Dari Buku ke Alam: Pengalaman Zoo Study Langsung di Gembira Loka Zoo
Meninggalkan suasana kelas untuk sejenak, Mahasiswa PGMI terjun langsung ke alam melalui kegiatan Zoo Study di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta. Mahasiswa dari Kelompok 4C (Dwi, Latifa, Nawwa, Tina dan Verda) dan bersama teman-teman kelompok lainnya, tidak lupa juga didampingi oleh ibu DosenFitri Yuliawati, S.Pd.Si., M.Pd.Si dan kak Rahmawati.
Dari mamalia besar hingga burung-burung eksotis, para peserta belajar memahami peran setiap satwa dalam ekosistem, sekaligus melihat langsung usaha konservasi yang dilakukan oleh kebun binatang. Lebih dari sekedar observasi, kegiatan ini mendorong pelajar untuk menghargai kelestarian lingkungan dan memupuk rasa tanggung jawab terhadap alam.
Kegiatan ini tidak hanya sekedar observasi, namun juga merupakan kesempatan bagi para peserta untuk merasakan langsung hubungan antara teori dan praktik. Dengan interaksi langsung dan pengalaman belajar yang menyenangkan, para siswa diharapkan dapat mengembangkan rasa cinta dan kepedulian terhadap alam. Mereka belajar bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab institusi, tetapi juga tanggung jawab. Berikut spesies hewan yang diamati oleh kelompok 4C:
1. Ikan Arwana
Sistem Klasifikasinya
Kingdom : Animasi
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : formes
Famili : Osteoglossidae
Genus : Scleropages
Spesies : Scleropages formosus
Sistem Pernapasan
Ikan Arwana bernapas dengan menggunakaninsang. Insang terdiri dari tulan lengkung, tulang tapis insang, dan daun insang. Tulang lengkung insang berfungsi sebagai tempat melekatnya tulang tapis insang dan daun insang, mempunyai banyak saluran-saluran darah dan saluran syaraf.
Sistem Reproduksi
Berkembang biak dengan cara bertelur (Ovipar) sekitar 50-250 butir dan biasanya bertelur bulan desember dan januari. Selama 6 minggu, jantan membawa telur, larva, dan anakan muda didalam mulutnya. Dan akan berkembang biak satu tahun sekali.
Cara Hidupnya/Habitatnya
Arwana terhitung ikan karnivora yang menempati habitat sungai serta danau berair tenang. Kadang waktu pun ditemui di air yang berarus kuat. Wilayah perbatasan sungai yang banyak sekali pohon rimba dengan akar yang terjulur di air serta danau yang rimbun di atasnya, jadi habitat favorite buat arwana. Habitat itu biasanya menyiapkan banyak makanan serta wilayah pelindungan yang bagus. Model habitat Arwana bisa digolongkan jadi 4, ke-4 model habitat itu merupakan model habitat rawa banjiran, Model habitat rumput-rumputan, Model habitat semak belukar yang tergenang, Model habitat yang terbuat dari ranting serta pohon yang roboh.
2. Orang Utan
Sistem klasifikasi
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Mamalia
Ordo : Primates
Famili : Hominidae
Genus : Pongo
Spesies : Ada dua spesies utama, yaitu Pongo pygmaeus (orangutan Kalimantan) dan Pongo abelii (orangutan Sumatra).
Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan orang utan, seperti mamalia pada umumnya, terdiri dari organ-organ yang bertanggung jawab untuk pertukaran gas, yaitu mengambil oksigen dan membuang karbon dioksida. sistem pernapasan pada orangutan: Hidung dan Rongga Hidung, Faring dan Laring,trakea, Bronkus dan Bronkiolus, Paru-paru dan Alveolus, dan Diafragma.
Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi orangutan mirip dengan primata lain dan mamalia pada umumnya, dengan perbedaan-perbedaan kecil terkait perilaku dan siklus reproduks.
Cara hidupnya/habitatnya
Orangutan menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas pohon. Mereka sangat terampil memanjat dan berayun di antara dahan-dahan pohon menggunakan lengan yang panjang dan kuat. Aktivitas ini penting bagi mereka untuk mencari makanan, berlindung, dan menjauhi bahaya. Orangutan hidup di hutan hujan tropis dataran rendah, yang kaya akan pohon tinggi, sungai, dan beragam vegetasi. Hutan-hutan ini menyediakan sumber makanan dan tempat tinggal bagi orangutan. Mereka lebih menyukai kanopi hutan (bagian atas pohon) karena di sanalah mereka mendapatkan makanan dan perlindungan dari predator.
3. Kadal Caiman Lizard
Sistem Klasifikasinya
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Reptilia
Ordo : Squamata
Famili :Teiidae
Genus : Dracaena
Species : Dracaena guianesis
Sistem Pernapasan
Sistem Pernapasan kadal caiman lizard, umumnya reptilia mempunyai trachea yang panjang dimana dindingnya dilengkapi oleh sejumlah cincincartilago. Larinx terletak di ujung anterior trachea. Dindinglarinx ini dilengkapi oleh cartilago cricoida dan cartilagoanytenoidea. Kearah posterior trachea membentuk percabangan (bifurcatio) menjadi bronchus kanan danbronchus kiri, yang masing-masing menuju ke pulmo kanandan pulmo kiri. Bentuk Pulmo lacertilia dan ophidia reptiliarelatif sederhana. Pada beberapa reptilia, bagian internal pulmo terbagi tidak sempurna dan menjadi 2 bagian, yaitu bagian anterior berdinding saccuter sedang bagian posteriorberdinding licin, tidak vasculer dan berfungsi terutama untuk reservoir. Pada ular umumnya pulmo mempunyai lekukan-lekukan yang asymetris, dan pulmo kanan selalu sangat pamang.
Sistem Reproduksi
Caiman Lizard berkembangbiak dengan cara bertelur (Ovipar), dan dapat menghasilkan 10-20 butir telur yang akan disimpan didalam sarang. Sarang biasanya berada didekat perairan, seperti ditanah yang lembab atau diantara vegetasi di sekitar sungai atau rawa-rawa. Telur-telur Caiman Lizard akan mengalami proses inkubasi di dalam sarang berlangsungan antara 150-180 hari.
Cara hidup/habitatnya
Kadal kaiman, atau caiman lizard, hidup di habitat lembab seperti hutan bakau dan tepi sungai di Amerika Selatan. Mereka adalah pemangsa yang mainly memakan ikan, amfibi, dan serangga. Kadal ini dikenal sebagai reptil semi-aquatik, sering terlihat berjemur di atas batu atau cabangdekatair.
4. Katak Pesek
Sistem Klasifikasinya
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Amphibia
Ordo : Anura
Famili : Hylidae
Genus : Litoria
Species : Litoria caerulea
Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan katak pesek (Litoria caerulea) melibatkan beberapa tahap sesuai dengan fase hidupnya:
- Fase Berudu: Katak berudu bernapas menggunakan insang luar yang mengandung kapiler darah, memungkinkan penyerapan oksigen dari air.
- Fase Katak Muda: Setelah berumur sekitar 9 hari, berudu mulai menggunakan insang dalam, yang bertahan hingga mereka menjadi katak muda.
- Fase Katak Dewasa: Katak dewasa bernapas melalui paru-paru dan kulit. Paru-paru katak memiliki banyak kapiler untuk menyerap oksigen, sementara kulit yang lembap juga berfungsi sebagai alat pernapasantambahan.
Sistem Reproduksi
Sistem reproduksi katak pesek (Litoria caerulea) berlangsung melalui pembuahan terjadi secara eksternal. Induk betina mampu menghasilkan ribuan telur dan hanya sekitar 40-75% yang dapat menetas dan bertahan hidup hingga dewasa. Telur akan diletakkan di permukaan air dan menetas setelah berumur 3-5 hari.
Cara Hidupnya/Habitatnya
Katak pesek (Litoria caerulea) adalah pemangsa serangga. Katak ini menggunakan teknik berburu aktif, mengandalkan kecepatan dan ketangkasan untuk menangkap mangsa di habitatnyayanglembab. Mereka hidup di habitat yang bervariasi, seperti hutan, hujan tropis dan rawa di australia atau papua. Katak ini aktif baik di siang maupun malam hari. Selama musim kemarau, mereka bersembunyi dalam kepompong berlendir untuk menjagakelembapan.
5. Beluk Jempuk (Burung Hantu)
Sistem Klasifikasi
Kingdom : Animalia
Phylum : Chordata
Class : Aves
Ordo : Strigiformes
Famili : Tytonidae, Strigida
Genus : Tyto alba
Spesies : Bubo sumatranus
Sistem Pernapasan
Beluk jempuk, atau Bubo sumartanus, adalah burung hantu endemik Asia Tenggara yang termasuk dalam keluarga Strigidae. Memiliki panjang tubuh 40-46 cm dan berat sekitar 620 gram, burung ini dikenal dengan bulu berwarna abu-abu tua dan cokelat kehitaman. Habitatnya meliputi hutan tropis dan subtropis hingga ketinggian 1.000 mdpl, dengan kebiasaan nokturnal. Beluk jempuk memakan serangga, mamalia kecil, dan reptil, serta memiliki satu pasangan seumur hidup untuk berkembang biak.
Sistem Reproduksi
Musim kawin terjadi pada bulan februari-april. Berkembang biak dengan bertelur (Ovipar) berjumlah satu butir dan akan menetas setelah 25-27 hari.
Cara hidupnya/Habitat
Habitat burung hantu (beluk jempuk) sangat beragam, tergantung pada spesiesnya, tetapi secara umum mereka dapat ditemukan di hampir semua jenis lingkungan, mulai dari hutan tropis, gurun, tundra, hingga daerah perkotaan. Adaptasi unik burung hantu terhadap kondisi lingkungan tertentu memungkinkan mereka hidup di berbagai habitat yang mendukung kebutuhan hidupnya, terutama dalam hal ketersediaan tempat bersarang dan sumber makanan. Burung hantu (beluk jempuk) dapat ditemukan di berbagai jenis habitat, mulai dari hutan tropis yang lebat hingga gurun gersang dan bahkan daerah perkotaan. Mereka adalah predator yang sangat adaptif, dengan kemampuan untuk hidup dan berburu di berbagai lingkungan berkat penglihatan tajam, pendengaran sensitif, dan kemampuan terbang tanpa suara.
Dari buku ke alam, kita belajar bahwa setiap satwa memilikinya. Mari berkomitmen untuk melindungi mereka dan lingkungan agar tetap lestari."