Sarasehan Pendidikan: Telaah Kasus Kesulitan Belajar pada Anak MI/SD Prodi PGMI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Tahun 2022

Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga mata kuliah Perkembangan Peserta Didik kelas A mengadakan sarasehan pendidikan dengan tema “Mengkaji Permasalahan Kesulitan Belajar pada Peserta Didik MI/SD” yang dilaksanakan secara Hibryd di ruang 312 lantai 3 gedung FITK UIN Sunan Kalijaga dan room zoom meeting. (26/04/2022)

Sarasehan ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kasus kesulitan belajar yang ditemui di sekolah dasar baik MI maupun SD. Hal ini menggugah mahasiswa dan dosen PGMI UIN SUKA untuk mengadakan sarasehan pendidikan dengan mengundang dua narasumber yaitu Ibu Harlina Nursiamti, S.Pd.SD sebagai trainer guru pendamping kesulitan belajar berasal dari SDN Caturtunggal 06 Yogyakarta dan Ibu Iklima Istiqomah, M.Pd. sebagai praktisi psikologi pendidikan berasal dari SD Laboratorium Percontohan UPI Bandung.

Sarasehan ini diawali oleh sambutan ketua panitia yaitu Dewi Numalisa dan dibuka oleh Ibu Fitri Yuliawati, S.Pd.Si.,M.Pd.Si selaku dosen pengampu mata kuliah Perkembangan Peserta Didik. Beliau mengapresiasi semua pihak yang terlibat atas terselenggaranya sarasehan pendidikan dan berharap dengan adanya sarasehan pendidikan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan kasus-kasus kesulitan belajar di tingkat MI/SD.

Dalam penjelasan Ibu Harlina Nursiamti, S.Pd.SD mengenai materi kesulitan belajar membaca beliau mengatakan tentang tingkatan membaca.

“Terdapat dua tingkatan membaca yaitu membaca permulaan dan membaca pemahaman. Untuk membaca permulaan diperuntukan bagi siswa tingkat rendah yaitu kelas 1, 2, dan 3. Sedangkan membaca pemahaman diperuntukan bagi siswa tingkat tinggi yaitu kelas 4, 5, dan 6.” ujar narasumber 1

Selain tingkatan membaca, dipaparkan juga mengenai identifikasi masalah, asesmen kesulitan belajar membaca permulaan dan pemahaman.

Sementara itu, narasumber 2 menjelaskan mengenai kesulitan belajar menulis yaitu dysgraphia dan Neuroplasticity. Dysgraphia merupakan kondisi kesulitan menulis pada anak yang ditandai dengan susahnya tulisan untuk dibaca. Terkadang anak yang mengalami disleksia juga sering menggunakan kata-kata yang salah dalam berkomunikasi. Acara ini ditutup dengan sesi dokumentasi yang dipandu oleh petugas.

Penulis: Aulia Himmawati