PGMI berperan dalam Visiting Lecturer: "Culture, Cognition + Creativity: Thinking Ahead of Artificial Intelligence"
Kegiatan Visiting Lecturer
Yogyakarta – Rabu (29/10/25), sebuah kuliah tamu yang sangat menarik bertajuk "Culture, Cognition + Creativity: Thinking Ahead of Artificial Intelligence" berhasil diselenggarakan di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kuliah ini menghadirkan Dr. Claire AlKouatly, Human development Expert The University of British Columbia, yang membahas tema yang tengah hangat diperbincangkan di dunia pendidikan dan teknologi, yaitu peran kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan manusia dan keterbatasannya. PGMI mengambil peran dalam kegiatan ini. Dosen yang mengikuti kegiatan inni diantaranya: Dr. Luluk Mauluah, M.Si, Nisa Syuhda, M. Hum, Anita Ekantini, M.Pd. dan Izzatin Kamala, M.Pd. Takketinggalan mahasiswa PGMI turut serta dalam kegiatan ini.
Sebagai seorang pakar dalam bidang pengembangan manusia, Dr. AlKouatly mengungkapkan berbagai wawasan mendalam terkait bagaimana budaya, kognisi, dan kreativitas berperan dalam membentuk pemikiran manusia yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Dalam presentasinya, Dr. AlKouatly menyampaikan bahwa meskipun kecerdasan buatan semakin berkembang pesat, ada aspek-aspek tertentu dari kehidupan manusia yang tetap berada di luar jangkauan AI, terutama yang berkaitan dengan pemahaman budaya dan kreativitas sejati.
Melalui penjelasan yang rinci dan penuh contoh nyata, Dr. AlKouatly menyoroti pentingnya mempertahankan kemampuan berpikir kritis dan inovatif sebagai kekuatan yang membedakan manusia dari mesin. Dalam konteks ini, AI dapat menjadi alat bantu yang bermanfaat, tetapi tidak bisa menggantikan nilai-nilai kreatif dan pemahaman budaya yang hanya dimiliki oleh manusia.
Kuliah ini juga dibarengi dengan diskusi yang dipandu oleh Nisa Syuhda, M.Hum, dosen dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, yang mengajak peserta untuk lebih mendalami implikasi sosial dan pendidikan dari perkembangan AI, serta bagaimana kita bisa menyiapkan generasi yang dapat bersaing dengan kecerdasan buatan tanpa kehilangan identitas budaya dan kreativitas mereka. Mahasiswa PGMI sangat antusias sekali mengikuti kegiatan ini. Beberapa diantara mereka turut berbagi pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan peserta didik.
Diskusi yang berlangsung interaktif ini memberikan kesempatan kepada para peserta untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan Dr. AlKouatly, serta menggali lebih dalam tentang bagaimana pendidikan dan budaya dapat berjalan beriringan dengan kemajuan teknologi. Para peserta, yang berasal dari berbagai latar belakang akademis dan profesional, menunjukkan antusiasme yang besar terhadap topik yang dibahas.
Sebagai penutup, Dr. AlKouatly mengajak seluruh peserta untuk berpikir lebih jauh tentang bagaimana kita bisa memanfaatkan AI secara bijak tanpa melupakan nilai-nilai yang membentuk jati diri kita sebagai manusia. Kuliah tamu ini memberikan perspektif baru yang sangat penting dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan buatan.