Mahasiswi PGMI UIN Sunan Kalijaga Berpartisipasi dalam kegiatan Bedah Buku ”Pembaruan Islam Yudian Wahyudi”

Dua orang mahasiswi Sofi dan Hanin anggota (Sanggar Seni Tari Aceh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Rabu, 22 Desember 2021
Yogyakarta – Dua orang mahasiswi PGMI UIN Jogja, Sofiyatuz Zahro dan Haninah Mabsuthoh berpartisipasi sebagai pengisi acara dalam kegiatan Bedah Buku ”Pembaruan Islam Yudian Wahyudi” dalam Rangka Internalisasi Nilai-Nilai Pancasila melalui Festival Ide Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia bekerjasama dengan UIN Sunan Kalijaga yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Desember 2021.
Sofi dan Hanin merupakan anggota dari Serambi (Sanggar Seni Tari Aceh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Dalam kegiatan ini, serambi menampilkan tari ratoh jaroe yang berjumlah 7 orang penari dan diiringi 2 orang pemusik. Sedikit informasi, tari saman dan tari ratoh jaroe itu berbeda. Tari saman berasal dari Suku Gayo dan tidak menggunakan alat musik untuk mengiringi tari. Sedangkan tari ratoh jaroe merupakan hasil reka cipta seorang seniman Aceh, Yusri Saleh pada tahun 2000-an dan menggunakan alat musik rapai untuk mengiringi tari (dikutip dari Serambiwiki.com).
Tari saman sudah sangat populer dan sering menjadi juara 1 dalam kompetisi tari internasional. Dan pada tahun 2011, tari saman ditetapkan sebagai warisan dunia bukan benda oleh Unesco PBB. Dengan tari ratoh jaroe, Sofi dan Hanin berharap mereka dapat berkontribusi dalam melestarikan tari tradisional yang merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia.
Bentuk kecintaan dan perhatian anak muda dengan kebudayaan Indonesia adalah dengan ikut serta belajar dan menjaga kebudayaan Indonesia ,khususnya tari. Seperti yang dilakukan oleh kedua mahasiswa PGMI dalam partisipasinya ke sanggar tari yang ada di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Harapan mereka bahawa setiap anak muda mampu menyalurkan bakat dan ekpresi mereka dengan hal-hal yang positif. Menumbuhkan kerjasama dengan seni tari sebagai bentuk ekpresi di dunia akademik. Semoga kedepan semakin baik lagi dalam mempelajari sebuah kesenian dan mampu berkontribusi lebih untuk membawa nama kampus dan prodi kejenjang kegiatan Internasional. (Rabu, 22 Desember 2021)