INTERCULTURAL STUDIES: Pendidikan Harmonis di Sekolah Dasar Berbasis Budaya

Kamis (24/10). Program Studi (S1) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga mengadakan diskusi Internasional dengan tema “Intercultural Studies: Pendidikan Harmonis Di Sekolah Dasar Berbasis Budaya” yang di gelar di ruang teatrikal lantai 1 gedung perkuliahan FITK Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Pemantik dari acara ini yaitu Janna Hoza yang merupakan guru tingkat sekolah dasar (Primary Education) dari Colorado, Amerika Serikat, serta ditemani oleh beberapa rekan dari Australia. Kegiatan ini di moderatori oleh perwakilan mahasiswa (S1) PGMI sendiri, serta turut hadir pula Dr. Muqowim, S.Ag., M.Ag selaku wakil dekan III FITK UIN Sunan Kalijaga beserta Kaprodi (S1) PGMI Ibu Dr. Aninditya Sri Nugraheni, S.Pd.,M.Pd sekaligus membuka acara. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa SI PGMI dan S2 PGMI Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Janna menyampaikan beberapa point dalam pembahasannya, yang pertama tentang sistem pembelajaran yang diterapkan di Amerika Serikat, khususnya Colorado. Menurutnya, pembelajaran sekolah dasar disana memiliki target untuk mengarahkan anak menjadi kritis dan aktif, guru memfasilitasi dan menjadikan siswa seperti teman yang selalu dilibatkan dalam diskusi, sehingga hubungan siswa dan guru dalam hal ini selalu berjalan harmonis. Selanjutnya, kebijakan pada sekolah umum di Amerika Serikat menurut Janna tidak memperbolehkan mata pelajaran Agama. Pelajaran Agama hanya ada pada sekolah-sekolah khusus. Walaupun begitu, tetap tidak ada batasan untuk beribadah bagi Agama apapun.

Yang kedua, beliau membahas tentang budaya dan kaitanya dengan pendidikan dasar. Menurutnya, sama dengan di Indonesia, pendidikan disana terbuka untuk budaya dan kultur. Kegiatan seperti tari-menari, pensi dan sebagainya ada. Tapi tidak di prioritaskan, hanya sebagian kecil sebagai tambahan.

Setelah menyampaikan materi, kegiatan diteruskan dengan sesi tanya jawab. Ada beberapa mahasiswa yang menyampaikan tanggapan berupa pertanyaan. Dan diskusi berjalan sangat kooperatif. Secara keseluruhan, mahasiswa sangat antusias untuk mengetahui sistem pembelajaran dan budaya yang ada di negara maju seperti Amerika Serikat. Tentunya kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan secara kontinu, tujuannya untuk memperkaya wawasan mahasiswa khususnya pada program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. (redaktur: Ridho.A.J & Nur Rohman)