Kebun Binatang sebagai Laboratorium Alam: Studi Lapangan yang Menginspirasi
Mahasiswa PGMI baru saja menggelar studytour ke kebun binatang Gembira Loka pada akhir pekan lalu. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga kesempatan langka untuk belajar langsung tentang satwa liar dan ekosistemnya. Sejak pagi, para mahasiswa sudah berkumpul dengan penuh semangat di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) sebagai titik kumpul sebelum keberangkatan, mahasiswa siap menjelajahi setiap sudut kebun binatang yang menjadi rumah bagi ratusan spesies dari berbagai belahan dunia. Kunjungan ini adalah bagian dari program pembelajaran luar kelas pada mata kuliah IPA Dasar MI, di mana mahasiswa diajak untuk melihat langsung konsep-konsep yang sebelumnya hanya mereka pahami melalui buku dan ruang kelas.
Sesampainya di lokasi, mahasiswa terlebih dahulu diberi arahan oleh ibu Fitri Yuliawati, S.Pd.Si.,M.Pd.Si tentang apa saja yang akan dilakukan selama kegiatan observasi berlangsung. Sebelumnya para mahasiswa sudah dibagi menjadi beberapa kelompok kecil salah satunya kelompok 2B yang terdiri dari Chusnia Epriyanti, Diah Utik Nurkhasanah, Ahmad Dhany Abdul nafi', Rusthalia Arba Annisa, dan Sabila Muyassaroh yang dimana mereka akan dipandu oleh seorang mahasiswa field study yaitu Muhammad Nizar Al Bashir, S.Pd untuk memandu proses observasi mahasiswa agar sesuai dengan tugas yang telah diberikan.
Adapun hasil observasi dari kelompok 2B yaitu:
-
Pisces
IKAN KOKI MATA BALON ( Carassius )
-
Sistem Klasifikasinya
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii (ikan bersirip kipas)
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae (keluarga ikan mas)
Genus : Carassius
Spesies : Carassius auratus
Nama Latin/Ilmiah : Carassius auratus
-
Sistem Pernafasan
Ikan mas koki memiliki ciri-ciri bentuk tubuh pendek dan bulat. Kemudian disisi tubuhnya terdapat gurat sisi dan mempunyai lembaran insang. Insang ini berfungsi sebagai alat pernapasan. Bentuk lubang hidung maskoki sederhana. Di bagian hidung mas koki terdapat tunas pembau yang tidak berhubungan dengan organ pernapasan. Lewat insangnya mas koki memperoleh oksigen dengan cara menghisap air melalui mulutnya kemudian menyaringnya dengan lembaran insang. Oksigen masuk bersama air akan dibawa oleh aliran darah. Telinga maskoki tidak tampak dari luar. Fungsi telinga tersebut hanya untuk merasakan getaran di dalam air.
-
Sistem Reproduksi
Berkembangbiak dengan cara bertelur. Ikan betina akan berputar-putar dan melepaskan telurnya untuk kemudian dibuahi oleh ikan jantan. Pemijahan berlangsung selama 2 sampai 3 jam dan telur akan menempel di tanaman. Dalam sekali pemijahan ikan koki mata balon dapat menghasilkan hingga ribuan telur dan akan menetas setelah 4 sampai 7 hari.
-
Cara Hidupnya / Habitatnya
Habitat ikan mas koki (Carassius auratus) adalah perairan yang mengalir pelan, subur, dan kedalamannya mencapai 1 meter, seperti perairan air tawar. Ikan ini menyukai perairan yang kaya akan makanan alami, seperti rotifer, rotatoria, dan udang-udangan renik.
2. Amphibia
KATAK POHON BERGARIS (Polypedates leucomystax)
-
Sistem Klasifikasinya
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Rhacophoridae
Genus : Polypedates; Tschudi,1838
Spesies : P. leucomystax
Nama Latin/Ilmiah : Polypedates leucomystax
-
Sistem Pernafasan:
Sistem pernapasan katak pohon bergaris (Polypedates leucomystax) sama seperti katak pada umunya, yaitu menggunakan kulit, paru-paru, dan lapisan mulut untuk bertukar gas dengan lingkungan.
-
Sistem Reproduksi:
Saat musim kawin terjadi, katak jantan akan memanggil betina di awal musim penghujan. Jika katak jantan dan betina bertemu, pasangan kodok pohon ini akan bergerak mencari posisi daun atau ranting yang menggantung di atas air untuk menempelkan telurnya.
-
Cara Hidupnya/Habitatnya:
Katak pohon bergaris aktif di malam hari, terutama menjelang maghrib. Katak pohon bergaris jantan bersuara sahut-menyahut dengan cara memanjat semak-semak atau pohon kecil untuk menarik perhatian betina. Habitat katak pohon bergaris dapat ditemukan di India, Burma, Tiongkok Selatan, Kamboja, Laos, Vietnam, Thailand, Semenanjung Malaya, Nikobar, Mentawai, Sumatra, Borneo, Filipina, Sulawesi, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, hingga ke Timor.
3.Reptilia
BIAWAK INDICUS (Varanus indicus)
-
Sistem Klasifikasinya
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili : Varanidae
Genus : Varanus
Spesies : V. indicus
Nama Latin/Ilmiah : Varanus indicus.
-
Sistem Pernafasan
Biawak memiliki sistem pernapasan yang mirip dengan reptilia lainnya. Mereka bernapas menggunakan paru-paru dan memiliki insufisiensi gas darah yang rendah karena tubuh mereka relatif dingin. Umumnya, sistem pernapasan reptilia termasuk respiratori yang relatif lambat dan tidak kompleks seperti mamalia.
-
Sistem Reproduksi
Biawak betina (Varanus indicus) memiliki organ reproduksi yang terletak pada rongga perut, yaitu ovarium dan oviduktus. Proses reproduksi melibatkan oviparasi, yaitu telur yang diletakkan di sarang untuk inkubasi. Tetapi umumnya biawak bereproduksi dengan cara meletakkan telur di tempat yang aman dan hangat.
-
Cara Hidupnya/Habitatnya
Biawak Varanus indicus, atau Biawak Asia, hidup di habitat yang berbeda-beda tergantung pada wilayahnya. Mereka dapat ditemukan di hutan bakau, hutan hujan, hutan campuran, rawa, dan sepanjang pantai. Aktivitas harian mereka meliputi berjemur siang hari untuk mengatur suhu tubuh, mencari makan pagi sore, dan beristirahat malam hari di tempat teduh seperti di bawah pohon atau semak-semak. Perilaku sosial mereka minim, kecuali pada masa kawin dan perlombaan wilayah teritorial.
4. Aves
BURUNG UNTA (Struthio camelus)
-
Sistem Klasifikasi:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Struthioniformes
Famili : Struthionidae
Genus : Struthio
Spesies : S. camelus
Nama Latin/Ilmiah : Struthio camelus
-
Sistem Pernafasan
Sistem pernapasan burung unta, seperti burung lainnya, sangat efisien dan unik. Berikut adalah beberapa poin penting tentang sistem pernapasan burung unta:
-
Trakea dan Bronkus: Udara yang dihirup masuk melalui trakea, yang kemudian bercabang menjadi bronkus primer. Trakea burung biasanya lebih panjang dibandingkan mamalia dengan ukuran yang sama, memungkinkan penampungan udara yang lebih besar.
-
Paru-paru dan Parabronkus: Paru-paru burung unta tidak memiliki alveolus seperti mamalia. Sebagai gantinya, mereka memiliki struktur tubular berdinding tipis yang disebut parabronkus, di mana terjadi pertukaran gas secara difusi.
-
Kantung Udara (Saccus Pneumaticus): Burung unta memiliki kantung udara yang membantu dalam proses pernapasan. Udara yang dihirup mengalir ke kantung udara posterior sebelum mencapai paru-paru, dan udara yang penuh karbon dioksida dikeluarkan melalui trakea. Ini menciptakan aliran udara searah yang memastikan pasokan oksigen yang konstan.
-
Sistem Reproduksi
Bersifat poligami dan musim kawin terjadi saat musim hujan. Saat bertelur betina dapat menghaslkan lebih dari 20 telur.Burung unta bereproduksi dengan cara bertelur. Telurnya berukuran sekitar 15 cm dengan perbandingan berat 1 telur sama dengan 2 lusin telur ayam biasa. Pengeraman telurnya dilakukan pada siang oleh indukan betina dan malam hari oleh indukan jantan. Pengeraman telur dilakukan oleh jantan dan betina secara bergantian agar telur tetap terlindungi. Meskipun beberapa betina meletakkan telur bersama-sama dalam satu sarang, tetapi mereka dapat mengetahui masing-masing telur miliknya. Setelah dierami selama 35-45 hari, telur akan menetaskan anakan baru. Untuk membesarkan anaknya, burung unta jantan dan betina melakukannya bersama-sama.
-
Cara Hidupnya / Habitatnya
Populasi burung unta tersebar luas di dataran Afrika, mulai dari Afrika Tengah hingga Afrika Selatan. Meskipun terbiasa hidup di iklim tropis dan panas, namun sebarang burung dengan leher panjang ini tidak banyak di daerah Asia Tenggara yang juga beriklim tropis.
5. Mamalia
UNTA PUNUK SATU (Camelus dromedarius)
-
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mammalia
Ordo : Artiodactyla
Famili : Camelidae
Genus : Camelus
Spesies : Camelus dromedarius
Nama Latin/ Ilmiah : Camelus dromedarius
-
Sistem Pernafasan
Unta punuk satu memiliki sistem pernapasan yang sangat efisien, yang dirancang khusus untuk bertahan hidup di padang pasir yang panas dan kering. Saat menghirup udara panas, rongga hidung unta dirancang untuk menangkap uap air, sehingga hanya sedikit air yang terbuang. Bahkan uap air yang keluar dari paru-paru saat mereka menghembuskan napas juga diserap kembali oleh tubuh unta melalui sel-sel khusus di rongga hidungnya. Sistem pernapasan yang unik ini memungkinkan unta untuk bernapas dalam dan panjang saat berjalan jauh di gurun tanpa kehilangan banyak air.
-
Sistem Reproduksi
Unta punuk satu berkembang biak dengan cara beranak (vivipar). Masa kehamilan unta betina berlangsung selama 12 hingga 15 bulan, dan mereka biasanya melahirkan satu anak sekali melahirkan yang akan diasuh selama 1-2 tahun. Musim kawin unta biasanya terjadi pada musim hujan.
-
Cara Hidupnya/Habitatnya
Unta punuk satu atau (Camelus dromedarius) adalah hewan yang sangat adaptif dan hidup di lingkungan gurun pasir yang panas dan kering. Habitat asalnya adalah Afrika, Australia Tengah, dan Asia (India). Unta punuk satu mampu bertahan hidup di daerah yang kering dan tandus dengan sedikit air dan vegetasi.