DAMPAK COVID-19, PPM PGMI UIN SUKA KE LUAR NEGERI DITANGGUHKAN

Program tahunan Praktik Pelatihan Managerial (PPM) Program Studi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ditangguhkan pemberangkatannya ke luar negeri karena covid-19.
Program Praktik Pelatihan Managerial atau yang biasa disebut dengan PPM merupakan program tahunan yang diadakan oleh PGMI UIN SUKA. Program ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PGMI UIN SUKA satu angkatan setiap tahunnya. Terkait dengan penurunan surat edaran universitas No. 53 Tahun 2020 tentang dilarangnya bepergian ke luar negri yang terkonfirmasi covid-19, maka pada tahun ini program PPM ditangguhkan. Penangguhan program ini tidak ada surat edaran secara resmi dari prodi tetapi dengan adanya surat edaran univarsitas No.53 Tahun 2020 mahasiswa PGMI langsung bisa menyikapi tindak lanjut kegiatan PPM tersebut.
“Semula kegiatan PPM ini akan diselenggarakan pada bulan Maret 2020. Tetapi dengan adanya covid-19 belum ada kepastian kapan program ini akan dilaksanakan. Saya rasa program ini akan dilaksanakan setelah covid-19 selesai”, ujar Shinta (14/5).
Tetapi lain pendapat dengan salah satu mahasiswi PGMI lain, “sepertinya bakalan batal di tahunku”, jawab Kurnia.
PPM diadakan dengan negara tujuan yaitu Malaysia dan Singapura. Pemilihan kedua negara tujuan tersebut adalah sudah adanya MOU dengan salah satu PT di Malaysia dan akan mengadakan MOU juga di Singapura serta akan mengkaji bagaimana sistem pendidikan di kedua negara tersebut yang dirasa memiliki sistem pendidikan yang bagus.
Adanya penundaan program PPM ini memiliki beberapa dampak positif dan dampak negatif. Bagi Mahasiswa yang akan melaksanakannya mereka merasa ada sedikit ketenangan karena bagi mahasiswa yang kurang mampu dalam segi biaya ada jangka waktu lebih panjanjang untuk mengumpulkan biaya. Tetapi dengan penundaan ini ada dampak negatifnya, salah satunya adalah menjadi mulurnya waktu karena semester kedepan sudah ada pelaksanaan KKN dan kegiatan lainnya bagi mahasiswa angkatan 2017.
“Penundaan ini ditakutkan akan bentrok dengan kegiatan mahasiswa semester akhir nantinya”, tambah Sinta.
Alasan ini diperketat juga oleh salah satu mahasiwa PGMI 2017.
“semester 7 nanti sudah mulai menggarap skripsi, jadi saya juga bingung bakalan seperti apa kegiatan ini. Soalnya pasti akan mengganggu kegiatan yang lain”, tambah Kurnia.
Dengan adanya penangguhan ini beberapa mahasiswa angkatan selanjutnya berharap bahwa program PPM ini tetap berjalan. Tak lain karena program ini sangat membantu sekali bagi calon pendidik nantinya dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih bagus di Indonesia dari kajian-kajian yang di dapatkan dari instansi yang ada di negara tujuan PPM. Seperti yang diutarakan salah satu mahasiswa PGMI 2018 berikut.
"Saya harap PPM tetap berjalan. Saya sangat setuju dengan adanya PPM, soalnya nanti calon pendidik bisa belajar lebih disana. Semisal progam ini digagalkan akan sangat sayang menurut saya. Banyak sekali pelajaran yang bisa diambil jika program PPM ini tetap ada. Semoga setelah pandemi ini PPM tetap akan dilaksanakan dan untuk angkatan berikutnya tetap diadakan program PPM untuk menunjang kegiatan perkuliahan di kelas" ujar Syarifah. (Salsabila Ramadhani,Adi Masita, dkk)