PROBLEMATIKA KURIKULUM MERDEKA DI PENDIDIKAN DASAR
.jpg)
Kuliah Umum Membahas Problematika Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar kolaborasi dengan IAIN METRO LAMPUNG.
.jpg)
Kuliah Umum Membahas Problematika Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar kolaborasi dengan IAIN METRO LAMPUNG.
.jpg)
Kuliah Umum Membahas Problematika Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar kolaborasi dengan IAIN METRO LAMPUNG.
.jpg)
Kuliah Umum Membahas Problematika Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar kolaborasi dengan IAIN METRO LAMPUNG.
.jpg)
Kuliah Umum Membahas Problematika Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar kolaborasi dengan IAIN METRO LAMPUNG.
Kolaborasi UIN Sunan Kalijaga dan IAIN Metro Lampung Bahas Problematika Kurikulum Merdeka di Pendidikan Dasar
Yogyakarta, 19 September 2023 – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berkolaborasi dengan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung, menyelenggarakan kuliah umum bertajuk "Problematika Pendidikan Dasar pada Penerapan Kurikulum Merdeka". Acara ini digelar di Convention Hall Gedung UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan mengundang tiga pakar sebagai narasumber.
Pada sesi pertama, Andhika Yahya, M.Pd., dosen dari Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, memaparkan pentingnya pembelajaran berdiferensiasi di tingkat Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Menurut Andhika, "Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan para peserta didik untuk memahami materi sesuai dengan karakteristik, minat, serta bakat mereka."
Dr. Siti Annisah, S.Si., M.Pd., dari Program Studi PGMI IAIN Metro Lampung, menyampaikan pentingnya perubahan paradigma dalam metode pengajaran. Ia berargumen, "Guru perlu membuka ruang pembelajaran yang nyaman dan inklusif, sehingga setiap peserta didik dapat merasakan manfaat dari pendidikan yang berdiferensiasi."
Alfian Bahri, atau lebih dikenal dengan sebutan "Guru Amatiran" di media sosial, memberikan pandangan kritis mengenai implementasi Kurikulum Merdeka. Alfian menekankan, "Kurikulum Merdeka seharusnya diawali dengan penciptaan akses yang adil dan setara bagi semua peserta didik, mengingat latar belakang ekonomi, sosial, dan budaya di Indonesia sangat beragam."
Kegiatan ini berfungsi sebagai platform diskusi yang konstruktif mengenai isu-isu terkini dalam pendidikan dasar di Indonesia. Melalui kolaborasi antara dua institusi pendidikan ini, diharapkan akan muncul solusi-solusi praktis yang dapat diaplikasikan dalam sistem pendidikan nasional.
Penulis: Andi Prastowo, Dosen Program Studi PGMI FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.