“Benchmarking Study Komparatif” di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
“Benchmarking Study Komparatif” Kampus 2 Pajangan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kamis-Jum’at, 19-20 Desember 2024
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai salah satu perguruan tinggi Islam tertua dan terkemuka di Indonesia, memiliki visi untuk menjadi universitas yang unggul dalam pembangunan peradaban bangsa dengan text line: “Empowering Knowledge, Shaping the Future” perlu terus belajar dari perguruan tinggi lain yang lebih baik. Dalam mencapai visi tersebut, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta melakukan berbagai upaya transformasi di berbagai aspek, seperti kelembagaan, akademik, SDM, manajemen, IT dan Infrastruktur. Upaya transformasi ini memerlukan strategi yang terencana dan terukur, sehingga dibutuhkan langkah-langkah strategis untuk memastikan efektivitas dan keberhasilan transformasi.
Benchmarking Study merupakan salah satu metode yang efektif untuk mendapatkan inspirasi dan pembelajaran terbaik dari institusi lain yang telah berhasil dalam melakukan transformasi. Benchmarking Study ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang komprehensif mengenai strategi, model, dan implementasi transformasi di perguruan tinggi lain, sehingga dapat digunakan sebagai acuan dalam merumuskan strategi transformasi di UIN Sunan Kalijaga. Tujuan utama Benchmarking Study ini adalah untuk memperoleh pemahaman yang mendalam tentang implementasi proyek transformasi yang tengah dilakukan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Wakil Dekan 2 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Ach Nashichuddin M.A menerima tim dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang terdiri dari Prof. Dr. H. Kamsi, M.A.(Ketua Senat); Prof. Dr. H. Maragustam, M.A. (Sekretaris Senat); Prof. Dr. Istiningsih, M.Pd (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga); Dr. Mochamad Sodik, S.Sos.,M.Si. (Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan) Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja sama ) Dr. Jarot Wahyudi, S.H., M.A, Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd, Nuristighfari Masri Khaerani, M.Psi., Psikolog, Dr. Mahatva Yoga Adi Pradana, M.Sos, Fitri Yuliawati, S.Pd., M.Pd.Si, dr. Murtafiqoh Hasanah, Sp.S. dan Dian Aruni Kumalawati, M.Sc.
Wakil Rektor 1 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjelaskan bahwa point point yang ingin dipelajari terkait best practice di Fakultas kedokteran, manajemen projek, pengelolaan PHLN, mahad, serta bagaimana kerjasama Rumah Sakit yang sudah dilakukan oleh FKIK UIN Malik Ibrahim Malang. Wakil Dekan 2 FKIK UIN Malang memberikan insight bagaimana perjalanan dimulai tahun 2013 membuat MoU, selama 2014-2015 mendapat pembinaan, setiap 3-4 bulan ke UNS untuk workshop ttg bagaimana menyusun kurikulum, menyusun buku2 yg mendukung pembelajaran kedokteran. Dengan perjalanan waktu, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan menjadi fakultas favorit yang bisa mengangkat animo pendaftar ke UIN Malang. Jalur mandiri biasanya porsi 5 yg daftar 1000-1500. Dengan adanya FK lbh mudah mendapatkan bantuan termasuk gedung ini yg 2016 dibangun oleh SBSN. Pasca SK langsung dapat tawaran SBSN. PHLN juga lebih mudah didapatkan.
Kepala UPT Pusat Ma’had Al Jami’ah – Ahmad Izzudin. M.H menyampaikan kepada tim Ma’had bahwa sejak tahun 2000, sudah hampir 34 tahun menjadi pionir kampus yang mewajibkan semua mahasiswa baru tinggal di asrama. Mengurusi mahasiswa yang menjadi mahasantri bukan perkara mudah, 46% mahasiswa belum pernah punya pengalaman di pesantren, sehingga perlu ada perlakuan yang begitu luar biasa bagi para pendamping, bagaimana pola pendampingan mahasantri yg tdk memiliki basic pesantren. Di UIN Malang ada 13 Pengasuh, 19 murobbi dan murobbiyah, sedangkan di kampus 3 ada 2, dibantu 369 musyrif dan musyrifah sebagai pendamping, masing2 membawahi 20 mahasantri, mereka menjadi ujung tombak karena eksistensi sosial keagamaan mahasiswa baru di tangan mereka.
PMU dari UIN Malang, Dr. Zainal Habib, M.Hum menjelaskan bahwa Di kemenag ada beberapa pemberi dana seperti IDB, SFD, dan world bank. Untuk Proposal yang akan dikirim harus bisa meyakinkan menteri, wamen, dan juga sekretaris jenderal. Kita mempunyai keberanian mengajukan ke kemenag, sehingga memberikan support, dan memberikan rekomendasi untuk proposal bisa segera dikirim ke Bappenas. Melalui Bencmarking Study, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dapat memperoleh perspektif baru, ide-ide inovatif, dan best practices yang dapat diterapkan untuk mempercepat proses transformasi menuju visi UIN Suka yang unggul dalam membangun peradaban bangsa.