PGMI UIN Sunan Kalijaga bertandang ke PGMI IAIN Kudus

Sekretaris Prodi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogjakarta, Fitri Yuliawati menjadi narasumber dalam kegiatan review kurikulum program studi sarjana berbasis outcome based education di Fakultas TarbiyahInstitut Agama Islam Negeri Kudus pada Jumat 14 Juli 2023. Kurikulum atau seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tinggi saat ini dituntut untuk penyusunannyamenggunakan framework outcome based education (OBE). Proses pembelajaran disusun secara Constructive Alignment yang terlihat dari visi misi Universitas yang diturunkan menjadi visi misi Fakultas sampai kepada capaian pembelajaran mata kuliah. OBE yang lebih dikenal dengan pendekatan pendidikan yang berpusat pada outcome atau lulusan dan bukan berpusat pada materi yang harus diselesaikan memastikan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan baru sehingga mereka siap menghadapi tantangan zaman. Dengan menggunakan OBE akan sangat berpengaruh pada keseluruhan proses pendidikan dimulai dari rancangan kurikulum perumusan tujuan dan capaian pembelajaran strategi pendidikan rancangan metode pembelajaran prosedur penilaian dan bagaimana ekosistem pendidikan itu dirancang. Pengetahuandan keahlianharus dapat diukur atau measurable sehingga mahasiswa dinilai berdasarkan capaian terhadap outcome yang sudah ditentukan bukan dibandingkan dengan mahasiswa yang lain. Jika mahasiswa belum dapat mencapai level outcome yang telah distandarkan maka mahasiswa tersebut perlu dibantu untuk bisa mencapai level yang sudah ditentukan. Pada kegiatan review kurikulum di Prodi PGMIFakultas Tarbiyah IAIN Kudus ini, Fitri Yuliawati melihat bahwa profil lulusan atau yang diistilahkan kemampuan yang diperoleh melalui internalisasi pengetahuan sikap keterampilan kompetensi dan akumulasi pengalaman kerja sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 8 tahun 2012 dirumuskan oleh program studi bidang ilmu pendidikan berdasarkan hasil penelusuran lulusan masukan pemangku kepentingan asosiasi profesi konsorsium keilmuan kecenderungan perkembangan keilmuan atau keahlian ke depan dan dari hasil evaluasi kurikulum rumusan CPL yang berlaku di era revolusi industri 4.0. CPL yang disusun hendaknya memuat kemampuan tentang literasi data literasi teknologi dan literasi manusia dari capaian pembelajaran inilah yang nanti akan dibebankan pada mata kuliah harus diuraikan secara lebih spesifik dengan kriteria sesuai kebutuhan belajar mahasiswa. CPL yang akan dibebankan pada matakuliah merupakan akumulasi hasil belajar mahasiswa merupakan pengorganisasian bahan kajian atau materi kuliah memiliki indikator yang jelas dan observable. Dari hasil review kurikulum akan terlihat apakah CPL prodi sudah sesuai dengan profil lulusan, dan apakah profil lulusan sesuai dengankebutuhan stakeholder dan perkembangan iptek. Ketika sebuah prodi memiliki dua profil lulusan seharusnyasetiap capaian pembelajaran lulusan memiliki proporsional yang seimbang untuk setiap profil. Kegiatan yang diikuti oleh Pejabat Dekan, Dosen, Mahasiswa, Alumni dan Pengguna melihat kembali kurikulum yang sudah disusun, dengan harapan rencana untuk mengikuti Akreditasi Internasional FIBAA dapat berjalan dengan lancar. Narasumber juga memberikan masukan untuk rumusan CPL harus sinkron, serta merepresentasikan pencapaian fisikeilmuan program studi dan telah menggunakan kata kerja operasional yang terukur. Jumlah CPL sebaiknya minimalis dan mudah dihafal untuk pencapaian akreditasi internasional.