ADVANCED ORGANIZER Model Pembelajaran yang Kekinian
Kegiatan mata kuliah strategi pembelajaran bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran di satuan pendidikan dasar sekaligus memberikan pengalaman akademik dan pedagogis bagi mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa secara berkelompok merancang dan terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. kelompok 3 dengan anggota 1. Ahmad Widi Hardiansyah, 2. Chusnia Epriyanti, 3. Rizky Wulandari, 4. Alifina Nur Afifah, dan 5. Sal sabila menggunakan model adcanced organizer, dimana pembelajaran dirancang berdasarkan Modul Ajar IPAS yang selaras dengan Kurikulum Merdeka.
Rancangan dibuat dengan asumsi peserta didik telah memiliki kompetensi awal berupa pemahaman sederhana mengenai energi yang ada di sekitar mereka, seperti cahaya, panas, dan gerak. Kompetensi awal ini menjadi landasan penting untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perubahan bentuk energi melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan berbasis pengalaman langsung. Model pembelajaran yang diterapkan adalah Advance Organizer dengan pendekatan saintifik dan strategi student centered learning. Model ini dipilih karena mampu membantu peserta didik mengaitkan pengetahuan awal dengan konsep baru secara terstruktur. Pada tahap pendahuluan, guru membuka pembelajaran dengan salam, doa bersama, presensi, serta kegiatan ice breaking untuk membangun kesiapan dan motivasi belajar siswa.
Model Advance Organizer ini bertujuan untuk:
- Membantu peserta didik memahami dan mengingat materi baru secara bermakna, bukan sekadar menghafal.
- Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya
- Menyajikan struktur materi yang jelas sehingga memudahkan pemahaman.
- Mengembangkan pemikiran logis dan kemampuan berpikir kritis.
Model ini memiliki sintaks
- Fase 1: penyajian Advance Organizer
- Menyampaikan tujuan pembelajaran
- Menampilkan organizer berupa gagasan umum yang menjadi pengantar materi.
- Menjelaskan karakteristik penting dari konsep yang akan dipelajari serta memberikan ilustrasi yang relevan.
- Menyediakan konteks belajar yang terkait dengan pengalaman peserta didik.
- Mengaktifkan pengetahuan awal yang dimiliki peserta didik.
- Fase 2: penyajian materi
- Menyajikan materi secara sistematis dan terstruktur.
- Menjaga fokus dan perhatian peserta didik selama proses pembelajaran.
- Menunjukkan hubungan logis antarbagian materi.
- Menjelaskan keterkaitan materi baru dengan organizer yang telah diberikan.
- Fase 3: organisasi kognitif
- Membimbing peserta didik untuk mengintegrasikan konsep baru dengan struktur pengetahuan yang telah ada.
- Menerapkan prinsip rekonsiliasi integratif untuk menyatukan pemahaman.
- Mendorong peserta didik melakukan penerimaan belajar secara aktif.
- Menstimulasi peserta didik untuk bersikap kritis terhadap isi materi.
- Melakukan klarifikasi terhadap pemahaman konsep.
- Fase 2: penyajian materi
Secara rinci sintaks dari model ini dimulai pada kegiatan inti, guru menyajikan advance organizer berupa gambar dan video fenomena udara panas yang bergerak naik, seperti balon udara dan kapal otok-otok. Guru kemudian mengajukan pertanyaan pemantik untuk menggali pemahaman awal siswa terkait energi dan perubahannya. Selanjutnya, dilakukan demonstrasi dan eksperimen sederhana menggunakan lilin dan spiral kertas untuk menunjukkan perubahan energi panas menjadi energi gerak.
Peserta didik melakukan eksperimen secara berkelompok dengan bimbingan guru. Dalam kegiatan ini, siswa menerapkan tahapan pendekatan saintifik, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan hasil. Siswa mengamati bahwa panas dari nyala lilin menyebabkan udara bergerak naik dan mendorong spiral kertas hingga berputar. Pengalaman ini membantu siswa memahami konsep perubahan energi secara konkret dan bermakna.
Tahap penguatan kognitif dilakukan melalui diskusi kelas dan penyusunan peta konsep yang menghubungkan energi panas, pergerakan udara, dan energi gerak. Guru memberikan penguatan serta mengaitkan hasil percobaan dengan fenomena nyata dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini turut mengembangkan kemampuan bernalar kritis dan bergotong royong, sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
Pada tahap penutup, guru dan siswa melakukan refleksi pembelajaran serta evaluasi melalui asesmen formatif dan sumatif. Secara keseluruhan, pembelajaran berjalan efektif dan mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep perubahan bentuk energi. Kegiatan Mata kuliah strategi pembelajaran ini memberikan pengalaman akademik yang berharga bagi penulis dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka secara nyata di sekolah dasar.
Untuk melaksanakan model ini maka beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain:
Sistem sosial
- Guru bertindak sebagai fasilitator dan penyampai informasi utama.
- Terjadi interaksi dua arah antara guru dan peserta didik.
- Peserta didik didorong untukmenyampaikan pendapat serta menghubungkan konsep baru dengan pengalaman mereka.
b. Prinsip reaksi
- Guru memberikan umpan balik untuk memperdalam pemahaman
- Guru menstimulasi peserta didik agar mampu berpikir kritis dan menghubungkan ide-ide penting.
- Guru membimbing siswa dalam membedakan dan menyesuaikan konsep baru dengan pengetahuan yang sudah dimiliki.
- Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan secara mandiri
c. Sistem pendukung
- Bahan ajar yang tersusun rapi
- Media visual seperti peta konsep, bagan, atau diagram hubungan konsep
- Lingkungan belajar yang kondusif untuk menerima informasi.
d. Dampak instruksional
- Peserta didik memperoleh pemahaman konsep seara bermakna.
- Meningkatnya kemampuan memahami materi bacaan maupun penjelasan guru.
- Berkembangnya kemampuan berpikir logis dan sistematis.
e. Dampak pengiring:
- Meningkatkan minat belajar dan rasa ingin tahu peserta didik.
- Mengembangkan kebiasaan berpikir kritis dan terstruktur.
- Memmbantu peserta didik membangun kemandirian dalam memahami informasi baru.
Perangkat Pembelajaran yang dibutuhkan:
- Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang memuat model Advance Organizer
- Bahan ajar yang disusun secara konseptual
- Media visual untuk mendukung pemahaman konsep.
- Lembar kegiatan peserta didik.
- Instrumen penilaian pemahaman konsep.