SMA N 1 Kalibawang. Kegiatan pendampingan individu dilaksanakan selama 4 jam. Setelah dilakukan pendampingan, maka pada tanggal 14 November 2020 dilaksanakan lokakarya dengan agenda sebagai berikut: Pembukaan, pengembangan diri, kompetensi guru penggerak, posisi diri, rencana pengembangan diri, dan penutupan” ujar Ibu Fitri Yuliawati M.Pd.Si.
Ibu Fitri Yuliawati, M.Pd.Si juga menjelaskan bahwa terdapat rangkaian acara dalam kegiatan tersebut antara lain: Ice Breaking & perkenalan pendamping, penyampaian tujuan dan pembuatan kesepakatan, pentingnya pengembanngan diri, diskusi kelompok, presentasi kelompok, kompetensi checklist, istirahat siang, energizer, evaluasi diri, pembuatan rencana pengembangan kompetensi, sharing hasil pembuatan rencana, pengisian lembar evaluasi, refleksi hasil belajar & penugasan, dan penutupan & foto bersama.
Adanya program Pendidikan Guru Penggerak, tentu ada tujuan dan manfaat yang didapatkan baik dari pendidik maupun peserta didik.
“Manfaat Pendidikan Guru Penggerak adalah sebagai berikut:bergeraknya komunitas belajar secara berkelanjutan sebagai tempat diskusi dan simulasi agar guru dapat menerapkan pembelajaran aktif yang sesuai dengan potensi dan tahap perkembangan peserta didik, diterapkannya pembelajaran aktif olehguru lain di lingkungansatuan pendidikannya dan lingkungan sekitar sebagai dampak bergeraknya komunitas guru secara berkelanjutan, terbangunnya rasanyaman dan bahagia peserta didik berada di lingkungansatuan pendidikan, meningkatnya sikap positif peserta didik terhadap proses pembelajaran yang bermuara pada peningkatan hasil belajar, terwujudnya lingkungan fisik dan budaya satuan pendidikan yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik, dan terbukanya kesempatan bagi guru penggerakuntuk menjadi pemimpinsatuan Pendidikan”, ungkap Ibu Fitri Yuliawati, M.Pd.Si. (Tsaqifa Taqiyya Ulfah)