Mahasiswa PGMI Tampilkan Tari Gambyong Pareanom Pada Acara FORDETAK 2021

Penari Gambyong dari PGMI
Yogyakarta-Mahasiswi PGMI tampilkan tari Gambyong Pareanom dalam acara Seminar Nasional dan Temu Forum Komunikasi Dekan Tarbiyah dan Keguruan (FORDETAK) 2021 UIN/IAIN/STAIN se-Indonesia pada tanggal 8-10 April 2021 bertempat di DI Yogyakarta.
Berawal dari kesukaan mereka yang sama-sama menyukai tarian terutama tarian klasik, Niken Safifah Erliana dan Khofifah Indah Padmasari, mahasiswi PGMI angkatan 2018, berkenan untuk tampil dalam acara FORDETAK Kamis malam, 8 April 2018, yang bertempat di New Shafir Hotel Yogyakarta.
“Awal mulanya ya karena pertama suka nari terus pengen gitu menyalurkan bakat di sebuah event nah pas banget bu Fitri nyari 2 orang yang bersedia untuk mengisi acara buat FORDETAK, saya juga suka tari klasik makanya saya berminat buat mendaftarkan diri untuk ikut.” Ujar Khofifah Indah Padmasari (10/3).
Keduanya tampil anggun dan penuh percaya diri, meskipun melalui latihan yang terbilang singkat dan terdapat kendala seperti tidak adanya pelatih sehingga dituntut belajar secara otodidak serta tempat dan waktu yang terbilang terbatas.
“Kami latihan dalam waktu 6 hari, 2 jam setiap hari kecuali hari terakhir. Hari terakhir kami latihan 4 jam. Kami latihan secara otodidak melihat tutorial tari dari salah satu sanggar tari. Kendalanya mengenai tempat latihan dan tidak ada pelatih langsung.” Ujar Niken Safifah Erliana (10/3)
Kendati demikian, keduanya merasa bangga bisa menampilkan tari Gambyong dari Surakarta Jawa Tengah yang disaksikan oleh seluruh Dekan Tarbiyah dan Keguruan se-Indonesia. Tak terkecuali bagi Niken, perasaan bangga setelah tampil dengan maksimal ikut dirasakan.
“Perasaan saya luar biasa. Dilihat oleh seluruh dekan tarbiyah se-Indonesia. Bangga bisa tampil di FORDETAK. Sampai beberapa kali mendapat apresiasi dari beberapa dekan dari beberapa institusi.”
Hal ini menambah pengalaman baru bagi keduanya, dimana mereka mendapatkan kesempatan dan apresiasi yang luar biasa atas penampilan memukau yang ditampilkan. Dengan ini, semangat mereka untuk terus berkarya tidak pernah padam dan bisa mengalir bagi teman-teman mahasiswa lainnya. Mereka membuktikan bahwa pandemi bukan penghalang untuk terus berkarya. (Zulfi Idayanti)