KOORDINASI PENYUSUNAN PROPOSAL LITAPDIMAS PRODI PGMI 2026: UIN Sunan Kalijaga, IAI At Taqwa Bondowoso dan UIN Ar Raniry Aceh
Zoom Koordinasi
Yogyakarta,Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya menjadi kebutuhan kelembagaan, tetapi juga tanggung jawab moral dan sosial dalam merespons krisis kemanusiaan, khususnya di wilayah rawan bencana seperti Aceh. Melalui koordinasi lintas perguruan tinggi, Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga bersama IAI At Taqwa Bondowoso dan mitra dari UIN Ar-Raniry menyepakati penguatan tema pengabdian yang kontekstual, ekologis, dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Salah satu fokus utama yang disepakati adalah pendidikan anak di daerah terdampak bencana, khususnya pada kondisi ekstrem ketika sekolah tertimbun lumpur dan tidak dapat digunakan. Dalam situasi seperti ini, anak-anak tetap memiliki hak fundamental atas pendidikan. Oleh karena itu, masjid dan ruang ibadah dimaknai kembali sebagai pusat belajar sementara, tempat anak-anak dapat melanjutkan proses pembelajaran sekaligus pemulihan psikologis.
Pendekatan pengabdian dirancang berbasis:
-
Ekologi dan kebencanaan, untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini serta pemahaman anak tentang relasi manusia dan alam pascabencana.
-
Pembelajaran matematika kontekstual (math for life), yang dikemas melalui permainan edukatif, agar anak-anak tetap dapat belajar berhitung, logika, dan pemecahan masalah tanpa tekanan akademik.
-
Trauma healing berbasis permainan dan aktivitas kolaboratif, sebagai respons atas pengalaman kehilangan, ketakutan, dan ketidakpastian yang dialami anak-anak korban bencana.
Di wilayah terdampak, khususnya Aceh, anak-anak belajar di masjid bukan sekadar solusi darurat, melainkan ruang harapan. Melalui permainan matematika, cerita ekologi, dan aktivitas kelompok, anak-anak diajak untuk kembali tersenyum, berinteraksi, dan membangun rasa aman. Pendidikan dalam konteks ini tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga memulihkan martabat dan masa depan anak.
Koordinasi lintas dosen menghasilkan pemetaan kepakaran dosen serta rancangan tema pengabdian yang terintegrasi antara pendidikan, psikologi anak, dan mitigasi bencana. Tindak lanjut kegiatan ini adalah penyusunan proposal dan pembentukan tim kolaboratif untuk pengajuan pendanaan melalui Litapdimas.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret implementasi MoU dan PKS antar perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Agama RI, sekaligus menegaskan komitmen Prodi PGMI dalam menghadirkan pendidikan Islam yang humanis, ekologis, dan responsif terhadap bencana bahwa di tengah sekolah yang tertimbun lumpur, pendidikan tidak boleh ikut terkubur.